Wanita Paling Rentan Mengidap Kanker – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

KESEHATAN

Wanita Paling Rentan Mengidap Kanker

KUPANG, TIMEX – Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian.

Kepada Timor Express, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Rudy Priyono, mengatakan secara nasional, penderita kanker memang mengalami peningkatan. Dan khusus di Kota Kupang, Rudy mengaku, pihaknya belum memiliki data yang mendukung. Sebab selama ini, jumlah kasus kanker belum tercatat secara baik di tingkat puskesmas. Lebih dari itu, penanganan di puskesmas tidak bisa langsung mendiagnosa seseorang menderita kanker.

Namun, kata Rudy, sejak adanya puskesmas peduli kanker, mulai ada upaya-upaya pendeteksian kanker sejak dini. Khususnya deteksi kanker serviks. “Saat ini ada Puskesmas Bakunase sebagai puskesmas peduli kanker serviks. Banyak masyarakat yang ikut memeriksakan diri. Makanya bisa sedikit terpantau trend kasusnya,” ujarnya saat diwawancara di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kupang, Rabu (1/2).

Rudy berharap, masyarakat memanfaatkan pelayanan skrining atau pemeriksaan awal kanker serviks yanga ada di Puskesmas Bakunase. Sehingga pengobatannya akan lebih muda, bila kanker terdeteksi sejak dini. “Kalau kita tidak bisa jaga kesehatan, maka kasus penyakit kanker bisa meningkat. Karena penyakit kanker ini berkaitan dengan gaya hidup,” katanya.

Sementara Kabid Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit, Sri Wahyuningsih mengatakan, ada banyak jenis penyakit kanker. Misalnya kanker paru, kanker usus, kanker mulut, kanker serviks, kanker payudara, dan lain sebagainya. Namun yang bisa digerakkan secara masal di Kota Kupang, hanya pemeriksaan kanker serviks dan pemeriksaan kanker payudara. Tentunya, pemeriksaan ini hanya diperuntukan bagi wanita.

Sri menambahkan, saat ini beberapa puskesmas di Kota Kupang melayani pemeriksaan IVA atau pemeriksaan leher rahim (serviks) dan pemeriksaan dini kanker payudara. Selama tahun 2016, terdapat 1.740 orang yang melakukan pemeriksaan dini kanker payudara. Sedangkan yang melakukan deteksi kanker serviks ada 1.757 orang.

Khusus di Puskesmas Bakunase, urai Sri, terdapat 218 orang yang melakukan pemeriksaan IVA selama tahun 2016. Yang negatif 178 orang. Yang positif (berpotensi menjadi kanker) ada 38 orang dan dua orang sudah terkena kanker serviks. “Jadi yang positif kanker totalnya sebanyak 40 orang,” ungkapnya. (r2/sam)

Rp 2 Triliun Habis untuk Kanker

PENELITIAN menunjukkan lebih dari sepertiga kanker bisa dicegah lewat perubahan pola hidup. Union for International Cancer Control (UICC) juga mendorong setiap orang untuk menurunkan risiko kanker.

Langkah sederhana seperti berhenti merokok, mengurangi asupan daging merah dan yang diproses, rutin berolahraga, dan mengurangi asupan alkohol, bisa menjadi cara utama mencegah kanker.

Penyakit kanker membunuh orang lebih banyak dari pada total kematian yang diakibatkan AIDS, tuberkulosis, dan malaria. Pada tahun 2030 diperkirakan lebih dari 12 juta orang akan mati akibat kanker pertahun. Di negara berkembang yang fasilitas deteksi dini dan pengobatannya belum memadai, angka kematiannya lebih besar dibanding di negara maju.

Saat ini setidaknya menurut data WHO 2013, ada 8,2 juta jiwa yang meninggal setiap tahunnya akibat kanker. Angka ini terus meningkat dari sebelumnya 7,6 juta pada tahun 2008, lalu. Dan diperkirakan menjadi 11,5 juta jiwa pada tahun 2025 jika tidak mendapat penanganan, pencegahan, dan pengendalian.

