Kajari Pastikan Bakal Tahan Sekda TTS – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Kajari Pastikan Bakal Tahan Sekda TTS

PULANG. Sekda TTS, Salmun Tabun (gunakan pakaian keki) nampak menumpangi mobil HP-nya, Fery Fernandes dan hendak pulang, usai menjalani pemeriksaan sebagai Tsk di Kejari TTS.

YOPI TAPENU/TIMEX

Usai Diperiksa, Sekda Disambut Tepuk Tangan

SOE, TIMEX-Sekretaris Daerah (Sekda) TTS, Salmun Tabun mejalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka, Senin (27/2) di Kejari TTS. Usai diperiksa, Salmun tidak ditahan. Namun, Kajari TTS, Oscar Douglas Riwu memastikan Salmun akan ditahan.

“Sampai sekarang penyidik belum putuskan untuk tahan. Tapi percayalah, kasus ini akan sampai pada penuntutan. Kami masih selesaikan berkas supaya ketika ditingkatkan ke tahap selanjutnya, tidak bolak-balik hingga masa tahanan selesai berkas belum selesai-selesai juga. Terakhir nanti kami yang dipraperadilkan. Jadi kami pasti tahan, tapi tunggu berkas selesai dulu,” jelas Oscar di sela pemeriksaan Sekda Salmun Tabun, saat istirahat makan siang.

Pemeriksaan Sekda Salmun Tabun kemarin juga ada pemandangan unik. Usai diperiksa selama sembilan jam, saat keluar dari pintu Kejari TTS, Salmun disambut tepuk tangan pendukungnya.

Sekda TTS, Salmun Tabun kembali diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) TTS, Senin (27/2) sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi dana konsumsi pelantikan bupati dan wakil bupati TTS periode 2014-2019 senilai Rp 250 juta. Juga dugaan korupsi dana peresmian kantor bupati TTS senilai Rp 150 juta.

Suasana pemeriksaan yang dilangsungkan sejak pukul 09:00 Wita dan berakhir pada pukul 18:00 Wita, tidak jauh berbeda dengan pemeriksaan sebelumnya pada 6 Februari lalu. sejumlah warga yang dimobilisasi menggunakan tiga truk dan sejumlah kendaraan roda dua, datang memantau jalannya pemeriksaan dari komplek Gereja Efata SoE. Tanpa menggelar aksi demostrasi. Warga tampak bersorak-sorai dan bertepuk tangan ketika Salmun Tabun keluar dari Kantor Kejari TTS dengan menumpang mobil milik Penasehat Hukum (PH) Fery Fernandes, karena Sekda TTS itu tidak ditahan oleh penyidik.

Salmun diperiksa oleh Kajari TTS, Oscar Douglas Riwu secara tertutup di ruang Kasi Pidsus Kejari TTS. Dirinya didampingi Fery Fernandes dan Henhani Ngebu. Fery Fernandes kepada wartawan mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan oleh Kejari TTS terhadap kliennya itu merupakan lanjutan pemeriksaan yang sebelumnya dilakukan terhadap kasus dugaan korupsi dana konsumsi pelantikan bupati-wabup dan dana konsumsi peresmian kantor bupati.

“Pemeriksaan kali ini, masih merupakan lanjutan dari pemeriksaan yang dilakukan baru-baru (6 Februari). Klien saya ditanya sebanyak 31 pertanyaan oleh penyidik,” ucap Fery.
Lebih jauh Fery mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk koperatif mengikuti setiap proses dan tahapan pengusutan kasus tersebut yang dilakukan pihak Kejari TTS. Sehingga kasus itu dapat diungkap secara terang benderang. Sedangkan upaya praperadilan dan upaya lain yang akan dilakukan, selaku kuasa hukum dari Salmun Tabun, Fery mengaku belum dipikirkan. Saat ini pihaknya masih fokus untuk mengikuti proses dan tahapan yang dilakukan pihak Kejari TTS. “Untuk sementara waktu, kami masih fokus ikuti proses yang dilakukan di Kejari TTS. Jadi kami belum memikirkan soal praperadilan dan langkah-langkah lainnya,” kata dia.

