Tolak Penggunaan Isu SARA untuk Politik – Timor Express

Timor Express

POLITIK

Tolak Penggunaan Isu SARA untuk Politik

NYATAKAN SIKAP. AKRAB NTT menyerahkan pernyataan sikap kepada Gubernur NTT yang diterima Karo Humas Setda NTT, Semuel Pakereng di lobi kantor Gubernur, Jl. Basuki Rahmat, Naikolan, Selasa (8/11).

obed gerimu/timex

AKRAB NTT Unjuk Rasa ke DPRD, Polda dan Gubernur

KUPANG, TIMEX-Berbagai isu SARA yang digulirkan untuk kepentingan politik berpotensi menghancurkan persatuan nasional.
Mencermati persoalan tersebut, belasan organisasi mahasiswa dan organisasi masyarakat di Kota Kupang yang tergabung dalam Aksi Rakyat Bersatu Nusa Toleransi Tinggi (AKRAB NTT) melakukan unjuk rasa ke gedung kantor DPRD NTT, Mapolda NTT dan gedung kantor Gubernur NTT, Selasa (8/11).

Unjuk rasa diawali di gedung DPRD NTT di Jl. El Tari. Selain berorasi, massa aksi juga membacakan pernyataan sikap dan menyerahkan kepada anggota DPRD NTT, Winston Rondo dan Anselmus Talo.

AKRAB NTT yang dikoordinir oleh Marianus Lodwick Dea, dalam pernyataan sikapnya, mengutuk segala bentuk tindakan kekerasan atas nama agama. “Kami mengutuk penggunaan isu SARA untuk mencapai kepentingan politik dalam bentuk apapun, dan menyerukan hentikan isu SARA dalam seluruh praktik kehidupan berbangsa sekarang juga,” kata Marianus.

Pemerintah juga diminta untuk mengadili dan membubarkan organisasi-organisasi fundamentalis dan radikal berjubahkan agama yang selalu menggerogoti sendi-sendi kehidupan rakyat.

AKRAB NTT juga mendesak pemerintah mengadili dan membubarkan Front Pembela Islam (FPI) karena bukan merupakan representasi umat Islam, dimana dalam berbagai aktivitasnya FPI justru melakukan berbagai tindakan kekerasan, menggunakan isu SARA untuk menghancurkan persatuan nasional.

Winston Rondo pada kesempatan itu mengatakan, DPRD mendukung sikap politik dari AKRAB NTT. Menurutnya, pernyataan sikap tersebut menunjukkan komitmen rakyat NTT yang tetap mengawal Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Suban Pulo, salah satu tokoh pemuda Islam NTT, menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia, dan rakyat NTT secara khusus untuk tidak terpancing dengan berbagai isu SARA yang dihembuskan, termasuk dalam menyikapi situasi nasional dengan tetap menunjukkan jati diri rakyat NTT sebagai rakyat yang menghargai perbedaan.

“Kami menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya di NTT untuk tetap menjaga persatuan nasional. Tetap memupuk semangat solidaritas dan persaudaraan antar umat beragama,” tandas Suban Pulo.

Terpantau, usai aksi di gedung DPRD NTT, massa aksi lalu melakukan long march ke Mapolda NTT di Jl. Soeharto, kemudian ke Kantor Gubernur NTT, Jl. Basuki Rahmat.
Di kantor gubernur, massa aksi diterima oleh Karo Humas Setda NTT, Semuel Pakereng.

Pakereng pada kesempatan mengatakan gubernur bersama Forkopimda telah memberikan apresiasi kepada masyarakat NTT karena terus menjaga kedamaian di daerah ini.
“Bagi Pemprov NTT, pernyataan sikap ini juga yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat bahwa dalam situasi apapun, dalam hidup bernegara, unsur-unsur SARA tidak boleh dilibatkan setiap peristiwa pemerintahan,” tandas Pakereng. (joo/aln)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!