Pilkada Serentak Berkualitas (Dapatkah Mendukung Pemerintahan Daerah Demokratis?) – Timor Express

Timor Express

OPINI

Pilkada Serentak Berkualitas (Dapatkah Mendukung Pemerintahan Daerah Demokratis?)

Oleh: William Djani (Dosen FISIP dan Pps Undana Kupang)

Pendahuluan

Pilkada langsung masih ramai dibicarakan berbagai kalangan, tentu membawa pendidikan politik dalam membangun demokrasi di Negeri ini pada level daerah. Tip O’Neill, seorang juru bicara senat Amerika Serikat selama 34 tahun menegaskan, “all politics is local”. Bahwa demokrasi di tingkat lokal menjadi syarat mutlak keberlangsungan demokrasi di tingkat nasional. Hal ini senada dengan teori Smith bahwa desentralisasi membawa faedah bagi masyarakat di daerah, sehingga sistem pemerintahan demokratis di daerah harus dibangun secara kokoh. Robert Alan Dahl dalam pemikirannya tentang Democracy and Its Critics mengisyaratkan bahwa pemilihan umum yang dilakukan langsung oleh rakyat merupakan keharusan agar pemerintah daerah menjunjung akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Ini memberikan pemahaman bahwa akuntabilitas dan tanggung jawab pemerintah daerah sangat bernilai bagi nurani pemangku kekuasaan di daerah untuk memformulasikan dan mengimplementasikan kebijakan publik yang sesuai dengan kepentingan rakyat di daerah.

Argumen tersebut menunjukkan bahwa pilkada langsung menjadi bentuk partisipasi politik masyarakat dalam merencanakan dan mengambil keputusan politik. Proses demokrasi di aras lokal tidak berhenti sampai dengan terpilihnya kepala daerah dan wakil kepala daerah melainkan menyangkut apakah kepemimpinan politik-pemerintahan yang terpilih bisa berorientasi pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat banyak. Pemilukada bisa dianggap gagal apabila kepemimpinan politik-pemerintahan yang terbangun justru merepresentasikan kepentingan segelintir elite politik (oligarkis) yang berkuasa. Oleh karena, Pemilukada memungkinkan warga memilih pemimpin diikuti perluasan akses dan kontrol masyarakat terlibat secara partisipatoris dalam proses kebijakan publik.
Kebijakan ditempuhnya dapat berpihak kepada masyarakat, hal yang tidak fair dan tidak mewakili aspirasi masyarakat supaya ditinggalkan. Parpol harus obyektif terhadap calon yang diusung untuk memperkaya dan memberi pilihan kepada masyarakat akan calon pemimpimnya. Adanya kesadaran dari parpol adalah hal terpenting dalam mengusung calon kepala daerah.

Problematika yang muncul dan Solusi

Harus diakui Pilkada langsung memang masih menyisakan sederet kekurangan yang dikritisi, satu diantaranya terkait dengan kisruh daftar pemilih masih terus mewarnai pilkada langsung memerlukan koordinasi dan pembenahan dilevel birokrasi kependudukan sehingga tidak saling melempar kesalahan dalam penyelenggaraan Pilkada. Masalah akurasi data sering dijadikan para pasangan calon yang kalah melakukan gugatan.

