Kabupaten/Kota Wajib Ikut Porprov NTT 2018 – Timor Express

Timor Express

SPORTIVO

Kabupaten/Kota Wajib Ikut Porprov NTT 2018

FOTO BERSAMA. Ketua Harian KONI NTT Andre Koreh bersama pengurus KONI dan Pengprov cabang olahraga usai menutup Rapat Anggota KONI NTT di Swiss Bell In Kristal Hotel, Selasa kemarin.

RUDY MANDALLING/TIMEX

Dilaksanakan 9 September 2018
Ajang Seleksi Atlet Menuju Pra PON 2019 dan PON 2020

KUPANG,TIMEX – Rapat Anggota KONI telah berakhir Selasa (28/2) kemarin dan berhasil merumuskan beberapa keputusan terkait perkembangan olahraga NTT kedepan, terutama berkaitan dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) NTT 2018 dan Persiapan menuju Pra PON 2019 dan PON XX 2020.

Poin penting dari keputusan yang diambil dalam rapat anggota tersebut adalah semua Kabupaten/Kota diwajibkan untuk ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan Poprov 2018, karena Porprov ini diproyeksikan sebagai ajang seleksi untuk menjaring atlet-atlet terbaik yang akan dipersiapkan menuju Pra PON 2019 dan PON XX 2020 di Papua.

Dalam sidang pleno Rapat Anggota yang dipimpin Ketua Harian Andre Koreh selaku ketua majelis Persidangan, disepakati bersama, Porprov NTT 2018 akan dilaksanakan tanggal 9 September 2018 berteptan dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas).
Adapun cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Porprov nantinya dibagi dalam dua kategori, yakni cabang olahraga wajib yang terdiri dari 9 cabang olahraga yaitu Kempo, Atletik, Tinju, Sepak Takraw, Tae Kwon Do, Karate, Pencak Silat, Tarung Derajat dan sepak Bola.

Kategori kedua yaitu cabang olahraga pilihan yang terdiri dari 13 cabang olahraga, yakni Criket, Bola Voli, Tenis Lapangan, Tenis Meja, Gateball, Catur, Bulutangkis, Bermotor, Basket, Wushu, Pentaque, Yong Mo Do dan Futsal.

Agar bisa di pertandingkan di Porprov nanti, cabang olahraga tersebut terutama cabang olahraga pilihan, harus memenuhi beberapa kriteria yaitu, setiap cabang olahraga harus memiliki 5 badang pengurus di Kabupaten/Kota.
Setiap cabang olahraga baru akan dipertandingkan di Porprov apabila cabang olahraga tersebut diikuti minimal 5 Kabupaten/Kota.
Sedangkan untuk cabang olahraga yang memiliki prestasi atau yang memiliki potensi untuk berprestasi, jika belum memiliki 5 pengurus atau tidak mencapai peserta 5 Kabupaten/Kota dapat diberikan perlakuan khusus.

Dari seluruh cabang olahraga tersebut, yang menjadi pembahasan menarik dan cukup memakan waktu adalah cabang olahraga sepak bola apakah akan dipertandingkan di Porprov tau tidak.

Tahun 2018 nanti Asprov PSSI juga akan menggelar Piala Gubernur, dan rencananya Piala Gubernur inilah yang akan dijadikan pengganti Poprov.

Namun persoalannya Piala Gubernur di gelar sekitar bulan Juni 2018, sedangkan Poprorv baru di gelar bulan September.

Setelah melalui perdebatan panjang, termasuk soal kesiapan anggaran dari Kabupaten/Kota, diputuskan sepak bola tetap akan dipertandingkan di Poprov 2018.

Dari Porprov inilah, nantinya akan diinventarisi atau diidentifikasi atlet-atlet berbakat/berprestasi untuk di persiapkan/dibina menuju Pra PON XX 2019 dan PON XX 2020.

Juga disepakati bersama, bahwa KONI akan melaksanakan Pelatda jangka Panjang dalam rangka Pra PON dan PON XX 2020 pasca Poprov di gelar, yang diperkirakan akan dimulai Oktober 2018 sampai pelaksanaan Pra PON 2019, sesuai jadwal Pra PON masing-masing cabang olahraga.

Selain itu, Pegprov Cabang olahraga juga akan didorong untuk melaksanakan kompetisi/kejuaraan secara berjenjang sebagai ajang seleksi atlet menghadapi Kejurnas/Pra PON XX dan PON 2020. Karena itu, KONI Kabupaten/Kota juga diharapkan bisa ikut mendukung setiap cabang olahraga mengikuti even-even regional dan nasional selain even internal.

Ketua Harian KONI NTT Andre Koreh dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa dengan telah di tetapkannya pelaksanaan Poprov 2018 pada 9 september 2018 nanti, berarti ada cukup waktu bagi Kabupaten/Kota untuk membahas keikutsertaan mereka di Porprov.
“Jadi nantinya tidak ada lagi alasan, tidak bisa ikut,” ungkapnya.

Kalau soal anggaran, dengan rentang waktu yang ada, KONI Kabupaten/Kota harus mengusulkan anggarannya dari jauh hari dan terus di kawal hingga di DPRD.
“2018 semua Kabupaten/Kota wajib ikut Porprov, dan tidak ada alasan lagi soal anggaran,” tegasnya.

Andre Koreh yang menutup secara resmi Rapat Anggota ini, dalam sambutannya juga mengatakan bahwa
keputusan yang diambil dalam rapat Anggota ini, termasuk pelaksanaan Poprov 2018 proyeksinya di fokuskan pada keikutsertaan NTT di PON XX 2020 di Papua.
“Karena itu, apa yang di putuskan dalam Rapat ini, saat kembali ke Kabupaten/Kota masing-masing KONI Kabupaten/Kota harus segera menyusun program kegiatan untuk mengikuti Porprov 2018,” ingatnya.

Keikusertaan dalam Poprov 2018 jadi kunci keberhasilan Rapat Anggota ini.
“Yang sepakat dengan hasil Rapat Anggota ini baru 17 Kabupaten/ Kota, sehingga yang 5 Kabupaten tidak hadir mesti didorong berpartisipasi, sehingga semua Kabupaten/Kota ikut serta,” papar Andre.
Lima Kabupaten yang tidak hadir adalah TTU, Malaka, Sumba Barat Daya, Sumba Barat dan Sikka.

Andre juga mengatakan bahwa KONI Provinsi akan menggunakan kewenangannya melalui Gubernur selaku ketua KONI untuk menyurati Bupati/Walikota agar bisa mengikuti Porprov.

“Bila perlu, dibuat surat pernyataan kesediaan sebagai sebuah pakta integritas,” ungkapnya.

Terkait dengan anggaran, Andre juga mengatakan bahwa nantinya Gubernur akan menyurati Kabupaten/Kota untuk bisa mengalokasikan anggaran untuk keikutsertaan di porprov.”Dan saat asistensi anggaran 2018, wajib ada alokasi anggaran unuk Poprov,” katanya.

Menutup sambutannya, Andre berharap agar PON 2016 lalu memberikan banyak pelajaran, dan pada PON XX 2020 nanti KONI NTT tetap bertekat mempertahankan prestasi yang telah di raih.

“Nantinya menjelang PON 2020, kita juga harus lebih berani lagi pasang target perolehan medali, sebagai tolok ukur kinerja kita,” tutupnya.(rum)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!