Ditjen Pajak Siapkan AKASIA dan AKRAB – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

EKONOMI BISNIS

Ditjen Pajak Siapkan AKASIA dan AKRAB

BAYAR PAJAK.Puluhan wajib pajak saat mengantre di KPP Pratama Kupang, awal Maret 2017 lalu untuk membayar pajak.

CARLENS BISING/TIMEX

Farewell Tax Amnesty, Welcome Pasal 18 UU TA

KUPANG, TIMEX– Gempita program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) yang digulirkan Pemerintah RI segera usai karena telah memasuki periode ketiga atau periode terakhir.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2016, program amnesti pajak berakhir 31 Maret 2017 dan tidak akan pernah hadir kembali. Setelah TA, DitjenPajak Kementerian Keuangan telah menyiapkan dua aplikasi untuk membuka data setiap nasabah bank dengan menggandeng Otoritas jasa Keuangan (OJK). Kedua aplikasi tersebut, yakni Aplikasi Usulan Buka Rahasia Bank (AKASIA) dan Aplikasi Buka Rahasia Bank (AKRAB).

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kupang, Agus Budiono kepada Timor Express mengatakan, batas akhir amnesti pajak semakin dekat. Masyarakat luas, khususnya Wajib Pajak (WA) yang belum mengikuti program amesti pajak harus memahami konsekuensi dari tidak mengikuti program amnesti pajak sebagaimana telah diatur pada Pasal 18 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.

Dalam Pasal 18 ayat (2) UU Pengampunan Pajak diatur, dalam hal Wajib Pajak tidak menyampaikan Surat Pernyataan sampai dengan periode Pengampunan Pajak berakhir, dan Ditjen Pajak menemukan data dan/atau informasi mengenai harta Wajib Pajak yang diperoleh sejak tanggal 1 Januari 1985 sampai dengan 31 Desember 2015, dan belum dilaporkan dalam SPT tahunan Pajak Penghasilan (PPh), maka atas harta dimaksud dianggap sebagai tambahan penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak pada saat ditemukannya data dan atau informasi mengenai harta dimaksud, paling lama tiga tahun terhitung sejak UU TA mulai berlaku. “Selanjutnya, dihitung jumlah pajak penghasilan terhutangnya dan dikenai sanksi menurut ketentuan perundang-undangan pajak penghasilan yang berlaku,” kata Agus, Kamis (16/3)
Di sisi lainnya, kata dia, sebagai institusi yang dipercaya memegang tanggung jawab terbesar atas keberhasilan program amnesti pajak, Ditjen Pajak telah memulai langkah-langkah strategis untuk menghimpun data dan atau informasi terkait implementasi pasal 18 UU TA.

Salah satunya adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan OJK terkait pembukaan rahasia nasabah bank dalam rangka pemeriksaan, pemeriksaan bukti permulaan, penyidikan, dan penagihan pajak. Pembukaan data nasabah bank akan dilakukan melalui dua aplikasi AKASIA dan AKRAB. “Dengan telah ditandatanganinya MoU tersebut, tidak ada lagi tempat bagi WP untuk menyembunyikan transaksi keuangannya dari Ditjen Pajak,” tandas dia.

Mantan Kepala KPP Pratama Ende itu lanjutkan, bulan Maret 2017 telah memasuki minggu ketiga, masih tersisa beberapa hari bagi Wajib Pajak yang belum mengikuti program amnesti pajak untuk segera mendatangi Kantor Pelayanan Pajak dan berkonsultasi terkait program amnesti pajak. “Lebih baik segera mengikuti amnesti pajak daripada harus menanggung penyesalan sebagai akibat pelaksanaan pasal 18 UU TA. Ungkap, Tebus, Lega,” tutup dia.

Per tanggal 16 Maret 2017, data statistik pencapaian amnesti pajak yang dirilis Ditjen Pajak melalui laman www.pajak.go.id mencatat sebanyak 772.388 Surat Pernyataan Harta (SPH) yang telah disampaikan ke Ditjen Pajak dengan realisasi Uang tebusan sesuai Surat Setoran Pajak (SSP) sebesar Rp 115 triliun.

Pencapaian program TA di Indonesia merupakan prestasi tersendiri karena tercatat sebagai program amnesti pajak paling berhasil di dunia, dengan membukukan jumlah terbanyak, baik dari angka partisipasi WP, maupun jumlah nilai uang tebusan yang terkumpul. Namun demikian, pencapaian ini belum menunjukkan angka yang ideal, mengingat jumlah Wajib Pajak yang ikut serta dalam program amnesti pajak hanya sekira 5,89 persen dari total 12,6 juta WP yang melaporkan SPT tahunannya.(cel)

Click to comment

Most Popular

To Top