Pangkal permasalahan data tak akurat, karena proses pengumpulannya dilakukan tanpa melibatkan pihak yang paling mengetahui penduduk di daerah. Panitia Pemungutan Suara bertanggung jawab terhadap pemutakhiran data pemilih. Jika dalam pemutakhiran data pemilih melibatkan RT/RW, maka masalah data pemilih dapat diminimalisasi, karena lembaga ini yang paling mengetahui penduduknya. Selain itu masalah akuntabilitas penghitungan dan rekapitulasi hasil penghitungan suara. Selama ini, pengawasan proses penghitungan dan rekapitulasi sangat rawan kecurangan. Ada celah manipulasi dan tak mampu menutup keterbatasan jangkauan para saksi peserta pilkada dan Panwaslu mengawasi penghitungan suara di setiap TPS.
Solusi menyelamatkan pilkada langsung terlaksana secara efektif; tanpa membinasakannya dari penjelmaan demokrasi, sehingga menjadi kancah audisi kepemimpinan bagi elit lokal mengembangkan kecakapannya. Di sisi lain, rakyat di daerah mengenyam pendidikan politik untuk memilih dan menentukan pemimpinnya sendiri tanpa intervensi siapapun, termasuk pemerintah pusat.
Perilaku pemilih dalam menentukan pilihan atas seorang kandidat, yang dalam ilmu politik, dikelompokan dalam beberapa kategori: pertama, penentuan pilihan karena kasamaan ideologi dengan kandidat. Namun, dalam realitasnya sekarang dengan politik aliran semakin cair, ideologi agaknya tidak lagi menjadi faktor determinan, di samping untuk mencari garis persamaan ideologis sekarang ini juga bukan hal mudah karena arus pragmatisme politik yang demikian kuat. Kedua, pilihan didasarkan pada afiliasi partai politik. Kandidat yang didukung partai politik pilihannya, kepada dialah pilihan dijatuhkan. Pemilih yang berperilaku seperti ini agaknya lebih banyak, sehingga para kandidat berupaya sekuat tenaga untuk memperoleh dukungan partai politik sebanyak mungkin. Ketiga, pilihan karena kesamaan etnisitas. Banyak mengasumsikan, etnisitas turut menentukan pilihan politik seseorang, sehingga salah satu kandidat Pemilukada menjadikan isu etnisitas sebagai penarik suara. Asumsinya, meski etnisitas ikut menentukan, tapi dalam Pemilukada tidak terlalu signifikan. Keempat, pilihan didasarkan pada pragmatisme politik. Pragmatisme bisa muncul seperti politik uang, kedekatan dengan kandidat, dan sebagainya. Politik uang dalam berbagai bentuk manifestasinya, mempunyai pengaruh besar membentuk pragmatisme politik. Politik uang sebagai bentuk pragmatisme politik tidak selalu dalam pemberian sejumlah uang kepada pemilih, tapi bisa dalam bentuk yang agak soft agar tidak dikesankan membeli suara. Dapat diduga, pemilih dalam Pemilukada banyak menempuh cara ini untuk menentukan pilihan. Kelima, pilihan karena program dan integritas kandidat. Pemilih yang rasional biasanya melihat sisi ini. Tapi dugaan kuat, tidak banyak pemilih yang menggunakan hal ini sebagai pertimbangan utama untuk menentukan pilihan, masih ada variabel lain mempengaruhinya diantaranya disandingkan dengan faktor agama, hubungan emosional dan sebagainya.
Fenomena demikian lumrah dalam masyarakat, meski demikian, sebagai bagian dari proses demokrasi yang paling workable sekarang ini, keberadaan Pemilukada tidak bisa diabaikan begitu saja. Ia menjadi prasyarat utama untuk menandai apakah demokrasi terjadi atau tidak. Pemilukada dalam konteks ini menjadi satu-satunya ruang untuk menunjukkan keberkuasaan rakyat atas elitenya. Melalui proses pemilihan, rakyat menyerahkan sebagian kedaulatannya kepada elitenya. Hal inilah membedakan demokrasi dan nondemokrasi, baik dalam proses pemilihan maupun bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Melalui prosedur ini, rakyat bisa menuntut pertanggungjawaban atas kinerja pemerintahan berujung pada apakah ia masih layak dipilih lagi atau tidak.
Kita tidak ingin pemerintah daerah selalu mengalami problem bahkan konflik baik kepala daerah dan wakilnya dalam masa kepemimpinan tapi harus mesra, bukannya hanya pada masa kampanye dan menjadikan birokrasi terbelah, sehingga berefek negatif terhadap pelayanan publik sebagai misi utama birokrasi. Perlu keseimbangan beban politik dan beban pelayanan publik pasca pemilihan kepala daerah, semestinya beban pelayanan publik yang dikedepankan, tetapi ternyata beban politik juga terbawa dalam rangka mengatur strategi untuk mempertahankan kekuasaan. Birokrasi menjadi terombang-ambing dan tidak bersifat netral karena ada kekhawatiran kehilangan jabatan dan atau di mutuasi ke tempat yang marginal.

Penutup

Pemilukada muncul sebagai konsekwensi dari desentralisasi politik yang dinafasi oleh semangat reformasi. Desentralisasi ditandai dengan beralihnya arena pertarungan dari pusat ke daerah. Lokal menjadi lokus bagi berbagai pihak untuk melakukan konsolidasi agar mendapat tempat di hati masyarakat. Pilkada adalah jalan tercepat untuk mewujudkan akomodasi politik para elit nasional dan lokal.
Wujud demokrasi yang positif dalam perkembangan sistem pemerintahan di Indonesia, dalam pelaksanaan demokrasi dengan mengedepankan kepentingan masyarakat bukan kepentingan beberapa golongan saja. Out put penyelenggaraan pemilukada akan merubah konstalasi pemerintahan daerah dan suksesinya yang dilaksanakan tidak diikuti kekerasan dan meminimalisasi bahkan menghilangkan konflik sehingga mendukung pemerintahan daerah yang demokratis. (*)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!