Korban Tewas, Polisi Tolak Buat LP – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Korban Tewas, Polisi Tolak Buat LP

SEKARAT. Inilah kondisi korban penganiayaan berat yang dilakukan oleh Kades Fotilo, Stefanus tafuli dan pengawas TK/SD, Ovir H. NUban, Andi Kamlasi ketika menjalani rawat inap di ruang Kelimutu RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes Kupang. Kondisinya kritis akibat dianiaya pakai batu, kayu serta tangan.

GATRA BANUNAEK/ TIMEX

Jasad Tertahan Tiga Malam di Kamar Jenazah

KUPANG, TIMEX – Kinerja aparat Polsek Amanatun Utara, wilayah hokum Polres TTS disesalkan keluarga korban Andi Kamlasi, 17, warga Desa Fotilo, Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten TTS.

Betapa tidak, meski sudah dianiaya oleh Kepala Desa Fotilo, Stefanus Tafuli dan seorang pengawas TK/SD, Ovir H. Nuban hingga sekarat, korban Andi Nuban bukannya diantar ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis melainkan ditahan di Polsek Amanutun Utara.

Diduga kuat, penyidik Polsek Amanatun Utara yakni Kanit Res Polsek Amanatun Utara yang diketahui bernama Mares sudah dipengarhui oleh para terduga pelaku penganiayaan berat. Tak hanya itu, keluarga korban justru diancam akan ditahan di sel Mapolsek Amanatun Utara ketika mengadukan kasus penganiayaan berat yang dialami Andi Kamlasi.
Orangtua Andi Kamlasi, Yohanes Kamlasi kepada Timor Express di RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes Kupang, akhir pekan kemarin, menjelaskan anaknya Andi Kamlasi dianiaya oleh dua orang pelaku yakni Kepala Desa Fotilo, Stefanus Tafuli dan salah seorang pengawas TK/SD, Ovir H.Nuban pada 30 Oktober lalu.

Ketika menganiaya korban Andi Kamlasi, para pelaku dalam kondisi overdosis minuman keras (miras). “Jadi, anak saya Andi Kamlasi dianiaya ketika akan pergi ke pesta nikah. Di perjalanan menuju tempat pesta, Andi dihadang oleh Stefanus Tafuli dan Ovir H.Nuban,” sebut Yohanes Kamlasi.

Saat itu kedua terduga pelaku penganiayaan berat terhadap Andi Nuban hendak meminjam sepeda motor milik Andi. Andi tidak mau meminjamkan sepeda motor karena Andi juga mengalami kelainan fisik sehingga susah jalan kaki.

Karena sepeda motor tidak diberikan, kedua pelaku langsung menganiaya korban menggunakan tangan dan kayu serta batu. Tak puas menganiaya korban, salah satu pelaku yakni Ovir H.Nuban lalu memutar leher korban hingga terkilir. Akibatnya, leher korban Andi Kamlasi mengalami pembengkakan. Setelah menganiaya korban, kedua pelaku justru membawa korban ke Polsek Amanatun Utara. “Jadi, Andi Kamlasi sempat dibawa ke Polsek Amanatun Utara. Meski menderita sakit akibat dianiaya, korban justru dibawa ke Polsek dan bukan ke puskesmas. Setelah dilepas aparat Polsek Amanatun Utara, Andi Kamlasi kembali ke rumah dalam kondisi sakit parah. Karena itulah maka kami langsung bawa ke puskesmas,” jelas Yohanes.

Karena kondisi sakitnya parah, maka oleh pihak medis di puskesmas Amanatun Utara meminta agar korban dirujuk ke RSUD SoE. “Kami rujuk Andi dari Ayotupas ke SoE pakai mobil pick up karena mobil ambulans tidak ada. Setelah di SoE, dokter sarankan agar kami rujuk Andi lagi ke Kupang. Dari hasil rontgen ditemukan ada keretakan batok kepala bagian belakang dan terkilir leher. Andi Kamlasi akhirnya meninggal dunia pada Kamis (17/11) sekira pukul 14.00. Kami langsung minta untuk diotopsi. Tapi kami dipersulit lagi oleh penyidik Polsek Amanatun Utara, sehingga kami tertahan di ruang IPJ sudah tiga malam,” jelas Yohanes sambil bercucuran air mata.

Terpisah, Kapolsek Amanatun Utara, Iptu Sepri Piung yang dikonfirmasi Timor Express via telepon selularnya terkait kejadian yang menimpa korban Andi Kamlasi mengatakan pihaknya memang sempat menerima korban pada 30 Oktober lalu karena dibawa oleh Kepala Desa Fotilo. “Jadi, saya sudah perintahkan Kanit Res untuk panggil dan periksa Stefanus Tafuli dan Ovir H. Nuban. Sebelum korban Andi Nuban meninggal dunia, saya juga sudah perintahkan Kanit Res untuk segera limpahkan kasus tersebut ke Polres TTS,” jelas Sepri Piung.

Dirinya juga mengatakan sudah memerintahkan Kanit Res Polsek Amanatun Utara untuk segera menuju ke Kupang dan mengawas proses otopsi terhadap jasad Andi Kamlasi. (gat/sam)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!