DPRD Pertanyakan Pelayanan PT.Flobamor – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

EKONOMI BISNIS

DPRD Pertanyakan Pelayanan PT.Flobamor

KUPANG, TIMEX-Gangguan mesin pada KMP Sirung saat pelayaran Lewoleba-Kupang menurut DPRD NTT sebagai indikasi adanya persoalan besar yang ada di PT.Fobamor. Pasalnya, tiga kapal yang dikelola PT.Flobamor, yakni KMP.Sirung, Ile Boleng dan KMP Pulau Sabu terbilang masih berusia di bawah 20 tahun, namun tidak terawat dengan baik.

Anggota Komisi III DPRD NTT Ampera Seke Selan kepada Timor Express mengatakan, pemerintah Provinsi NTT harus mengevaluasi secara keseluruhan perusahaan yang sebelumnya berbentuk Perusahaan Daerah (PD) itu.

“Sewajarnya, kapal-kapal itu masih lebih bagus dibanding kapal-kapal yang dikelola PT.ASDP Cabang Kupang. Tetapi kenyataannya, operasional kapal tidak normal karena pasti perawatan juga tidak tertib,”

Menurut Ampera, berdasarkan laporan dari PT.Flobamor, kapal-kapal itu dikelola oleh anak perusahaan milik PT.Flobamor. Bahkan DPRD sendiri sudah memberi peringatan kepada perusahaan tersebut untuk memperjelas kedudukan anak perusahaan tersebut agar tidak melanggar secara hukum.

“Makanya DPRD tidak mengalokasikan dana untuk pemeliharaan kapal-kapal itu. Kami minta mereka untuk mencari dana sendiri, baik dari perusahaan atau subsidi dari Kementerian Perhubungan,” kata politikus Partai Demokrat itu.

Ampera jelaskan, DPRD NTT hanya mengetahui sebatas PT.Flobamor. Sehingga DPRD hanya mengalokasikan dana untuk operasional perusahaan tersebut. “Kita dapat inormasi bahwa tiga kapal yang mereka kelola itu tidak dirawat dengan baik, jadi sering rusak-rusak,” tutup mantan Wakil Ketua DPRD TTS itu.

Sebelumnya, KMP.Sirung mengalami gangguan pada mesin, sehingga pelayaran Lewoleba-Kupang, Rabu (15/3) yang seharusnya ditempuh selama 14 jam, molor hingga 26 jam. Awal kapal memutuskan untuk memperlambat kecepatan kapal karena suhu mesin tidak stabil dan cesnderung panas saat dipacu dengan kecepatan normal.

Direktur Utama PT.Flobamor Hironimus Soriwutun yang dikonfirmasi koran ini pun mengakui, KMP.Sirung yang sudah dikelola sejak 2013 lalu itu mengalami masalah di bagian mesih, sehingga tidak bisa dipacu normal. Namun hal itu menurut dia sudah langsung teratasi sehingga hari ini kapal tersebut sudah bisa berlayar kembali.

Hironimus yang ditanya koran ini terkait usia tertua dari ketiga kapal tersebut mengatakan, KMP Pulau Sabu adalah kapal yang pertama dikelola PT.Flobamor. “KMP Pulau Sabu itu tahun 2004,” kata Hironimus, Minggu (19/3).

Dengan demikian, usia KMP.Pulau Sabu baru 11 tahun. Sementara KMP.Sirung diresmikan 2013, sehingga maru menginjak usia empat tahun. Kapal lainnya, KMP Ile Boleng diresmikan 2010, sehingga baru berusia tujuh tahun.(cel)

Click to comment

Most Popular

To Top