Empat Korban Human Trafficking Dipulangkan – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Empat Korban Human Trafficking Dipulangkan

BERI KETERANGAN. Kasat Reskrim Polres Kupang IPTU Ebed Amalo (membelakangi para korban human trafficking) saat memberikan keterangan kepada wartawan pada jumpa pers di bandara El-Tari Kupang (14/1)

FULGEN NAILOPO/TIMEX

Masuk Jaringan ‘Susi Nona’

KUPANG, TIMEX – Sebanyak empat korban human trafficking dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) berhasil dipulangkan ke Kupang. Mereka tiba di Bandara El Tari, Sabtu (14/1) malam, sekira pukul 22.00.

Keempat korban tersebut kini ditangani Polres Kupang. Kapolres Kupang melalui Kasat Reskrim IPTU Ebed Amalo menjelaskan keempat korban tersebut yakni EK, LL, SM dan DM masuk dalam jaringan NAD yang bernama Susi Nona.

“Keempat korban ini masuk dalam jaringan NAD dengan tersangka Susi Nona. Empat korban ini merupakan rekan dari 12 korban lainnya yang sudah kami pulangkan beberapa waktu lalu,” ungkap Ebed.

Ia membeberkan keempat korban ini dipulangkan setelah berada di Aceh selam dua tahun. Salah satu korban dengan inisial LL masih di bawah umur. Ia baru berusia 16 tahun.
Ebed menjelaskan, keempat korban tersebut dijanjikan gaji berkisar Rp 800.000 hingga Rp 1.000.000 per bulan dengan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Namun nyatanya tidak digaji dan ditinggalkan dalam sebuah gudang dengan tidur beralaskan tikar. “Dari keempat korban tersebut tiga di antaranya berasal dari Kupang dan satu orang berasal dari Malaka,” tambah Ebed.

Ia juga menjelaskan, dari data yang ada tercatat ada 375 orang yang dipekerjakan di Aceh, Medan dan Kalimantan. Mereka awalnya masuk lewat pintu jaringan utama yang ada di Medan dan kemudian disebarkan ke Aceh dan juga Kalimantan. “Dugaan kami masih ada korban lainnya di Aceh hingga saat ini,” kata Ebed.

Lebih lanjut disebutkan, para korban ini masuk dalam jaringan Susi Nona dan Erik. Modus yang dipakai adalah pemalsuan dokumen di antaranya pemalsuan KTP, Surat Izin Orangtua, serta pemalsuan akta kelahiran dan surat baptis bagi anak di bawah umur.

Menurut Ebed, dalam penanganan kasus human trafficking, kepolisian tidak hanya menangani pelaku, tetapi juga berusaha tuntas untuk memulangkan para korban dan mempertemukan mereka kembali dengan keluarga. Para korban ini akan dibawa ke Polres Kupang untuk dimintai keterangan dalam pengembangan kasus. “Kami akan pertemukan mereka dengan keluarga mereka masing-masing pada hari hari Senin nanti (hari ini, Red),” kata Ebed.

Terpisah, korban dengan inisial LL (16 tahun) enggan memberikan komentar kepada wartawan. Sementara itu seorang temannya yang juga salah satu korban menjelaskan ia diberangkatkan Ibu Susi (Susi Nona) ke Medan tanpa sepengetahuan orang tuanya. “Awalnya ayah saya tahu bahwa Ibu Susi akan berangkat ke Jakarta dan mempekerjakan saya di sana. Namun setelah itu, kami kemudian dibawa ke Medan dan mulai saat itu saya tidak mendapatkan kesempatan untuk menghubungi orangtua saya,” ungkap korban. (Mg26/sam)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!