Warga Naimata Minta Peningkatan Jalan – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Warga Naimata Minta Peningkatan Jalan

BAHAS PROGRAM. Lurah Naimata, Melianus Benggu (berdiri) sedang membahas program-program yang telah disulkan masyarakat pada Musrenbangkel, Kamis (2/3)

IMRAN LIARIAN/TIMEX

Juga Normalisasi Kali dan Lampu Jalan

NAIMATA, TIMEX – Pemerintah Kelurahan (Pemlur) Naimata menggelar Musrenbangkel di aula Kantor Lurah Naimata, Kamis (2/3).

Kegiatan tahunan tersebut dihadiri oleh Camat Maulafa, Korinus Tuan, LPM, RT/RW serta warga Naimata.

Musrenbangkel yang dipimpin oleh Lurah Naimata, Melianus Benggu itu juga dihadiri dua anggota DPRD Kota Kupang, Dominikus Taosau dan Epi Seran.

Pada kesempatan itu, Ketua RT 06/RW 02, Rinto Selan mewakili warganya mengusulkan peningkatan jalan lapen dengan volume 2.100 meter persegi, tembok penahan kali 380 meter, pengerasan jalan sertu yang menghubungkan wilayahnya dengan jalur 40 sepanjang 800 meter.

Diusulkan juga penambahan 22 tiang listrik atau jaringan listrik, 5 buah lampu penerangan jalan tenaga surya, perbaikan 10 rumah tidak layak huni, bantuan kepada penyandang disabilitas serta pemasangan meteran air dan listrik untuk 20 kepala keluarga.

“Semua usulan ini merupakan hasil Pra-Musrenbangkel tingkat RT/RW,” ujar Rinto Selan.

Sementara itu, Ketua RT 05/RW 02, Yusten Oematan mengusulkan peningkatan jalan, lampu penerangan jalan, perbaikan rumah tidak layak huni dan pembuatan jalan baru.

Yusten katakan peningkatan jalan harus dilakukan mengingat jalan yang ada sekarang sangat sempit, karena semenjak dibangun gedung Kampus STAKN, kepadatan lalu lintas di ruas jalan tersebut meningkat.

“Kami mengharapkan kepada pemerintah untuk membuka akses jalan baru agar menghindari arus keluar masuk para mahasiswa serta masyarakat,” sebut Yusten.

Sementara itu Ketua RT 04, Okto Lopo mengusulkan untuk membuka lokasi jalan izin trayek terutama menuju ke arah lokasi Kampus STAKN untuk dipergunakan para mahasiswa pejalan kaki dan juga masyarakat untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari.

“Kami juga meminta pemerintah untuk membuka jalan baru, lampu penerangan jalan dan perbaikan rumah tidak layak huni,” katanya.
Pada kesempatan itu anggota DPRD Kota Kupang, Dominikus Taousa mengatakan terkait dengan usulan masyarakat mengenai peningkatan jalan serta membuka jalan baru memang sangat penting guna mencegah terjadinya kepadatan kendaraan, karena terdapat Kampus STAKN.

“Kalau sudah dilakukan pelebaran jalan maka harus juga dibangun trotoar menuju ke Kampus STAKN. Kemudian jalan lainnya seperti jalan utama juga ada trotoar agar dipergunakan oleh masyarakat dan mahasiswa,” ujar Dominikus.

Selain itu yang tidak kalah pentingnya kata Dominikus, harus ditetapkan juga batas- batas wilayah antar RT sehingga dengan batasan jelas maka masyarakat bisa mengetahui batas wilayah tersebut dan tidak memicu kebingungan warga mengenai batasan wilayah antar RT.

Sementara itu anggota DPRD Kota Kupang, Epi Seran mengatakan terkait pelebaran jalan hotmix harus ada trotoar yang arahnya menuju ke lokasi kampus STAKN. Peningkatan jalan dan pelebaran yang diusulkan masyarakat sangat penting guna mencegah lakalantas.

Lurah Naimata, Melianus Benggu yang diwawancarai Timor Express, sampaikan Musrenbangkel berpatokan pada capaian-capaian yang telah dilakukan pada tahun 2016 untuk dilanjutkan di tahun ini.

Terkait hasil Musrenbangkel, lanjut Melianus, terdapat usulan program prioritas diantaranya peningkatan jalan baik jalan tanah ke jalan lapen maupun dari lapen ke hotmix.

Menurutnya, peningkatan jalan sangat penting karena terdapat Kampus STAKN, yang mana jumlah mahasiswanya meningkat tajam.

“Dengan banyaknya mahasiswa tersebut dan hanya menggunakan satu akses jalan saja maka akan menimbulkan masalah social,” terang Melianus.

Pihak kelurahan kata Melianus, telah melakukan pendekatan kepada masyarakat sehingga saat ini masyarakat pemilik lahan sudah secara sukarela memberikan lahan untuk dibuka akses jalan alternatif untuk dipergunakan masyarakat.

Melianus menambahkan, usulan peningkatan jalan merupakan bukti perhatian masyarakat guna memberikan dampak positif ketika adanya akses jalan baru.

Sedangkan program prioritas kedua adalah normalisasi kali mati, dimana wilayah Kelurahan Naimata terdapat lima kali mati, dan juga tembok penahan yang telah hancur.

Terkait dengan tembok penahan, jelas Melianus, terlebih dahulu akan dilakukan normalisasi kali atau ditata secara baik barulah dibangun tembok penahan kali. Hal ini agar menjauhi bahaya yang sewaktu-waktu bisa menimpa masyarakat ketika musim banjir.

Melianus melanjutkan, program priorotas ketiga adalah pemasangan lampu penerangan jalan untuk wilayah Kelurahan Naimata mendapatkan 8 buah, sedangkan permintaan yang diusulkan sebanyak 60 buah pada tahun 2016.

“Beberapa hal ini yang kita usulkan. Saya bilang tidak perlu usul banyak-banyak, walaupun sedikit tetapi dipenuhi. Sedangkan semua usulan nantinya sebagai data di kelurahan,” tutup Melianus. (mg22/joo)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!