Pelabuhan Waikelo Rusak, Pelayanan Kemasyarakatan Terhambat – Timor Express

Timor Express

SUROSA

Pelabuhan Waikelo Rusak, Pelayanan Kemasyarakatan Terhambat

PANTAU KERUSAKAN. Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu didampingi Kadis Perhubungan, Daud Taka saat memantau langsung kerusakan pelabuhan penyeberangan Waikelo, Kamis (12/1)

FEKY BOELAN/TIMEX

Rekanan Jangan Kejar Keuntungan, tapi Perhatikan Kualitas Pekerjaan

TAMBOLAKA, TIMEX – Rusaknya catwalk dan sejumlah fasilitas pelabuhan penyeberangan feri Waikelo akibat dihantam gelombang, menyebabkan pelayanan kemasyarakatan terhambat. Karenanya, diharapkan pemerintah secepatnya koordinasikan dengan pihak terkait untuk bisa dilakukan perbaikan.

“Kita harapkan pemerintah bisa koordinasi dengan pihak terkait untuk bisa segera dilakukan perbaikan agar tidak menghambat pelayanan sosial kemasyarakatan di pelabuhan Waikelo,” kata salah satu tokoh masyarakat, Soleman Lende Dapa kepada Timor Express, Selasa (17/1).

Dikatakan, mungkin kontaktor pelaksana mempunyai niat baik untuk melakukan perbaikan, tetapi bukan itu yang dilihat, tetapi ke depan menjadi pembelajaran agar perencanaan bisa lebih mantap. Sehingga, tidak lagi terjadi hal seperti sekarang dan sebelumnya, karena akan menghambat pelayaan publik yang akhirnya merugikan masyarakat.

Dikatakan, jika kerusakan ini dibiarkan berlarut-larut, bisa saja menambah kemiskinan di SBD. Sadar atau tidak sadar, ketelodoran dari satu hal ini bisa meningkatkan angka kemiskinan, karena biaya sembako akan naik, rencana usaha lain dari masyarakat menjadi terganggu dan pengusaha menjadi rugi.

“Karena kalau satu saja pelayanan publik rusak akan menghambat pelayanan kemasyarakatan. Misalnnya harga kebutuhan pokok akan meningkat, karena kalau sudah begini otomatis distribusi barang terhambat, biaya sembako akan makin naik karena terjadi kelangkaan dan akan berdampak pada pelayanan sosial lainnya. Bahkan, pengusaha pun akan merugi dengan kondisi begini,” ungkap Ketua Yayasan Tunas Timur itu.

Kerusakan itu lanjutnya, akibat faktor alam bisa saja, tetapi sekali lagi jika mutu perencanaan dan konstruksinya bagus, maka sudah bisa dihitung risikonya. Karena itu, terhadap hal itu tidak juga serta merta kontraktor disalahkan, tapi juga kepada konsultan perencana dan pihak lain yang bertanggung jawab. Sehingga, menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran agar ke depan bisa lebih baik.

Dia berharap, pemerintah dalam merencanakan sebuah program untuk kepentingan publik harus direncanakan dengan matang dan juga mutu pekerjaan harus dihitung dan diawasi, sehingga rekanan yang kerja jangan hanya mengejar keuntungan semata tapi harus memperhatikan mutu dan kualitas pekerjaan.

“Masyarakat dan teman-teman media harus turut berperan dalam mengawasi pembangunan di SBD supaya tidak asal kerja. Pemerintah juga harus berani mengevaluasi ini. Karena kita hanya melihat secara standar. Karena itu, harus dievaluasi soalnya jangan sampai terjadi hal yang lebih besar lagi, maka bisa mematikan perekonomian di SBD,” pungkasnya.

Pantauan Timor Express, Selasa (17/1) siang, kerusakan pada pagar jembatan dan juga pintu rumah gedung mesin telah dilakukan perbaikan oleh rekanan.
Melkianus Lubalu sebagai rekanan yang dihubungi membenarkan jika pihaknya telah melakukan perbaikan beberapa fasilitas pelabuhan yang rusak. Namun untuk catwalk, saat ini belum bisa dilakukan perbaikan karena arus laut/gelombang masih cukup tinggi.

“Kami sudah lakukan perbaikan pada pagar jembatan, juga rumah mesin yang pintunya ikut terbawa arus itu. Sementara untuk catwalk nanti kalau cuaca sudah tenang, kita akan segera perbaiki,” ungkapnya. (r1/ays)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!