Kasus Embung Rp 5 M Naik Penyidikan – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

HUKUM

Kasus Embung Rp 5 M Naik Penyidikan

ILUSTRASI MARTHEN LADO/TIMEXX

Di Kabupaten Sabu Raijua

KUPANG, TIMEX–Tim penyidik Bidang Tipidsus Kejati NTT tengah menangani kasus dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan 100 embung di Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) tahun anggaran (TA) 2012-2013 senilai Rp 5 miliar. Proses hukum dari kasus tersebut telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan dalam gelar perkara bersama Kajati NTT, Sunarta, Kamis (16/3).

Gelar perkara juga dihadiri Asisten Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Gasper Kase, Kasi Penyidikan Robert Jimmy Lambila, Kasi Penuntutan Ridwan Sujana Angsar, Kasi Eksekusi dan Eksaminasi Henderina Malo dan sejumlah jaksa koordinator.

Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Sunarta yang dikonfirmasi Timor Express di Kantor Kejati NTT mengatakan, dalam gelar perkara telah dievaluasi hasil penyelidikan dan dinyatakan layak untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Dengan ditingkatkan ke tahap penyidikan, Kajati berharap tim penyidik secepatnya merampungkan penyidikan sembari menetapkan pihak-pihak yang dinilai patut bertanggung jawab dalam kasus itu.

“Tim penyidik segera lakukan penyidikan dengan memeriksa para saksi. Termasuk meminta pihak BPKP Perwakilan NTT melakukan penghitungan kerugian negara,” kata mantan Wakajati Sulsel tersebut.

Orang nomor satu di Kejati NTT itu juga mengatakan, tim penyidik yang dipimpin Robert Jimmy Lambila baru saja melakukan survei lokasi dan progres proyek embung di sejumlah lokasi di Kabupaten Sarai. Turut serta juga tim teknik dari Politeknik Negeri Kupang (PNK) yang dipimpin Marsinta Simamora.

Selain memeriksa seluruh proyek embung dan tambak garam di Sarai, tim penyidik juga memeriksa puluhan saksi di Kantor Kejari Sabu Raijua. “Tim kita baru saja pulang opname lapangan di Sabu Raijua bersama tim teknik dari PNK. Tim memeriksa proyek embung dan tambak garam,” kata Kajati.

Ditambahkan, dalam proses hukum kasus proyek embung, tim penyidik juga telah memeriksa delapan orang saksi, termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sarai, Lay Rohi. Lay dalam proyek embung ini bertindak selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Tim penyidik Bidang Tipidsus Kejati NTT saat ini tengah menangani tiga kasus dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Sarai. Yakni kasus proyek tambak garam TA. 2014-2017 senilai Rp 180 miliar pada Disperindang Sarai. Selain itu, kasus proyek pembangunan 100 embung TA. 2012-2013 senilai Rp 5 miliar di Dinas Pekerjaan Umum. Dan kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) TA. 2014 di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sarai. (joo/ito)

KASUS SARAI YANG DITANGANI KEJATI NTT

1. Proyek 100 Embung
Nilai Rp 5 miliar
Proyek tahun 2012-2013
Tahap penyidikan
Saksi yang diperiksa:
Kepala Dinas PU Sarai, Lay Rohi
2. Tambak Garam
Nilai Rp 180 miliar
Proyek tahun 2014-2017
Tahap penyidikan
Saksi yang diperiksa:
Kadis Perindag: Lewi Tandirura
Sekretaris Disperindag: Niko Tari
3. Dana Bantuan Sosial
Tahap penyelidikan

Click to comment

Most Popular

To Top