Terus bagaimana dengan situasi penderita kanker di Indonesia? Dijelaskan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dr. M. Subuh, MPPM, kalau saat ini masih cukup tinggi. Berdasarkan Riskesdas 2013, prevelensi kanker adalah 1,4 per 1.000 penduduk atau sekitar 347 ribu orang.

Penderita kanker tertinggi diderita perempuan, meliputi kanker payudara dan leher rahim. Sedangkan bagi laki-laki adalah kanker paru-paru dan kanker kolorektal. Berdasarkan data sistem informasi RS 2010, kasus rawat inap kanker payudara 12.014 kasus (28,7 persen), kanker leher rahim 5.349 kasus (12,8 persen). “Peringatan Hari Kanker ini bagaimana kita mengevaluasi dan mengingat kalau beberapa penyakit tidak menular justru mejadi paling banyak yang menyebabkan kematian. Kanker menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan kematian. Kanker ini Ini bagaikan fenomena gunung es. Dengan tema kita bisa, dapat menginspirasi dan bertindak, dapat mencegah kanker,” Subuh dalam temu media memperingati Hari Kanker Sedunia, Rabu (1/2) di Kantor Kemenkes, Jakarta.

Dari data BPJS, uang yang dikeluarkan selama 2014 untuk membiayai penyakit kanker sebesar Rp1,5 Triliun, dan ditahun 2015 meningkat menjadi Rp2,2 Triliun.

Adapun “roadmap” penanganan kanker di Indonesia dikatakan Subuh adalah semaksimal mungkin deteksi dini. Kedua meningkatkan kualitas hidup penderita kanker, dan Ketiga, menurunkan angka kematian akibat kanker. “Program pengendalian kanker melalui promotof dan preventif serta menerapkan perilaku CERDIK, yakni cek kondisi kesehatan, enyahkan asap rokok, rajin beraktivitas, diet sehat, istirahat cukup, dan kendalikan stres,” sebutnya. (fjr/sam)

PEMBUNUH NOMOR SATU BERNAMA KANKER!

– Setiap tahun 8,2 juta jiwa meninggal dunia (data WHO)
– Tahun 2030 diperkirakan membunuh 12 juta jiwa/tahun
– Di Indonesia, prevelensi kanker adalah 1,4 per 1.000 penduduk atau sekitar 347 ribu orang

– Penderita kanker tertinggi diderita perempuan, meliputi kanker payudara dan leher rahim

– Penderita laki-laki adalah kanker paru-paru dan kanker kolorektal

– Rawat inap kanker payudara 12.014 kasus (28,7 persen)
-Rawat inap kanker leher rahim 5.349 kasus (12,8 persen)
– Biaya kanker tahun 2014: Rp 1,5 Triliun
– Biaya kanker tahun 2015: Rp 2,2 Triliun

PENCEGAHAN dengan Metode CERDIK
Cek kondisi kesehatan
Enyahkan asap rokok
Rajin beraktivitas
Diet sehat
Istirahat cukup
Kendalikan stres

DATA KOTA KUPANG

Pemeriksaan IVA dan Payudara (2016)

Pemeriksaan IVA 1.757 orang (6 Puskesmas)
Pemeriksaan Payudara 1.740 orang (6 Puskesmas)

Pemeriksaan IVA di Puskesmas Bakunase
Periksa : 218 orang
Negatif : 178 orang
Positif (berpotensi kanker) : 38 orang
Kanker : 2 orang

JENIS KANKER PALING MEMATIKAN:

1. Kanker Paru-paru (28%)
2. Kanker Usus Besar (12%)
3. Kanker Pankreas (6%)
4. Kanker Payudara (7,4%)
5. Kanker Prostat (5,1%)
6. Kanker hati (3%)
7. Kanker ovarium (2,7%)
8. Kanker esophagus (2,4%)
9. Kanker kandung kemih (2,4%)
10. Kanker otak (2,4%)

TOTAL KONTRIBUSI TERHADAP KEMATIAN 69%

Click to comment

Most Popular

To Top