Aset Kemenhub Jadi Tempat Mesum – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Aset Kemenhub Jadi Tempat Mesum

MUBAZIR. Kondisi bangunan milik Kemenhub di dermaga Borong yang mubazir dan dijadikan tempat mesum.

FANSI RUNGGAT/TIMEX

BORONG, TIMEX – Aset milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI yang berada di pintu masuk dermaga Borong, dibiarkan mubazir. Akibatnya, aset yang sudah berdiri sejak belasan tahun ini, tidak difungsikan dan dijadikan tempat mesum.

Pantauan Timor Express, Senin (7/11), bangunan yang terletak di jalan Pelabuhan Borong Kelurahan Kota Ndora Kecamatan Borong ini tidak terawat. Banyak kotoran di lantai dan atap bangunan. Dinding penuh dengan coretan tulisan serta pintu dan jendela sudah rusak.

Keliling bangunan dihiasi rumput yang tinggi. Tidak ada penjaga atau petugas yang bertugas dibalik bangunan tersebut. Sementara papan nama yang bertulis Kementerian Perhubungan Dirjen Perhubungan Laut Kantor UPP Kelas 3 Labuan Bajo Unit Kerja Borong Matim, masih utuh terpajang di halaman depan bangunan.

Warga setempat, Abdul dan Darmayanti kepada Timor Express mengatakan, kantor milik Kemenhub itu dibangun tahun 2000 lalu. Usai dibangun, langsung dimanfaatkan untuk aktivitas pekerjaan dari petugas Syahbandar. Namum tahun 2005, mulai ditinggalkan atau tidak ada lagi aktivitas perkantoran.

“Sudah lama kantor ini dibiarkan mubazir. Sekarang banyak warga yang cerita, kalau sore hari dan malam hari, jadi tempat esek-esek oleh kaum pria dan wanita. Tidak saja muda mudi, tapi juga pasangan selingkuh,” tutur Darmayanti.

Warga lainnya, Raimundus menyebutkan, bangunan tersebut kerap dimanfaatkan oleh orang-orang untuk tempat mesum, karena tidak terawat dan dibiarkan mubazir. Dirinya tidak tahu apa alasan bangunan itu tidak dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya. Padahal, bangunan itu dibangun menggunakan uang rakyat. Selain itu, setiap kapal masuk dermaga, petugas Syahbandar aktif menjalankan tugas.

“Kalau ada kapal masuk di dermaga, petugas Syahbandar ada. Tapi dia tidak pernah manfaatkan kantor yang ada. Atau minimal dia rawat bangunan yang ada. Karena bangunan ini dibiarkan mubazir, maka kerap dimanfaatkan oleh orang untuk mesum,” kata Raimundus.

Kepada Dirjen Perhubungan Laut, Raimundus berharap agar bangunan yang ada dirawat dan difungsikan. Jangan dibiarkan mubazir. Apalagi sudah ada petugas yang berkaitan dengan aktivitas di dermaga Borong. Jika tidak untuk kantor, maka disewakan kepada pihak lain. Sehingga bangunan yang ada tidak dijadikan tempat mesum.

“Kami tidak tahu, apa ini petugas benaran atau tidak. Tapi setiap ada kapal masuk di dermaga Borong, petugas itu ada. Informasinya ada pungutan disana, tapi soal besarnya pungutan kita tidak tahu. Dia tidak pakai seragam. Kalau dia memang petugas untuk kelola dermaga Borong, mestinya harus pakai seragam dan bangunan yang ada itu harus dijadikan kantor. Paling tidak dia harus rawat,” pintanya. (krf3/ays)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!