Pensiunan ASN Ikut Dikukuhkan – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Pensiunan ASN Ikut Dikukuhkan

Diusul Sebelum yang Bersangkutan  Pensiun

KUPANG, TIMEX – Pemerintah Kota Kupang, Selasa (6/2) melakukan pengukuhan dan pengangkatan/pemberhentian pejabat struktural eselon I, eselon II, eselon III dan IV, Direktur RSUD serta kepala sekolah dan pengawas sekolah.

Uniknya, dalam pengukuhan tersebut, ada beberapa nama aparatur sipil negara (ASN) yang ternyata telah pensiun per 1 Februari 2017. Salah satunya adalah Paul Longa, mantan Kepala Tata Usaha Puskesmas Oepoi. Warga Kelurahan Oetete ini mengaku kaget saat diberitahukan kerabatnya bahwa namanya juga dipanggil saat pengukuhan pejabat. “Saya diberitahu keluarga yang kebetulan juga dilantik, makanya saya kaget. Memang biasa, tapi lucu juga. Sudah pensiun tapi nama masih ada,” ujarnya.

Paul mengaku, dia sudah pensiun dari ASN per 1 Februari 2017 dan gajinya sudah diblokir. Tinggal saja dia berurusan dengan Kantor Taspen. Oleh karena itu, dia berharap pemerintah segera memperbaiki data kepegawaian. “Mungkin cukup perbaiki saja,” katanya.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Kota Kupang, Daud Djira mengatakan pengukuhan kali ini hanya merupakan pelantikan pejabat dalam jabatan yang ada. Dengan demikian, pejabat yang hampir pensiun sekalipun, tetap akan diusulkan untuk dikukuhkan kembali. “Misalnya Pak Jerhans, mantan Kepala Dinas Pendidikan. 1 Februari dia pensiun, tapi tetap dikukuhkan di bulan Januari lalu. supaya dapat tunjangan untuk bulan Januari,” jelasnya.

Daud menambahkan, pada pengukuhan sebelumnya, juga ada satu pejabat yang memang sudah pensiun. Hal ini dikarenakan, saat pengusulan ke Kementerian Dalam Negeri, pejabat yang bersangkutan belum memasuki masa purna bakti/pensiun. Namun saat disetujui dan dilantik kembali, yang bersangkutan ternyata sudah pensiun. “Kita usul untuk pelantikan di bulan Januari, tapi persetujuan dari Mendagri baru keluar. Yang pasti, kalau masih ada kesempatan pelantikan pejabat, akan ada pejabat baru yang dilantik,” katanya.

Daud menyebutkan, saat ini BKD masih menunggu pembahasan Perda untuk penetapan kembali Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kota Kupang (sebelumnya BPMK, red). Dan apabila Perda sudah ada, maka seluruh pejabat strukturalnya akan dilantik. “BPMK sudah dihapus. Tapi ada pertimbangan dari pusat sehingga BPMK dibentuk kembali. Pegawainya saat ini didistribusikan ke unit-unit lain. Setelah pembentukan BPMK, bisa saja kita kembalikan mereka,” ungkapnya. (r2/sam)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!