Aset Produktif PDAM Rp 100 M – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Aset Produktif PDAM Rp 100 M

TUNJUK BUKTI. Dirut PDAM Tirta Lontar Kabupaten Kupang, Johannis Ottemoesoe menunjuk bukti surat kepemilikan PDAM kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (1/11) lalu.

ORANIS HERMAN/TIMEX

PDAM Tirta Lontar Telah Dihibah ke Pemkab Kupang

KUPANG, TIMEX – Departemen Pekerjaan Umum (PU) telah menghibahkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lontar kepada Pemerintah Kabupaten Kupang. Hibah tertuang dalam berita acara nomor: 866/BA-W26 tahun 1997 tentang penghibaan status tetap aset eks proyek Penyediaan dan Pengelolaan Air Bersih (P2AB) dari Departemen Pekerjaan Umum cq Direktur Jenderal Cipta Karya kepada Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Kupang sebagai penyertaan modal Pemerintah Daerah pada Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Kupang.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Lontar Kabupaten Kupang, Johannis Ottemoesoe kepada wartawan diruang kerjanya, Senin (1/11) lalu menjelaskan, selama ini berita acara tertanggal 22 November 1996 yang ditonjolkan. Padahal, tujuh bulan kemudian muncul berita acara hibah yang disembunyikan.

“Yang sering pak Andre tonjolkan tu, ini berita acara. Berita acara ini hanya berupa pengelolaan sementara saja dan bukan hak penuh atas sarana prasarana air bersih. Berita acara ini tanggal 22 November 1996. Terus tujuh bulan kemudian berubah. 5 Juni 1997 dia berubah menjadi penghibaan status aset dari P2AB Departemen Pekerjaan Umum (PU) cq kepada Pemerintah Kabupaten Kupang. Jadi aset tetap. Terus mereka lampirkan dengan berita acara aset-aset yang ada di Rote dan Sabu. Semua ada tanda tangan dan stempel basah,” jelasnya sembari menunjuk berita acara hibah yang asli kepada wartawan.

Menurutnya, selama ini yang ditunjukan kepada Gubernur NTT berita acara pengelolaan sementara. Berita acara nomor: 866/BA-W26 tahun 1997 tentang penghibaan status tetap aset tidak pernah ditunjukan kepada Gubernur NTT.

“Mungkin pak Andre lepas berita acara penghibaan ini dan berita acara pengelolaan sementara ini saja yang dikasih ke gubernur. Tapi dia tidak pernah kasih ini,” tegasnya.
Dijelaskan, berdasarkan berita acara nomor: 866/BA-W26 tahun 1997, maka PDAM Tirta Lontar resmi milik Pemerintah Kabupaten Kupang. Saat ini, aset produktif PDAM Tirta Lontar telah mencapai Rp 100 miliar. Karena itu, jika ada pihak tertentu yang ingin mengelola PDAM Tirta Lontar, maka harus bicara baik-baik dengan Bupati Kupang selaku pemilik.

Ia mempertanyakan maksud dari polemik kepemilikan PDAM yang berkembang belakangan ini. Karena dirinya menduga ada tujuan lain dibalik keributan yang timbul saat ini.
“Sekarang dia mau ganggu lagi. Disitu beta tanda tanya ada apa. Kalau beta ambil kesimpulan, dia hanya mau menyelamatkan proyek monumen cipta karya (MCK). Pipa Rp 140 miliar yang tumpang tindih tidak ada pemanfaatan. Dia punya tujuan itu bukan perbaiki pelayanan. Kalau perbaiki pelayanan, dia suplai air,” katanya.

Rencana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) mengambil alih PDAM, ujarnya, merupakan hal baru. Jika hal tersebut terjadi, maka itu merupakan sejarah baru di Indonesia. BLUD sebenarnya merupakan cikal bakal PDAM, tapi di Kota Kupang sudah ada dua PDAM yang sehat. Karena itu, kehadiran BLUD di Kupang dinilai telah melanggar banyak aturan. (ays)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!