Surveilans Ulang Tunggu Tim BAN – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Surveilans Ulang Tunggu Tim BAN

Di SMAN 1 dan SMAN 3 Kupang

KUPANG, TIMEX-Badan Akreditasi Pendidikan (BAP) Provinsi NTT belum melakukan surveilans ulang di SMAN 1 Kupang dan SMAN 3 Kupang. BAP masih menunggu tim dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) untuk pelaksanaan surveilans ulang guna menentukan akreditasi di dua sekolah tersebut.
Sebelumnya sudah ada hasil akreditasi di dua sekolah itu. Namun, dua sekolah tersebut menolak hasil akreditasi B yang diberikan BAP NTT. Sesuai mekanisme, proses selanjutnya adalah surveilans ulang.

Kepala BAP NTT, Simon Riwu Kaho membenarkan belum dilaksanakannya surveilans ulang tersebut. “Kami masih menunggu tim dari pusat (BAN). Karena ini sudah menjadi kewenangan pusat,” kata Simon Selasa (8/11) melalui telepon selulernya. Simon yang sedang melaksanakan tugas di Adonara, Flores Timur itu mengatakan, pihaknya tinggal menunggu kesiapan waktu dari BAN. “BAP sudah siap untuk melaksanakan surveilas ulang tersebut. Kapan tim dari BAN siap, kita akan laksanakan,” ujarnya.

Surveilans ulang ini dilaksanakan setelah ada keberatan dari SMAN 1 Kupang dan SMAN 3 Kupang terkait hasil akreditasi yang dilakukan BAP NTT. Kedua sekolah itu melayangkan keberatan secara tertulis dan dijawab oleh BAP NTT. Namun, tetap dilakukan protes. Karena itu, sesuai penjelasan Ketua BAP NTT, Simon Riwu Kaho bahwa langkah yang ditempuh adalah dengan melalukan surveilans ulang. Dua sekolah ini akan disurvei ulang untuk menentukan akreditasi.

Ditegaskan Simon, keberatan dan tuntutan yang disampaikan dua sekolah tersebut untuk merubah hasil akreditasi tidak bisa dilakukan. “Tidak ada ruang aturan yang memungkinan untuk itu. Kecuali dilakukan surveilans ulang,” jelas Simon. Dirinya kembali menjelaskan tahapan penilaian yang dimulai dari EDS (evaluasi diri sendiri). “EDS itu sebenarnya bukan tahap pertama penilaian. EDS itu sebagai prasyarat untuk melakukan akreditasi. Kalau EDS layak untuk akreditasi baru kita lakukan akreditasi. Karena itu sangat tidak tepat jika menggunakan hasil EDS untuk melakukan protes,” tegas Simon.

Tahapan penilaian dimulai dari Bimtek tentang akreditasi sekolah. Setelah itu lanjut ke visitasi. Hasil visitasi lalu dilakukan monitoring dan evaluasi (Monev). Hasilnya dibawa ke tim verifikasi BAP. Tim yang akan melakukan verifikasi, jelas Simon, adalah asesor terpilih.

Tim verifikasi ini akan melaksanakan tugasnya dan menghasilkan berita acara dan SK penetapan. Sertelah itu dilanjutkan tahapan terakhir yakni pleno yang membahas hasil verifikasi. “Hasil pleno itu final. Hasil pleno ini akan disampaikan ke sekolah dan ke publik,” katanya.

Simon mengatakan, sekolah boleh melakukan keberatan jika memiliki bukti yang kuat. Tidak bisa menggunakan hasil EDS sebagai alasan untuk melakukan keberatan. Namun, untuk pihaknya akan melakukan surveilans lagi untuk menjawab keberatan yang dilakukan dua sekolah tersebut.

Mengenai adanya permintaan agar BAP juga memperhatikan kondisi daerah, Simon mengatakan, hal itu tidak bisa ditolerir. “Standar yang digunakan itu baku. Berlaku sama di seluruh Indonesia. Ini untuk menjamin kualitas pendidikan dan setara dengan daerah lainnya.

Sebelumnya, Kabid Pembinaan UPA dan Asesor, Yusuf Kuahaty mengatakan, akreditasi dilaksanakan sesuai delapan standar penilaian. “Dari delapan standar ini akan turun ke indikator lalu ke pertanyaan-pertanyaan. Sehingga delapan standar ini merupakan satu kesatuan,” tegas dosen Undana itu.

Keberatan yang dilakukan dua sekolah favorit tersebut cukup beralasan. Pasalnya, ouput SMA dengan akreditasi B tidak bisa diterima di perguruan tinggi dengan akreditasi A. Dan ini akan berlangsung selama lima tahun. (ito)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!