16,97 Gram Sabu dari Makassar Diamankan – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

16,97 Gram Sabu dari Makassar Diamankan

TUNJUKAN BB. Kasat Narkoba Polres Kupang Kota, Iptu Lukius Okto Selly dan penyidik Brigpol Mikael Lopo sementara menunjukan barang bukti (BB) narkotika jenis sabu yang diamankan dari tangan tersangka Wahyudi Arie Antoni, Minggu (29/2)

GATRA BANUNAEK/TIMEX

Kurir Ditangkap, Pengguna Masih Dikejar

KUPANG, TIMEX-Peredaran sabu-sabu di Kupang cukup mengkhawatirkan. Jaringan antarpulau sudah cukup marak. Buktinya, sebanyak 16,97 gram sabu-sabu berhasil diamankan Polres Kupang Kota. Sabu ini berasal dari Makassar.

Kronologis penangkapan sabu tersebut yakni, pada Kamis (16/2) sekira pukul 16.45, aparat Polres Kupang Kota melalui Satuan Narkoba berhasil mengamankan satu orang tersangka kurir narkotika golongan satu bukan daun jenis sabu, Wahyudi Arie Antoni, 24, warga RT 05/RW 02, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo.

Kurir sabu antarpulau itu diamankan di salah satu gudang kayu milik H. Sudirman di wilayah RT 01/RW 01, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima. Dari tangannya aparat Sat Narkoba Polres Kupang Kota berhasil mengamankan 11 paket sabu seberat 16,9767 gram. Tak hanya itu, sejumlah barang bukti lain seperti dua buah pemantik gas, satu buah alat timbang elektrik, satu buah pipet kaca, pipet plastik empat buah, satu buah alat isap dan satu buah sumbu, satu buah kartu ATM, pakaian serta tempat kaca mata yang dipakai menyimpan barang haram tersebut.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Johanes Bangun yang dikonfirmasi Timor Express melalui Kasat Narkoba, Iptu Lukius Okto Selly didampingi penyidik Sat Narkoba, Brigpol Mikael Lopo di Mapolres Kupang Kota, Minggu (19/2) petang, mengatakan, penangkapan jaringan narkotika kali ini merupakan pengembangan dari jaringan sebelumnya yang diamankan tahun 2016 lalu. “Dia (Wahyudi Arie Antoni) sudah menjadi target operasi kita sejak Desember 2016 lalu. Sudah beberapa kali kita awasi dia namun selalu saja lolos. Namun, kita berhasil amankan dia pada Kamis (16/2) saat sedang beraktivitas di gudang kayu milik H. Sudirman di Kelurahan Oesapa Barat,” tegas Okto.

Ditegaskan Kasat Narkoba Polres Kupang Kota itu, barang haram seberat 16,9767 gram itu diperoleh Wahyudi Arie Antoni dari Makassar, Sulawesi Selatan. “Sesuai pengakuan dia (Wahyudi Arie Antoni), narkotika jenis sabu itu diperoleh dari Makassar. Dan cara kerja yang dipakai sehingga Wahyudi Arie Antoni bisa mendapatkannya yakni dikirim melalui salah satu jasa pengiriman barang. Setibanya di Kupang, bukan tersangka yang mengambilnya ke kantor jasa pengiriman barang melainkan diatar oleh petugas di jasa pengiriman barang itu,” sebut Okto.

Sebenarnya, lanjut dia, pihaknya sudah langsung menangkap Wahyudi Arie Antoni pada Selasa (14/2), namun karena kesibukan melakukan pengamanan Pilkada wali kota dan wakil wali kota Kupang sehingga penangkapan baru dilakukan pada Kamis (16/2). “Saya yang pimpin langsung penangkapan bagi Wahyudi Arie Antoni. Saya bersama delapan orang anggota saya serta tiga orang saksi yakni ketua RT 01, Hans Salean dan anaknya serta salah satu pekerja di gudang kayu milik H. Sudirman yang mengaku melihat barang bukti sabu saat tiba di gudang,” sebut Okto.

Ketika dilakukan penangkapan, Wahyudi Arie Antoni tak melakukan perlawanan. “Dia sempat mengelak tak menyimpan sabu. Namun, setelah kita geledah ke salah satu lemari di mana ada pakaian kotor, kita akhirnya temukan barang bukti sabu yang dimasukkan ke dalam dus kaca mata lalu dibungkus pakai pakaian kotor. Berdasarkan hasil timbang yang dilakukan BPOM, berat sabu yang berhasil diamankan dari tangan Wahyudi Arie Antoni yakni 16,9767 gram yang dimasukan ke dalam 11 plastik pembungkus,” sebut Okto. Wahyudi Arie Antoni mengaku dirinya sudah melakukan transaksi sabu sejak 2016 lalu dan sejak saat itu dirinya sudah mendapatkan tiga kali pengiriman sabu dengan berat masing-masing 5 gram, 20 gram dan yang terakhir seberat 16,97 gram.

Selama ini, kata Okto, ada banyak warga Kota Kupang yang memesan barang haram itu. Namun, dari nama-nama tersebut lebih didominasi nama samaran. Akan tetapi, ada satu nama yang sudah diketahui pasti dan saat ini masih dalam pengejaran. Masing-masing paket sabu yang dikantongi Wahyudi Arie Antoni dijual dengan harga Rp 1,7 juta. Atas perbuatannya, saat ini status Wahyudi Arie Antoni sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 114 ayat (2) dan pasal 111 ayat 2 Undang-undang Nomor 35/2009 dengan ancaman 20 tahun kurungan penjara atau seumur hidup. (gat/ito)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!