BI Kembali Buka Dua Kas Titipan – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

EKONOMI BISNIS

BI Kembali Buka Dua Kas Titipan

RESMIKAN GEDUNG.Kepala BI Perwakilan NTT Naek Tigor Sinaga (kiri) mendampingi Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Gubernur BI Agus Martowardojo, Anggota DPR RI Fery Kasse dan Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno saat peresmian gedung baru BI Perwakilan NTT di Jalan El Tari Kota Kupang, 27 Januari 2017.

CARLENS BISING/TIMEX

Di Sumba Barat dan Alor

KUPANG, TIMEX-Masyarakat NTT terus mendapat perhatian, tidak hanya dari pemerintah pusat, namun juga dari bank central Indonesia, yakni Bank Indonesia (BI)
Betapa tidak, meski sudah memiliki enam kantor kas titipan di NTT, BI kembali menambah dua kas titipan di Alor dan Sumba Barat. Dengan menggandeng Bank NTT, kas titipan tersebut diharapkan memudahkan mayarakat untuk mendapatkan uang-uang yang layak edar.

“Di Alor itu supaya bisa menjangkau pulau-pulau lain, misalnya Pulau Pantar. Sehingga, masyarakat kepulauan tidak lagi memegang uang-uang yang lusuh,” kata Kepala BI Perwakilan NTT Naek Tigor Sinaga kepada Timor Express, Minggu (19/3).

Sebelumnya, BI sudah membuka enam kantor kas titipan, yakni di Lembata, Atambua, Waingapu, Ende, Ruteng dan Maumere. Dengan memiliki enam kantor kas titipan saja, BI Perwakilan NTT menjadi kantor perwakilan yang memiliki kas titipan terbanyak di Indonesia.

Dan, dengan penambahan dua lagi nantinya NTT semakin memperbesar jumlah kas titipan dengan salah satu alasan karena NTT adalah provinsi kepulauan.
Naek Tigor yang diwawancarai Minggu (19/3) menjelaskan, kehadiran kantor kas titipan di daerah kepulauan akan sangat membantu masyarakat, perbankan dan juga berbagai kalangan, sehingga tidak perlu lagi mendatangkan uang dari Kupang.

“Kas titipan BI ini membantu dalam upaya pelayanan uang layak edar sampai ke pelosok-pelosok. Dan juga, efisien bagi perbankan daerah dalam mengelola arus likuiditasnya,” terang Naek Tigor.

Dengan kehadiran kas titipan tersebut, pihaknya bisa memastikan ketersediaan jumlah uang yang cukup di suatu daerah. Sehingga, pemerintah kabupaten tidak akan kesulitan apabila ingin menarik dana pemerintah dalam jumlah besar dalam waktu yang singkat.

“Jadi kas titipan ini salah satu syarat untuk ekonomi tumbuh adalah tersedianya likuiditas yang cukup,” tutup dia.(cel)

Click to comment

Most Popular

To Top