Polda Tangkap 6 Pengedar Sabu – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Polda Tangkap 6 Pengedar Sabu

GELAR PERKARA. Direktur Resnarkoba, Polda NTT, Kombes Pol Turman Siregar (tengah) didampingi Kasubdit III, AKBP Nugroho dan Kabid Humas, AKBP Jules Abast, membeberkan hasil tangkapan aparat kepolisian dalam kasus peredaran narkoba di Mapolda NTT, Selasa (15/11).

OBED GERIMU/TIMEX

Di Waingapu dengan Barang Bukti 6 Paket SS

KUPANG, TIMEX-Direktorat Reserse dan Narkoba (Dit Resnarkoba) Polda NTT berhasil mengungkap sindikat pengedar narkoba jenis sabu-sabu (SS) di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.

Direktur Resnarkoba, Kombes Pol Turman Siregar kepada awak media di ruang kerjanya, kemarin (15/11), menguraikan, kronologi penangkapan para tersangka.
Turman yang didampingi Kasubdit III, AKBP Nugroho dan Kabid Humas, AKBP Jules Abast, mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula pada Jumat (21/10), dimana tim Subdit III Ditresnarkoba Polda NTT berangkat ke Waingapu karena mendapat informasi bahwa para tersangka sering mengedar sabu-sabu di Waingapu.

Kemudian, pada Sabtu (5/11) sekira pukul 18.00, tim bersama unit 4 Sat Intelkam Polres Sumba Timur melaksanakan penangkapan terhadap tersangka MS, 46, di wilayah Payeti, Kelurahan Matawai, Kecamatan Kota Waingapu. Setelah digeledah, ditemukan barang bukti berupa 1 paket sabu-sabu.

Tersangka MS yang juga warga Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu, saat diperiksa petugas, mengaku barang haram tersebut dikirim dari Jawa, dan akan dijual kepada WR alias A, 43, warga Kelurahan Kambajawa. Atas keterangan itu, malamnya tim menyuruh MS menghubungi WR untuk mengambil sabu.
“Saat dihubungi MS, WR mengaku belum bisa karena masih sibuk,” ungkap Turman.

Dan sekira pukul 21.00, MS kembali menghubungi WR, dan WR mengatakan bahwa tidak pernah memesan sabu-sabu. “Tim menduga informasi telah bocor,” kata Turman.
Selanjutnya, pada Minggu (6/11) sekira pukul 15.00, tim berinisiatif untuk menjemput WR di rumahnya, dan setelah diinterogasi WR mengakui bahwa benar sebelumnya pada 3-4 November, dia membeli 2 paket sabu pada AK, 53, warga Kelurahan Matawai.

“Selain itu, WR juga mengaku dua kali membeli sabu pada AK di bulan Oktober,” imbuh Dirresnarkoba.
Berdasarkan keterangan WR, lanjut Turman, tim menyuruh WR untuk menghubungi lagi AK untuk membeli sabu. AK menyanggupi dan sekira pukul 17.00 saat mengantar sabu di gudang barang milik WR, Kelurahan Kambajawa, tim langsung menangkapnya dan setelah digeledah ditemukan 1 paket sabu.

Turman melanjutkan, tim pun menginterogasi AK dan memperoleh pengakuan bahwa sabu tersebut dibeli dari MYL, 43, warga Kelurahan Matawai, sehingga AK pun diminta memesan lagi barang pada MYL.

Dan sekira pukul 18.00, saat MYL menyerahkan sabu kepada AK di belakang Kantor JNE Waingapu, Kelurahan Matawai, tim menangkap MYL dan setelah dilakukan penggelahan ditemukan 4 paket sabu.

Setelah tim melakukan interogasi terhadap MYL, MYL mengaku barang tersebut dari M di Surabaya, dan sabu-sabu dikirim lewat ABK berinsial IWR, 41, warga Kelurahan Kedung Rejo, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Atas keterangan itu, petugas pun bergerak cepat menangkap IWR.

Setelah tim melakukan interogasi terhadap IWR, dia mengaku bahwa benar telah membawa sabu-sabu milik MYL dari Surabaya yang dititp oleh M.
“Para tersangka saat ini sedang menjalani proses hukum dan ditahan di Ditresnarkoba Polda NTT,” terang Turman Siregar.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) dan atau Pasal 112 Ayat (1) dan atau Pasal 127 Undang-undang (UU) RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun, dan atau denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 20 miliar. (joo/aln)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!