Sabu Mulai Kondusif – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

KRIMINAL

Sabu Mulai Kondusif

PERTEMUAN. Gubernur NTT Frans Lebu raya, Kapolda NTT Brigjen Widyo Sunaryo, Danrem 161/WS, Brigjen Heri Wiranto, Wabup asarai, Nikodemus Rihi Heke, dan para tokoh, saat pertemuan, Selasa (13/12).

AKUN MEDSOS SODY NABUNOME

Danrem: Aparat TNI dan Polri Masih Siaga

KUPANG, TIMEX–Sehari pasca tragedi penikaman siswa SD di Sabu Raijua, situasi mulai kondusif. Walau begitu, aparat keamanan dari TNI dan kepolisian masih tetap siaga.
Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Heri Wiranto kepada Timor Express via telepon dari Sabu Raijua menjelaskan situasi keamanan sudah kondusif namun pasukan tetap stand by. Aparat TNI dan Polri terus melakukan pendekatan dengan masyarakat agar tidak terprovokasi.

Menurut Danrem, Rabu (14/12), sekira pukul 11.00, Gubernur NTT Frans Lebu Raya juga tiba di Sabu Raijua. Bersama Kapolda NTT, Brigjen Pol Widyo Sunaryo, ketiganya melihat dari dekat para korban penikaman. Dan, enam di antaranya sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Satu lainnya masih sementara dirawat, namun kondisinya sudah berangsur pulih. Pada kesempatan itu, gubernur juga memberi santunan kepada para korban.

Selain itu, bersama Gubernur mereka menggelar pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan semua elemen masyarakat di Sabu Raijua. Di akhir pertemuan dibuat pernyataan sikap bersama yang intinya menyayangkan kejadian tersebut dan mengimbau semua pihak tidak terprovokasi dan menimbulkan terjadinya konflik di masyarakat. “Semua sepakat bahwa tidak boleh terprovokasi dengan kejadian ini. Biarlah diselesaikan oleh aparat,”kata Danrem.

Semua masyarakat harus tetap tenang dan mengawasi lingkungan masing-masing. Dan, setiap ada warga baru harus melapor ke RT atau RW setempat dalam 1 x 24 jam. Ketua RT dan RW juga harus aktif mengecek warganya. Kamis hari ini akan dilakukan pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tingkat Provinsi NTT. Dalam pertemuan ini semua tokoh, baik tokoh masyarakat, tokoh agama maupun tokoh pemuda dan elemen lainnya menyatakan siap menjaga perdamaian di NTT. Insiden berdarah di Sabu, memantik reaksi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) NTT untuk ikut bersikap. Sebagai wadah berhimpunnya para tokoh dari berbagai etnis di NTT, Rabu (14/12) kemarin FPK menggelar rapat khusus menyikapi peristiwa itu. Usai rapat, Theo Widodo sebagai wakil ketua didampingi wakil ketua lainnya Johny Kiuk, tokoh etnis Ende Raymundus Lema dan beberapa tokoh etnis lain seperti Syamsu Barhiman, H.St Yusri Tanjung, Mesakh Lapuimakuni, Jhon Liem, Goris Fodju, Uly Riwoe Kaho dan Wie Hadjo Baru sebagai ketua FPK Sabu Raijua, menyerukan himbauan kepada seluruh warga NTT. Adapun himbauan FPK NTT antara lain, agar semua pihak jangan mudah diprovokasi isu-isu negatif. Juga mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada pihak yang berwajib.

Pendapat senada datang dari Badan Pemangku Daerah Gereja Bethel Indonesia Provinsi NTT.
Pdt Kirenius Bole, S.Th.,M.Pd. selaku ketua BPD GBI NTT dalam releasenya kepada koran ini, mengurai, BPD GBI NTT ikut menaruh prihatin terhadap tragedi itu. Mereka pun memberi pernyataan sikap sekaligus sebagai suara gembala, diantaranya meminta dan mendesak aparat keamanan menangkap pelaku-pelaku lain dan mengusut tuntas motif penggorokan itu dan diproses hukum. Masyarakat Sabu Raijua diminta menolak ditunggangi serta diprovokasi oleh pihak tertentu yang mau memecah belah kesatuan yang sudah terjalin erat di masyarakat Sabu Raijua selama ini. Tragedi berdarah, Selasa (13/12) lalu hendaknya jangan jadi alasan untuk mengusir warga baru yang sama sekali tidak terkait dengan pelaku.

Tak hanya itu, melainkan disesalkan juga tindakan main hakim sendiri, yang mengakibatkan meninggalnya Irwansyah. GBI NTT meminta orang tua agar mendoakan serta mengampuni pelaku dan anak-anak yang menjadi korban, ikut didoakan agar Tuhan memulihkan mereka dari sakit dan trauma. (sam/boy)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top