Jaksa Tahan Herman Ati – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

RAKYAT TIMOR

Jaksa Tahan Herman Ati

TUNDUK. Tersangka Herman Ati tertunduk dihadapan jaksa penuntut umum Kejari Belu, Mochmamad Anam dan tim Buser Polres Belu sesaat akan diserahkan petugas keamanan ke Lapas Kelas IIB Atambua, Senin (20/3) petang.

FRANS BORGIAS KOLO/TIMEX

Tersangka Kasus Penganiayaan Selustinus Lelo

ATAMBUA, TIMEX – Setelah bebas berkeliaran sekira tujuh bulan sejak Juli 2016 hingga Maret 2017, jaksa Kejaksaan Negeri Belu akhirnya menahan tersangka Herman Ati.
Penahanan tersangka Herman Ati berlangsung, Senin (20/3) petang setelah ditangkap tim Buser Polres Belu di bawah pimpinan Kanit Buser, Aiptu Filomeno Soares.

Herman Ati ditangkap tim Buser ketika sedang belanja di baru Atambua, Senin siang. Tersangka sempat digiring ke Poliklinik Polres Belu sebelum digelandang ke kantor Kejari Belu.

“Tersangkanya ditangkap Buser Polres Belu saat belanja di pasar baru Atambua. Setelah kami terima hari ini, kami juga langsung titip tersangkanya di Rutan Atambua,” kata Kasi Pidum Kejari Belu, Mochamar Choirul Anam saat ditemui Timor Express di Kejari Belu, petang kemarin.

Mochamar mengaku, penahanan tersangka Herman Ati yang berlaku sejak kemarin di Rutan Kelas IIB Atambua atas surat perintah Kepala Kejari Belu, Rivo Medellu. “Ini perintah pak Kajari. Jadi sesuai aturan tersangka akan kami tahan selama 20 hari sambil menunggu proses pelimpahan ke pengadilan. Kami akan upayakan mudah-mudah sebelum 20 hari sudah disidangkan,” tegasnya.sementara tersangka Herman Ati yang dikonfirmasi sesaat akan digiring menuju Rutan Kelas IIB Atambua mengaku bingung dengan peristiwa penangkapan dan penahanan dirinya.

“Saya bingung karena kasusnya sudah dua tahun lalu kok hari ini baru saya ditangkap dan langsung tahan saya. Padahal selama ini saya pikir masalahnya sudah selesai karena saya sudah habis-habisan menghadapi masalah ini,” ungkapnya.

Dia mengancam akan membongkar semua rahasia dibalik molornya proses hukum kasusnya pasca pelimpahan tahap dua oleh tim penyidik Reskrim Polres Belu sejak Juli 2016 lalu.

“Daripada saya sendiri yang korban lebih baik saya bongkar semua yang terjadi selama ini. Tunggu saya masih konsultasi dengan pengacara saya. Tenang saja, pasti saya bongkar semuanya biar mau rusak-rusak sudah,” kata Herman Ati.

Tersangka Herman Ati yang diserahkan tim Buser Polres Belu sebenarnya sudah diserahkan bersama barang bukti oleh penyidik Reskrim Polres Belu sejak Juli 2016 lalu. Kendati demikian, proses hukum kasus tersebut belum sempat disidangkan di Pengadilan Negeri Atambua. Kasus itu terbongkar setelah korban pengeroyokan dan penganiayaan,

elustinus Lelo mempertanyakan proses hukum tersangka Herman Ati pasca putusan atas tersangka lainnya yaitu Johanes Junter yang adalah anak kandung tersangka Herman Ati. (ogi/ays)

Click to comment

Most Popular

To Top