Polisi Telusuri Keluarga Irwansyah – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

KRIMINAL

Polisi Telusuri Keluarga Irwansyah

Irwansyah

Satu Orang Hilang di Laut

KUPANG, TIMEX–Aparat kepolisian bekerja cepat menangani kasus penyerangan dengan senjata tajam (pisau) yang melukai tujuh siswa kelas V SDN 1 Seba, kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua (Sarai), Selasa (13/12). Kabid Humas Polda NTT, AKBP Jules Abast di ruang kerjanya, menyampaikan Polda NTT telah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat untuk menelusuri keluarga pelaku. Penelusuran terhadap keluarga pelaku dilakukan untuk kepentingan hukum, termasuk pemulangan jenazah pelaku.

Untuk diketahui, tim Biddokkes Polda NTT di Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang telah melakukan otopsi terhadap jenazah pelaku Irwansyah, 32. Setelah diotopsi, jenazah dititip di mesin pendingin (freezer) di ruang kamar jenazah. Jenazah pria asal Harjamukti, Cimanggis, Depok, Jawa Barat itu sebelumnya diberangkatkan dari Sarai ke Kupang dengan kapal cepat Express Chantika 77. Jenazah kemudian dijemput oleh tim Biddokkes dengan menggunakan ambulans di pelabuhan Tanjung Lontar Tenau sekira pukul 05.00, Rabu (14/12), dan langsung dibawa ke ruang IPJ RSB.

Polisi juga mengevakuasi enam orang yang diduga sebagai teman pelaku ke Kupang, sekira pukul 16.00, Rabu (14/12) kemarin menggunakan pesawat Susi Air.
Setibanya di Bandara El Tari, enam pria yang teridentifikasi berasal dari Bonto Kanang, Galesong Selatan, Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu langsung dibawa ke kantor Ditreskrimum di Mapolda NTT dan diperiksa secara tertutup. Enam pria tersebut adalah, Kabir, 26, Basri, 27, Udin DG. Siriwa, 24, Rusli, 24, Irfan, 25, dan Bustan DG Jiwa, 28.
Terpantau, sebelum diperiksa, enam pria tersebut terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim Bidokkes Polda NTT yang dipimpin Kabid Dokkes, AKBP dr. Muhamad Haris.

Seorang rekan dari enam pria tersebut, bernama Muhamad Hatta, 33, juga asal Desa Bonto Kanang dikabarkan melompat ke laut saat diamankan dari kapal cepat Express Chantika 77 ke kapal TNI AL di laut Sawu, dan hingga saat ini belum berhasil ditemukan.

Kapolda: Murni Kriminal

Kapolda NTT, Brigjen Pol Widyo Sunaryo yang dikonfirmasi via ponsel, mengatakan kasus tersebut murni tindak kriminal dan sama sekali tidak ada kaitan dengan SARA. Jendral bintang satu itu katakan, tersangka tewas karena dihakimi oleh ratusan massa yang jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah polisi dan aparat TNI yang mengamankan. “Tidak terjadi penjarahan maupun sweeping terhadap warga pendatang sebagaimana ramai tersebar di medsos. Situasi saat ini sudah kondusif,”kata Kapolda. Dia juga menghimbau agar warga Sarai dan NTT tidak mudah terprovokasi oleh berita di medsos yang umumnya cenderung memutarbalikkan fakta yang sebenarnya.

Informasi lain yang dihimpun Timor Express, Kapolda NTT, Brigjen Pol Widyo Sunaryo, Danrem 161/WS Kupang, Brigjen TNI Heri Wiranto dan Kabinda NTT, Daeng Rosada setelah tiba di Sarai langsung melakukan pertemuan dengan Wakil Bupati Sarai, Nikodemus Rihi Heke bersama para tokoh masyarakat (Tomas) dan tokoh agama (Toga) dan tokoh pemuda Sarai, pada Selasa (13/12) sekira pukul 19.00.

Dalam pertemuan tersebut dibahas tentang upaya-upaya yang perlu ditempuh dalam rangka penyelesaian masalah tersebut. Saat itu Tomas dan Toga di Sarai menyatakan menyesal dan mengutuk tindakan yang dilakukan oleh pelaku.

