Empat Bulan Beraksi, Aldi Curi Lima Motor – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Empat Bulan Beraksi, Aldi Curi Lima Motor

TERSANGKA. Pelaku pencurian sepeda motor, Aldi Husain sementara diperiksa penyidik di ruang Subdit IV Polres Kupang Kota, Kamis (2/3). Gambar lain: Barang bukti kunci T dan sejumlah dokumen idetitas milik Aldi Husain yang ikut diamankan polisi.

GATRA BANUNAEK/TIMEX

Dijual ke Oknum TNI di Wini

KUPANG, TIMEX – Aksi kejahatan pencurian sepeda motor terus saja terjadi di Kota Kupang.

Pada Sabtu (25/2) sekira pukul 18.00, masyarakat berhasil mengamakan salah seorang pelaku pencurian sepeda motor, Petrus Riski Mooy karena mencuri dua sepeda motor sekaligus dalam sehari.

Apesnya, saat masih dilakukan pengembangan atas kejadian curanmor tersebut, pemuda asal Desa Salbait, Kecamatan Mollo Barat, Kabupaten TTS itu berusaha melarikan diri sehingga kaki kirinya ditembusi timah panas Tim Buser Polres Kupang Kota.

Dan pada Rabu (1/3) sekira pukul 19.20, lagi-lagi tim Buser Polres Kupang Kota berhasil mengamankan seorang pelaku curanmor yang diketahui bernama Aldi Husain, 40.

Pria asal Kolaka, Sulawesi Tenggara itu hendak mencuri sepeda motor merek Yamaha Mio GT milik salah seorang warga yang hendak makan bakso di warung bakso Tenda Biru di wilayah Kelurahan Bonipoi, Kecamatan Kota Lama. Menariknya aksi pelaku kepergok tukang parkir.

Kebetulan sekali, saat itu di TKP ada seorang anggota Buser Polres Kupang Kota, sehingga pria yang sudah dikaruniai dua orang anak dan kini menetap bersama istrinya di kos-kosan milik H. Andi Upe di wilayah Kelurahan Alak, Kecamatan Alak itu langsung digelandang ke Mapolres Kupang Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kepada Timor Express di ruang Subdit IV, Satreskrim Polres Kupang Kota, Aldi Husain mengaku dirinya mulai mencuri sepeda motor sejak 2016 sekira bulan November.

“Saya baru tinggal di Kupang satu tahun. Dan selama ini, saya bekerja sebagai sopir yang angkut es batu di TPI Oeba. Saya curi motor sendirian untuk biaya operasi alat kelamin saya. Alat kelamin saya dioperasi karena saya suntik jadi besar namun luka,” jelas Aldi Husain.

Dan dari hasil pencurian sepeda motor tersebut ia jual ke salah satu oknum anggota TNI di Wini, Kecamatan Biboki Utara, Kabupaten TTU.

Oknum anggota TNI itu, sebut pelaku curanmor itu, biasa dipanggil Hendro. Masih menurut pria kelahiran Kolaka itu, sepeda motor yang jadi icarannya selama ini yakni sepeda motor matic dengan harga jual antara Rp 3 juta hingga Rp 4 juta.

Sementara Kasat Reskrim, AKP Lalu Musti Ali Lee kepada Timor Express tegaskan dari hasil interogasi yang sudah dilakukannya bagi pelaku curanmor Aldi Husain diketahui kalau pria yang seharian berprofesi sebagai sopir pikap pengangkut es batu itu sudah berhasil mencuri lima unit sepeda motor di wilayah Kota Kupang.

“Dia (Aldi Husain), diamankan karena berusaha mencuri sepeda motor milik istri anggota polisi ketika sementara parkir di warung bakso tenda biru pada Rabu (1/3) sekira pukul 19.20. Kebetulan sekali, saat pelaku mencoba mencuri sepeda motor tersebut, ada anggota Buser sementara di TKP. Dia lagsung diamankan dan dibawa ke Mapolres Kupang Kota,” ujar Kasat.

Lalu melanjutkan, setelah dilakukan pengembangan atas perbuatan pelaku sekaligus dilakukan penggeledah di kosnya pelaku, didapatkan dua buah kunci T yang sudah diruncing dan biasa dipakai untuk mencungkil kunci sepeda motor yang disasar.

“Ketika kita ke kos pelaku, istri pelaku sudah buang kedua kunci T tersebut ke atas seng. Sementara plat nomor sepeda motor yang dicuri selama ini dibuang istri pelaku ke jembatan dekat kos-kosan pelaku,” imbuhnya.

Perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu menambahkan, tersangka mengaku sudah mencuri lima unit sepeda motor di sejumlah tempat di wilayah Kota Kupang. Setelah mencuri sepeda motor, pelaku menyerahkannya ke rekan penadahnya berinisial S dan A di kos milik pelaku.

“Ada juga sepeda motor hasil curian yang dikasi ke seorang oknum anggota TNI di Wini, Kabupaten TTU dengan inisial H untuk diseberangkan ke Timor Leste. Semua sepeda motor itu dijual dengan kisaran harga antara Rp 3 juta hingga Rp 4 juta,” jelas Kasat sembari tegaskan uang hasil penjualan sepeda motor curian kemudian diserahka ke istrinya.

Namun, oleh istri pelaku mengaku uang hasil penjualan sepeda motor yang diserahkan suaminya sama sekali tidak digunakan. Uang itu kemudian diambil kembali oleh pelaku untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

“Istri pelaku juga mengetahui perbuatan pencurian sepeda motor yang dilakukan pelaku. Istrinya juga sudah mengingatkan supaya pelaku tidak mencuri lagi namun tidak dihiraukan pelaku,” imbuh Kasat Lalu.

Pelaku Aldi Husain juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 363 ayat (2) KUHP dengan acaman hukuman di atas lima tahun kurungan. (gat/joo)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!