Ancam Dibunuh, VA Perkosa Anak Kandung – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Ancam Dibunuh, VA Perkosa Anak Kandung

Sejak Oktober 2016

BORONG, TIMEX – Nasib nahas dialami AD, 18. Ia diperkosa ayah kandungnya, VA, 40. AD diperkosa sebanyak lima kali, sejak 18 Oktober 2016 lalu.
Pelaku dan korban merupakan warga Kecamatan Sambi Rampas. Perbuatan tak terpuji itu akhirnya dilaporkan ke Polsek Pota, berawal ketika korban kembali diperkosa, Rabu (18/1) malam. Setiap kali diperkosa, korban selalu diancam untuk dibunuh.

Kapolsek Pota, Iptu M Ali Mansur yang dikonfirmasi Timor Express via telepon, Minggu (22/1) membenarkan peristiwa pemerkosaan yang dilakukan seorang ayah terhadap darah dagingnya sendiri.

Mendapat laporan dari korban melalui kepala desa (kades), 18 Januari 2017, pelaku langsung ditangkap dan ditahan.
“Pelaku sudah kita tangkap. Kita tangkap di rumahnya. Kami sudah periksa dan saat ini pelakunya sudah ditahan,” kata Ali Mansur.

Dikatakan, di depan polisi pelaku mengakui semua perbuatannya. Di mana sesuai laporan, pelaku telah melakukan pemerkosaan terhadap anak sulungnya itu sebanyak lima kali sejak Oktober 2016. TKP sebagai lokasi aksi, tidak saja satu tempat, tapi berbeda lokasi.

Semuanya dilakukan di luar rumah. Pertama, perkosaan dilakukan pada sebuah pondok di pinggir jalan raya dari Congkar menuju Kampung Ngkiong Desa Golo Ngawan Kecamatan Poco Ranaka Timur. Kedua, di pinggir jalan raya dalam kawasan hutan Watu Cie Desa Nggalak Leleng Kecamatan Poco Ranaka.

Ketiga, terjadi di dalam hutan Poka, tepatnya di belakang Kampung Congkar. Keempat, dalam hutan pinggir jalan dari arah wilayah Borong ibukota Kabupaten Matim menuju Kampung Congkar, tepatnya di Wae Ninong. Terakhir atau kelima, terjadi di bawah jembatan di Kampung Ngkiong.

“Semua tindakan pelaku ini selalu ditolak oleh korban. Tapi karena diancam bunuh dengan menggunakan parang, kapak dan oben, korban pasrah. Bahkan, korban sempat lari ke Borong dengan alasan mencari pekerjaan, tapi pelaku pergi jemput gunakan sepeda motor. Dalam perjalanan dari Borong, pelaku juga memperkosa anaknya,” ceritanya.

Ali Mansur menjelaskan, korban juga pernah dipukul pada bagian mulut dan leher dicekik. Itu karena korban menolak. Motif pelaku, saat hasrat seksnya menanjak, pelaku mengajak pergi keluar menggunakan sepeda motor. Ditempat sepi pelaku melakukan aksi bejatnya. Tak kuasa menahan kekerasan seks berkepanjangan, AD memberi tahu perbuatan ayahnya kepada ibu kandungnya.

“Karena mendengar hal ini, ibu korban atau istri pelaku, langsung memberitahu Saudara kandungnya dan kemudian melapor kades setempat. Sehingga kades bersama korban, ibu korban dan Saudaranya itu datang lapor kita,” tuturnya.

Dia menambahkan, karena takut terjadi pembuahan alias hamil, pelaku pernah memaksa korban untuk mengonsumsi buah nenas mudah dan minum arak. Sehingga selama empat bulan usia hubungan terlarang ini berlangsung yang dikuatkan dengan hasil pemeriksaan medis dan visum, korban tidak hamil.

“Perbuatan pelaku ini masuk dalam unsur kekerasan seksual dengan persetubuhan atau pemerkosaan dengan hukuman 12 tahun penjara. Juga dikenai Undang-undang KDRT, di mana ancaman hukumannya 12 tahun penjara,” jelas Ali Mansur. (krf3/ays)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!