Ciptakan Integritas dan Mentalitas yang Teruji dalam Pelayanan – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Ciptakan Integritas dan Mentalitas yang Teruji dalam Pelayanan

TIM SURVEY : Sebanyak 10 ASN lingkup Kantor BPPT Kupang Kupang yang diambil secara acak usai melakukan wawancara dengan tim KPK-BPS Provinsi NTT nmelakukan foto bersama di Kantor BPPT Kota Kupang. Survey KPK-BPS Provinsi dimaksudkan untuk melakukan penilaian integritas ASN dalam melakukan pelayanan perijinan bagi pemohon ijin.

Yopi Lati/Timex

KPK-BPS Survey di BPPT Kota Kupang

Akhir pekan lalu, Kantor Badan Pelayanan dan Perijinan Terpadu (BPPT) Kota Kupang didatangi sebuah tim survey dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) yang bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT. Kedatangan tim ini untuk melakukan Survey Penilaian Integritas yang diukur melalui beberapa aspek seperti transparansi, akuntabilitas dan perilaku anti-korupsi. Survey ini akan dilakukan selama bulan November 2016.

Tim yang dipimpin Alberth Christian Lulan dengan Hadi Lestiyono, Destiah Kana Mangngi dan Dewi Ayuningtias ini mengambil 10 orang aparatur sipil negara (ASN) BPPT Kupang secara random sebagai representase dari 41 ASN yang ada. Mereka terdiri dari berbagai aspek Tupoksi secara menyeluruh di BPPT. Ke-10 itu adalah Noce Nus Loa, Herman Welkis, Maria H. Gustin, Niecky Martin Tse, Ina M.G. Riwukaho, Grace Lao, Jefri Sooai, Ridwan Akas Baso, Agnes Heidy Los, Nehemia Nenobais.

Kepala BBPT Kota Kupang Noce Nus Loa, SH, M. Si kemarin di ruang kerjanya mengatakan, dengan adanya survey tersebut akan menjadi fakor pengungkit dari sebuah komitmen baru untuk meningkatkan kinerja guna memberantas penyimpangan atau Pungli.

“Karena itu, kami berharap bahwa upaya-upaya seperti ini akan semakin menciptakan integritas dan mentalitas yang semakin teruji untuk melakukan pelayanan khususnya di bidang perijinan dengan semboyan Berani Bersih dengan semakin mengedepankan prinsip melayani tanpa pamrih, melayani tanpa calo dan melayani tanpa pungli,”ungkap Noce.
Dikatakan lagi, survey yang dilakukan ini merupakan sesuatu yang sangat diapresiasi sehingga membuat aparatur sipil negara (ASN) waspada, mengingat dalam hal pungli, yang diproses adalah ASN-nya sehingga aparatur harus waspada sehingga bisa saja pemohon pada mulanya ingin memberi ucapan terima kasih, namun niat itu berubah tidak baik dan melaporkan itu sebagai pungli sehingga berakibat fatal bagi seorang ASN.

“Harapan kami kepada KPK, jangan pernah berhenti selama keadaan masih buruk. Dan kepada sesama ASN, kekayaan terbesar dalam hidup adalah ketika kita memahami apa yang kita kerjakan dengan baik dan benar,”demikian kata Mantan Kabag Humas Setda Kota Kupang ini.

Sebagaimana diketahui, pekan lalu Tim Survey KPK RI-BPS NTT melakukan Survey Penilaian Integritas di Kantor BPPT Kota Kupang. Tim mengambil daftar nama semua ASN kemudian melakukan teknik random lalu menetapkan 10 orang sebagai responden internal yang langsung menjawab pertanyaan melalui android secara rahasia. Setelah itu atas ijin responden, tim langsung mengirim ke sistem terpusat di KPK RI.

Dalam beberapa hari ke depan, tim Survey akan melakukan survey terhadap responden eksternal (pemohon ijin) dgn cara berada di Kantor BPPT, melakukan pengamatan dan langsung berhubungan dengan pemohon secara pribadi.

Dengan survey semacam ini akan sangat memberi inspirasi bagi ASN pelayan publik sehingga semakin mendorong terjadinya perubahan mindset yang turut mempengaruhi komitmen untuk melayani dengan prinsip berani bersih tanpa pamrih, tanpa calo dan tanpa pungli.(sps/opi)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!