Disepakati pula bahwa permasalahan yang terjadi merupakan masalah kriminal/pidana murni sehingga Polri perlu terus mendalami motif pelaku dan menindak tegas siapapun yang terlibat dan tidak ada unsur SARA.

Selain itu, TNI juga diminta harus terus mem-backup Polri dalam penanganan kejadian di Sarai dan agar bertindak tegas. Sedangkan Pemda diminta segera mengambil langkah-langkah penyelesaian masalah di masyarakat dengan berkoordinasi dengan aparat keamanan.

Hingga kemarin (14/12), 140 personel Polri dan TNI yang diperbantukan di Sarai terus disiagakan di sejumlah titik rawan guna mencegah berkembangnya situasi masyarakat.
Pasukan bantuan terdiri atas 20 personel Yonif 743/PSY dipimpinan Lettu Inf M. Said dan 53 personel Brimobda NTT yang dipimpin langsung Kasat Brimob AKBP Yoppi Indra Prasetya, dan 45 personel Polres Kupang. Personel bantuan lainnya adalah tim Intel Polda NTT (6 orang), Binmas Polda NTT (3 orang), Reskrimum Polda NTT (5 orang), Propam Polda NTT (4 orang), tim Intel Korem 161/WS (2 orang), Deninteldam 1 orang dan BIN 1 orang. (joo/boy)

26 Hari di Sabu, Sempat Lamar Jadi Guru

BERBAGAI informasi dari beberapa sumber terpercaya berhasil dirangkum Timor Express, terkait dengan keberadaan pelaku Irwansyah,32, di Kabupaten Sabu Raijua (Sarai).
Irwansyah yang berasal dari Harjamukti, Depok, Jawa Barat diketahui tiba di Sarai pada Kamis (17/11). Pelaku sebelumnya sempat tinggal di Kota Kupang untuk mencari pekerjaan namun tidak mendapatkannya, sehingga dia memilih datang ke Sarai dengan harapan dapat memperoleh pekerjaan.

Di Sarai, Irwansyah tinggal di sebuah kos-kosan di daerah jalan raya Pelabuhan Seba.
Dia pernah melamar untuk menjadi guru, dan melamar untuk menjadi pegawai di Dinas PPO Sarai, namun tidak diterima.
Irwansyah juga pernah melamar untuk menjadi guru SMA, namun oleh kepala sekolah yang didatangi menyampaikan bahwa untuk menjadi guru tidak mudah dan harus sesuai prosedur.

Informasi lain menyebutkan, Irwansyah saat datang ke Sarai sempat berkenalan dengan seorang perempuan bernama Kartince yang kemudian membantunya mencarikan kos, selanjutnya memperkenalkan Irwansyah ke Irgan Tandi.

Irwansyah kemudian tinggal di kos milik Jafar Musa di Jalan Pantai Seba. Dan ada dua orang yang kos dekat pelaku. Pada saat kejadian, kedua orang tersebut sempat menanyakan kepada masyarakat tentang kejadian apa yang telah terjadi, kemudian lari menyelamatkan diri.

Diduga kedua orang itu takut dengan situasi yang sedang terjadi, dan hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.
Menyangkut tujuh orang yang diduga rekan pelaku sebelumnya dalam waktu bersamaan diketahui menyelamatkan diri ke Pelabuhan Seba dan menumpang kapal cepat Express Chantika 77.

Namun tujuh pria itu dihadang dan diselamatkan dengan Kapal Ndana 1 lalu dibawa ke tengah laut dengan pengawalan 3 anggota Koramil dan 3 anggota Polsek Sabu Barat sampai malam hari pukul 22.00 dan kemudian merapat ke Pulau Raijua karena kehabisan BBM.

Sempat terjadi kepanikan di atas kapal, sehingga satu dari tujuh pria tersebut bernama Muhammad Hatta mencebur ke laut dan hilang.

Ketujuh pria asal Takalar, Sulsel itu saat diinterogasi mengaku tidak mengenal pelaku Irwansyah. (joo/boy)

Click to comment

Most Popular

To Top