Menjadi Saksi Sejarah Stephen Curry – Timor Express

Timor Express

SPORTIVO

Menjadi Saksi Sejarah Stephen Curry

SEJARAH. Rombongan tim putra dan putri DBL Indonesia All Star 2016 berpose foto bersama dengan latar belakang lapangan Golden State Warriors di Oracle Arena di Oakland, California, Amerika Serikat (7/11).

Dipta Wahyu/Jawa Pos

Sang MVP Pecahkan Rekor Tiga Angka Terbanyak di NBA

Laporan: Rosyidan dan Dipta Wahyu
dari San Francisco

SAN FRANCISCO,TIMEX – Yohanes Kristian langsung menangis. Asisten pelatih tim putri Honda DBL Indonesia All-Star 2016 asal Bandung itu menyangka bahwa kunjungan ke Oracle Arena semata bertujuan untuk mengambil foto saja. Agenda hari terakhir di San Francisco sebelum berangkat ke Sacramento memang ’’hanya’’ foto bersama di depan markas Golden State Warriors tersebut.

Setelah selesai berfoto, alih-alih menuju bus untuk berangkat ke Sacramento, Donny Rahardian, general manager PT DBL Indonesia, mengumumkan sebuah kejutan. Direktur Utama PT DBL Indonesia Azrul Ananda yang belum bergabung di Amerika Serikat sudah membelikan tiket pertandingan hari itu; Warriors versus New Orleans Pelicans.
’’Saya terharu. Ini kali pertama saya menonton pertandingan NBA dan langsung melihat (Stephen) Curry di Oracle Arena,’’ ujar Yohanes sambil menangis terisak dan digoda hampir seluruh skuad DBL All-Star.

Seperti halnya Yohanes, para pemain DBL All-Star bersorak girang ketika mengetahui bahwa mereka ternyata akan masuk ke Oracle Arena dan menyaksikan Curry, Kevin Durant, Klay Thompson, dan kawan-kawan bertanding.

’’Benar-benar kejutan. Yang saya tahu, kami ke Amerika ini hanya untuk menyaksikan Sacramento Kings saja. Ternyata dapat bonus nonton Warriors. Ini durian runtuh!’’ kata Dewanta Aji Putra, asisten pelatih tim putra DBL All-Star 2016 asal SMA Budi Mulia 2 Jogjakarta.

Laga antara Warriors melawan Pelicans merupakan laga bertabur bintang. Senin malam waktu setempat (7/11) atau kemarin WIB (8/11) rombongan DBL All-Star menyaksikan lima pemain NBA All-Star berlaga dalam satu pertandingan.

Di Warriors, ada Curry, Thompson, Durant, dan Green. Di Pelicans, ada Anthony Davis yang menunjukkan performa dahsyat dalam enam pertandingan pertamanya. Meski, dalam kenyataannya, dia belum mampu membungkus satu pun kemenangan.

Kehebatan Davis langsung menonjol pada kuarter pertama. Meski Pelicans tertinggal 24-28, Davis leluasa memasukkan 12 poin. Empat dari lima tembakannya menembus ring Warriors.

’’Hebat sekali. Saya tidak sangka Anthony Davis sehebat ini. Dia bisa dribble, bisa menembak tiga angka, dan tentu saja dominan sekali ketika di bawah ring,’’ ujar Tubagus Arif Mu’min, head coach tim putra DBL All-Star.

Kehebatan Davis langsung diantisipasi dengan baik oleh para pemain Warriors. Pada kuarter kedua, Davis hanya memasukkan tiga angka. Pada kuarter itu, giliran superstar Warriors Kevin Durant yang menggila. Pemain yang baru pindah dari Oklahoma City Thunder tersebut seperti ingin menunjukkan kehebatannya. Dia menjadi pencetak angka terbanyak bagi Warriors pada kuarter kedua dengan total 12 poin.

’’Kevin Durant memang sulit dihentikan. Sepanjang pertandingan, pemain-pemain Pelicans sudah setengah mati mematikan. Tapi, dia selalu menemukan celah untuk mencetak angka,’’ ucap Darren Benaya Budiman, pemain All-Star dari SMA Bina Bakti 1 Bandung.

Warriors yang sudah sempat unggul hingga 21 poin justru terkejar pada kuarter ketiga. Anthony Davis kembali dominan dan membungkam para penonton yang memenuhi Oracle Arena. Sempat unggul satu angka, Pelicans tertinggal 78-84 pada akhir kuarter ketiga.

Dimulai di kuarter ketiga, Stephen Curry semakin panas pada kuarter pemungkas. Pemain yang menjadi MVP NBA dua musim berturut-turut (2015–2016) itu benar-benar di atas angin.

Curry memasukkan 13 dari 17 kali percobaan tembakan tiga angka. Itu adalah rekor tembakan tiga angka terbanyak dalam sejarah NBA. Sontak, Oracle Arena bergemuruh. Para penonton selalu meneriakkan ’’MVP! MVP! MVP!’’ setiap kali Curry memegang bola. Dan ya, skuad DBL All-Star 2016 menjadi saksi langsung sejarah tersebut.

’’(Sejak kekalahan Warriors melawan Lakers dan Curry gagal mencetak satu pun tembakan tiga angka) Saya semakin giat berlatih. Saya semakin sering menambah porsi menembak tiga angka,’’ jelas Curry pada sesi konferensi pers setelah pertandingan.

’’Ketika saya menyamakan rekor tembakan tiga angka di NBA (12), saya selalu bertanya-tanya, akankah saya memasukkan 13 tembakan tiga angka? Dan sejujurnya, saya baru tahu saya memasukkan 13 tembakan tiga angka di ruang ganti tadi,’’ imbuhnya.

Warriors kemudian menutup laga dengan kemenangan 116-106. Anthony Davis yang mencetak total 33 angka dan 13 rebound tak bisa mengeluarkan banyak komentar. ’’Stephen Curry sedang menjadi Stephen Curry,’’ komentarnya singkat.

Curry mencetak total 46 poin. Terbanyak bagi Warriors. Disusul Klay Thompson (24 poin) dan Kevin Durant (22 poin).
’’Pertunjukan yang istimewa,’’ ujar Steve Kerr, head coach Warriors. ’’Sebenarnya tidak mengejutkan bahwa Curry bisa bangkit seperti pada pertandingan tadi,’’ tambahnya. (*/c17/nur/jpg/rum)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!