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTS, Oscar Douglas Riwu ketika istirahat makan siang kepada wartawan mengatakan, Kejari TTS akan mengungkap kasus itu secara tuntas. Oscar mengatakan, pihaknya akan bekerja objektif, profesional dan proporsional dalam mengungkap kasus itu. Panggilan pemeriksaan kedua terhadap Sekda TTS itu dilakukan pihaknya untuk melengkapi berkas perkara yang sedang disusun oleh penyidik.

Karena setelah memeriksa Sekda TTS pertama kali sebagai tersangka dan sejumlah saksi-saksi lain, penyidik berkesimpulan untuk memintai keterangan tambahan dari tersangka. “Kami usahakan supaya berkasnya benar-benar final supaya ketika kami kirim ke JPU tidak bolak-balik lagi. Teman-teman wartawan dan bapak-ibu, bersabar karena kasus ini pasti akan sampai ke pengadilan,” tegas Oscar di hadapan wartawan dan warga yang memantau jalannya pemeriksaan itu.

Ditanya soal penahanan terhadap tersangka, Oscar menyampaikan alasan tidak menahan Sekda TTS seperti tersangka kasus korupsi lainnya yang ditangani Kejari TTS sebelumnya. Ia mengatakan, saat ini penyidik belum mengambil keputusan untuk menahan Sekda TTS dengan berbagai pertimbangan. Namun, ia kembali menegaskan bahwa tidak menahan Sekda TTS bukan berarti kasusnya hilang atau selesai. Melainkan kasus itu akan terus diproses sampai tahap penuntutan di pengadilan.

Pada kesempatan itu, Koordinator Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (Almanat), Agus Banamtuan yang datang menggelar demonstrasi di depan Kantor Kejari TTS saat pemeriksaan terhadap Sekda TTS dilangsungkan kepada Kejari TTS mengatakan pihaknya berharap agar Kejari TTS segera menahan Sekda TTS seperti tersangka kasus korupsi lainnya.

Jika tidak, kata Agus, maka akan membuat gaduh suasana di daerah. Pasalnya, sesuai rumor yang berkembang Sekda TTS sedang mengutus utusan untuk menemui Kejagung agar kasus tersebut di-SP3 dan Kajari TTS dicopot dari jabatannya. “Biasanya Kejari TTS tetapkan tersangka korupsi langsung tahan, tapi sampai Pak Sekda ini kok tidak. Kami kuatir kalau tidak ditahan, bisa membuat gaduh suasana di daerah. Apalagi rumor yang kami dengar, Pak Sekda lagi lobi sana-sini agar bisa lolos dari kasus ini,” kata Agus.

Pantauan koran ini, Sekda TTS mendatangi kantor Kejari TTS dengan didampingi dua orang pendeta. Masing-masing Pdt. Simeon Nuban dan Pdt. Hamat Elu Nahum. Kedua pendeta itu mengaku ikut mengantar Sekda TTS untuk diperiksa sebagai tersangka karena Sekda TTS merupakan salah satu tokoh jemaat di Gereja Imanuel Oebesa.

Karena itu, pihaknya ikut mengantarkan Sekda TTS guna dapat menjalani pemeriksaan dengan baik dan memberikan keterangan seadil-adilnya agar kasus itu dapat diproses setuntas-tuntasnya sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kami hadir di sini, untuk mendoakan beliau (Salmun Tabun) agar proses terhadap persoalan ini bisa tuntas dengan baik,” kata Pdt. Simoen sebelum meninggalkan kantor Kejari TTS.

Jalannya pemeriksaan nampak dijaga ketat oleh aparat kepolisian dari Polres TTS. Juga TNI dari Kodim 1621/TTS. Aparat keamanan nampak siaga dari awal pemeriksaan hingga berakhir. (yop/ito)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!