Tindakan Intoleran Jangan Merambat ke NTT – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Tindakan Intoleran Jangan Merambat ke NTT

SUARAKAN TOLERANSI. Sejumlah pendeta yang tergabung dalam Forum Komunikasi Intern Pimpinan Gereja Kristen NTT pose bersama staf dari Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama Wilayah NTT usai menyampaikan pernyataan sikap terkait tindakan intoleran di NTT , Rabu (14/12)

TOMMY AQUINODA/TIMEX

Imbauan Forum Komunikasi Intern Pimpinan Gereja Kristen NTT

KUPANG, TIMEX – Tindakan pemulangan sembilan Jamaah Tabligh yang datang dari Makassar, Kamis (8/12) lalu di Bandara El Tari Kupang sangat disesalkan oleh Forum Komunikasi Intern Pimpinan Gereja Kristen NTT.

Forum yang terdiri dari 37 pimpinan Gereja Kristen di NTT itu menganggap bahwa tindakan pemulangan Jamaah Tabligh telah mengganggu toleransi dan persaudaraan umat beragama di NTT. Rabu (14/12) bertempat di Gereja Kristus Gembala, Forum Komunikasi Intern Pimpinan Gereja Kristen NTT akhirnya menyampaikan pernyataan sikap mereka.

Hadir pada kesemptan itu, Ketua Persekutuan Gereja Indonesia Wilayah NTT, Pdt. Jack Karmany, Ketua Forum Komunikasi Intern Pimpinan Gereja Kristen NTT, Pdt. Yehezkiel Hede, Sekretaris, Pdt. Yeremia Priyanto dan Pdt. Max. Hadir pula sejumlah Kepala Seksi dari staf dari Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama Wilayah NTT.

Adapun isi pernyataan sikap dari Forum Komunikasi Intern Pimpinan Gereja Kristen NTT sebagaimana dibacakan Pdt. Yeremia Priyanto. Pertama; menghimbau setiap organisasi gereja Kristen untuk tenang dan tidak terpengaruh terthadap tindakan-tindakan provokatif yang dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Kedua; menghimbau setiap organisasi Gereja Kristen untuk menjaga kerukunan antar gereja-gereja Kristen lainnya atau umat dari organisasi keamagamaan lainnya. Ketiga; menolak berbagai tindakan intoleransi antara umat beragama di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di NTT dalam bentuk apapun. Keempat; menyatakan bahwa Organisasi Brigade Meo tidak berada di bawah naungan salah satu dari 37 lembaga/organisasi Gereja Kristen yang terdaftar di Kementerian Agama Provinsi NTT.

Kelima; mendesak Pemerintah Daerah dan Forum Kerukunan Umat Beragama NTT untuk membangun komunikasi dan koordinasi intensif dalam rangka penjernihan terhadap organisasi masyarakat yang mengatasnamakan agama tertentu. Keenam; mendorong dan mendoakan aparat keamanan untuk lebih meningkatkan keamanan dan ketertiban sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Dalam seksi diskusi, Pdt. Jack Karmany mengatakan Majelis Tabliq adalah Lembaga Dakwah. Dan kedatangan sembilan jamaah tabligh ke NTT hanya bertujuan untuk melakukan dakwah kepada sesama umatnya di Atambua. “Sayangnya, perjalanan dihambat. Kami sangat sesalkan itu karena dapat mengganggu kerukunan di NTT,” katanya.

Pdt. Jack menambahkan, kerukunan di NTT sudah menjadi model di Indonesia. Terbukti, Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang mendapat penghargaan dari negara karena masyarakat NTT dan Kota Kupang dapat membina kerukunan antar umat beragama. Dengan demikian, toleransi harus diperkuat. “Pemboman di Samarinda, pembubaran KKR di Bandung, dan berbagai kejadian lain telah merusak kerukunan. Jangan sampai tindakam ini merembes ke NTT,” pintanya.

Sementara Pdt. Yehezkiel Hede mengatakan ormas-ormas di NTT seharusnya tidak bertindak melampaui batas kewenangannya. Sebaliknya, jika mereka mencurigai keberadaan kelompok-kelompok tertentu, mereka harus melaporkan kepada pihak yang berwenang. “Jamaah Tabligh yang datang dari Makassar punya tujuan yang mulia untuk memberitakan kebenaran kepada komunitas muslim. Suratnya lengkap. Jadi tidak salah kalau mereka datang,” katanya.

Selanjutnya, Pdt. Yeremia Priyanto mengatakan Forum Komunikasi Intern Pimpinan Gereja Kristen NTT tidak bermaksud untuk membela salah satu pihak. Tetapi mereka berada di posisi netral untuk menyuarakan kesejukan di NTT. “Kami tidak berhak untuk ormas-ormas untuk beroperasi. Asalkan jangan bertindak semena-mena mengatasnamakan gereja atau agama. Sebab kehadiran gereja harus mendatangkan damai sejahtera,” ungkapnya. (r2/sam)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!