Curi Anjing, Dihakimi Massa, Imanuel Kritis – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

KRIMINAL

Curi Anjing, Dihakimi Massa, Imanuel Kritis

DIRAWAT. Imenuel Lau, pelaku pencuri anjing milik warga Lasiana, menjalani perawatan di RS Bhayangkara Kupang, Senin (27/2).

IST

Ditemukan Anjing dalam Karung dan Pentungan

KUPANG, TIMEX-Kasus pencurian anjing di Kota Kupang marak saat ini. Warga pun resah dan tak tanggung-tanggung menghakimi pelaku. Dalam dua bulan ini, terjadi dua kasus penghakiman massa terhadap pelaku. Terkini, Senin (27/2) dini hari, Imanuel Lau kritis dihakimi massa di Lasiana ketika tertangkap mencuri anjing.

Sebelumnya terjadi pada 7 Januari lalu. Saat itu juga terjadi dini hari pukul 03.00 Wita, pelaku Adreas Abraham Djala meregang nyawa gara-gara digebuk massa di Jalan Bajawa, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo karena kedapatan mencuri dua ekor ternak anjing milik warga.

Kasus terakhir yang terjadi Senin (27/2) persis di belakang Lapangan Sitarda, Lasiana RT 04/RW 02, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima. Warga berhasil mengamankan seorang pemuda paruh baya yang diketahui bernama Imanuel Lau, 32. Imanuel Lau diamankan karena kedapatan membawa satu ekor anjing dalam karung. Usai diamankan,

warga yang sudah terbakar emosi karena sering kehilangan anjing langsung beramai-ramai menggebuk warga Jalan Verbum, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, itu hingga kritis. Pihak kepolisian lalu melarikan pelaku pencurian dan korban penghakiman massa itu ke RS Polisi Bhayangkara Kupang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Timor Express di tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan, pada Senin dini hari warga medapat informasi terkait adanya pencurian ternak anjing di wilayah Kelurahan Lasiana. Saat itu, warga yang sudah resah dengan kejadian hilangnya anjing lalu melakukan pencegatan di jalan raya. Saat yang bersamaan, muncul satu unit sepeda motor Honda Beat tanpa plat nomor yang sementara ditumpangi dua orang pemuda menuju ke Jalan Timor Raya.

Saat akan ditahan untuk ditanyai, kedua pemuda tersebut malah menerobos massa yang sementara berkumpul di jalan belakang lapangan Sitarda. Karena menerobos massa yang sementara ada di jalan, kedua pemuda tersebut akhirnya terjatuh dengan sepeda motor yang ditumpangi. Saat itu juga, warga menemukan satu ekor anjing dalam kondisi sudah mati diisi dalam karung yang dibawa kedua pemuda tersebut. Kedua pemuda tersebut bukannya merasa bersalah malah nekat memberikan perlawanan terhadap massa yang ada di TKP dengan cara mengancam warga pakai pentungan dan pisau.
Kalah kekuatan, kedua pemuda tersebut justru jadi bulan-bulanan warga. Pengemudi sepeda motor berhasil melarikan diri. Sementara yang dibonceg, Imanuel Lau sekarat digebuk warga di TKP. Karena kesal, warga juga membakar sepeda motor yang ditumpangi kedua pelaku.

Ketua RT 04, Kelurahan Lasiana, Heri Mesakh, 53, mengaku pada Senin subuh kemarin, ia dan warga medapat informasi terkait adanya pencurian anjing di wilayahnya. Atas informasi itu, dirinya dan warga kemudian berkumpul di pertigaan jalan persis di belakang Lapangan Sitarda. “Saya dan warga dapat informasi bahwa ada orang yang curi anjing. Maka itu, kami lalu berkumpul dipertigaan jalan. Tujuan kami untuk melacak keberadaan pencuri anjing tersebut. Tiba-tiba, muncul satu sepeda motor yang ditumpangi dua orang. Saat itu, kami tahan mereka hanya untuk tanya mereka mau ke mana. Tapi mereka malah tabrak kami,” sebut Heri.

Ketika akan ditahan warga, lanjut Ketua RT 04 itu, kedua pemuda itu malah nekat menerobos dan menabrak warga yang ada di pinggir jalan. Keduanya akhirnya jatuh. “Mereka dua tabrak kami pakai motor sehingga jatuh. Ternyata, kami temukan anjing yang sudah mati dan diisi dalam karung. Saat bangun, yang dibonceng, Imanuel Lau langsung menyerang warga pakai pentungan yang dibawanya. Sementara yang mengemudikan sepeda motor langsung mengeluarkan sebilah pisau dan ikut mengancam warga,” sebut Imanuel.

Warga yang merasa teracam, lalu beramai-ramai memberikan perlawanan. Kalah kekuatan, pengemudi sepeda motor yang membawa pisau langsung melarikan diri. Sementara Imanuel Lau yang dibonceng lalu digebuk beramai-ramai oleh warga. “Kami tahan mereka maksudnya untuk menanyakan identitas mereka karena masih jalan-jalan pada dini hari kemarin. Tapi mereka tabrak kami,” sebut Ketua RT 04 itu. Warga yang kesal dengan ulah keduanya lalu membakar sepeda motor.

Masih menurut saksi, pada Sabtu (23/2), warga juga kehilangan empat ekor anjing. Satu ekor anjing berhasil dibawa pelaku sedangkan tiga ekor ditinggalkan di TKP. Atas kejadian itu maka warga siaga untuk memantau aksi pencurian anjing tersebut. Usai menghakimi Imanuel Lau, warga lalu melapor ke Pospol Oesapa.

Pihak Polsek Kelapa Lima yang mendapat informasi tersebut langsung terjun ke TKP dan melakukan pengamanan. “Kejadian pencurian anjing dan dugaan pelaku pencurian anjing itu memang ada dan sudah kita tangani. Korban penganiayaan massa, Imanuel Lau sudah dilarikan ke RS Polisi Bhayangkara Kupang. Saat ini, korban yang dianiaya massa belum dikonfirmasi terkait rekannya yang melarikan diri itu. Jika sudah sembuh, kita akan interogasi dia (Imanuel Lau) untuk melacak keberadaan temannya itu,” jelas Kapolsek Kelapa Lima, AKP Abdul Basith Algadri kepada Timor Express, kemarin di ruang kerjanya.

Saat ini, lanjut mantan Kasat Intel Polres TTU itu, pihaknya sudah mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat yang dibakar massa dan hanya tersisa rangka ke Polsek Kelapa Lima. Sejumlah barang bukti lain seperti pentungan yang dibawa kedua pelaku serta satu ekor anjing yang diisi dalam karung juga ikut diamankan. “Korban, Imanuel Lau masih sekarat dan saat ini masih menjalani rawat inap di RS Polisi Bhayangkara Kupang. Jika sudah sembuh maka kita akan interogasi dia untuk ketahui rekannya yang berhasil melarikan diri,” pungkas Abdul Basith. (gat/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top