Masih Tunggu Permen Tentang FDS – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Masih Tunggu Permen Tentang FDS

Jerhans Ledoh

Jerhans Ledoh

KUPANG, TIMEX-Sejauh ini peraturan teknis mengenai pelaksanaan full day school (FDS) atau yang sudah dirubah menjadi pendidikan penguatan karakter (PPK) belum dikeluarkan pemerintah. Karena itu, NTT khususnya Kota Kupang belum menerapkan program tersebut.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Jerhans Ledoh ketika dikonfirmasi koran ini, akhir pekan lalu. “Kita masih menunggu Permendikbud karena secara teknis pelaksanaan full day school yang sudah dirubah menjadi pendidikan penguatan karakter (PPK) itu harus diatur dalam peraturan menteri,” kata Jerhans.

Jerhans juga mengatakan, pihaknya belum diundang untuk membicarakan program baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut. Untuk tahap awal, akan dicoba pada 542 sekolah. Kota Kupang, jelas Jerhans, belum ditentukan sekolah yang akan menjalani uji coba FDS/PPK tersebut. Namun, sekolah yang akan ditentukan harus mewakili sekolah yang berada di dalam kota kota, di pinggir kota dan di luar kota. “Pertimbangan lainnya adalah kesiapan Pemda dan letak geografis,” ujar Jerhans. Menurutnya, sekolah di Kota Kupang siap untuk menjadi pilot dalam program tersebut.

Konsekuensi dari program tersebut antara lain dihapusnya pekerjaan rumah untuk siswa. “Wacana dihapusnya pekerjaan rumah untuk siswa itu terkait dengan pelaksanaan PPK. Siswa akan ditambah jam pelajaran di sekolah sehingga tidak ada lagi tugas yang dikerjakan di rumah,” ujar Jerhans. Penambahan jam pelajaran itu lebih banyak pelajaran budi pekerti. “Seperti pelajaran agama, budaya dan life skill,” ujar Jerhans.

Program ini, lanjut Jerhans, harus terintegrasi dengan Kurikulum 2013 (K-13). Karena tahun 2020, semua sekolah harus sudah menerapkan program tersebut.

Karena itu dirinya meminta sekolah di Kota Kupang untuk tidak terganggu dengan wacana FDS/PPK tersebut. Dia meminta sekolah untuk fokus menyelenggarakan pendidikan seperti biasa. “Sambil menunggu kapan program ini akan diterapkan, sekolah harus melaksanakan pendidikan seperti biasa. Jangan terpengaruh karena semuanya diatur sesuai aturan. Sebelumnya akan dilakukan uji coba dulu,” harap Jerhans.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menargetkan pendidikan karakter akan diterapkan seluruhnya pada 2020. Saat ini penerapannya akan dilakukan bertahap dan hanya pada sekolah-sekolah yang siap.

Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, penguatan pendidikan karakter (PPK) pada pendidikan dasar (SD dan SMP) akan diimplementasikan pada 542 sekolah di 34 provinsi.

Penguatan lima nilai utama karakter, di antaranya religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas. “Integritas pada kegiatan inti akan menjadi praktik penerapan di sekolah percontohan PPK. Kami targetkan 2020 seluruh sekolah di Indonesia telah menerapkan pendidikan karakter,” ujar Muhadjir, Selasa (25/10).

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menambahkan, pendidikan karakter sangat dibutuhkan dalam merevolusi karakter anak-anak. Anak-anak dibiasakan mengisi waktu dengan kegiatan positif. (esy/jpnn/ito)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!