Puluhan Jasad Imigran Terdampar di Pantai – Timor Express

Timor Express

INTERNASIONAL

Puluhan Jasad Imigran Terdampar di Pantai

TRIPOLI, TIMEX – Laut Mediterania kembali memakan korban. Sebanyak 74 imigran ditemukan mengambang di pantai Kota Zawiya, Libya, Senin (20/2).

Sebagian sudah terdampar di bibir pantai. Seluruhnya adalah orang dewasa yang kemungkinan adalah penduduk negara Afrika sub-Sahara. Butuh waktu enam jam sebelum seluruh jenazah bisa dievakuasi ke tepi pantai.

“Mereka tampaknya sudah meninggal dua hari yang lalu,” ujar Juru Bicara Bulan Sabit Merah Libya Mohammed al-Misrati.

Dia memperkirakan masih ada beberapa imigran lain yang juga tewas tetapi jenazahnya tidak ikut terseret ke pantai. Sebab, di dekat lokasi kejadian ditemukan perahu karet yang sudah rusak. Perahu itu biasa digunakan oleh para imigran. Jika dilihat dari ukurannya, perahu tersebut mampu membawa 120-an orang.

Kejadian itu bukan kali pertama. Sepanjang 2016, ada 181 ribu imigran yang berangkat dari Libya, mengarungi Laut Mediterania untuk menuju Italia.

Sebanyak 4.579 orang di antaranya tewas. Jumlah itu lebih banyak 1.700-an orang dibandingkan korban kejadian serupa pada 2015.

Badan Penjaga Pantai dan Perbatasan Eropa mengungkapkan, sangat mungkin korban tewas jauh lebih banyak dari jumlah tersebut. Sebab, tidak pernah ada data pasti berapa imigran yang menyeberang dalam satu perahu.

Mayoritas kematian terjadi karena perahunya kebanyakan muatan dan terbalik. Mereka biasanya menaiki perahu kecil dengan berdesak-desakan.

Tujuannya bukan untuk mencapai daratan di Benua Biru, melainkan hanya sampai di kapal-kapal penyelamat Eropa. Para imigran yang tewas kerap kali tersapu ombak ke Pantai Libya.

Bulan ini Uni Eropa mendukung kesepakatan yang dibuat antara pemerintah Italia dan Libya. Berdasar kesepakatan itu, Libya akan menerima dana bantuan sebesar 171 juta pounsterling (Rp 2,8 triliun) dan juga pelatihan untuk para penjaga pantainya.

Tujuannya adalah agar pemerintah Libya bisa membendung arus imigran yang menuju Eropa, terutama Italia. Kesepakatan serupa pernah dibuat antara Uni Eropa dan Turki. (Reuters/The Guardian/sha/c17/any/jpnn/joo)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!