Mekeng Ajak Pihak Lain juga Lapor – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

HUKUM

Mekeng Ajak Pihak Lain juga Lapor

BERI KETERANGAN. Ketua Komisi XI DPR RI, Melchias Markus Mekeng memberi keterangan kepada media usai melaporkan Andi Narogong di Bareskrim Mabes Polri, Senin (20/3).

FERDY TALOK/TIMEX

Laporkan Narogong Terkait Tuduhan Suap e-KTP

JAKARTA, TIMEX-Ketua Komisi XI DPR RI, Melchias Markus Mekeng mewujudkan niatnya melaporkan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong ke Bareskrim Mabes Polri, Senin (20/3). Mekeng tak terima dirinya dikatakan menerima dana USD 1,4 juta dari proyek e-KTP.

Mekeng yang didampingi penasehat hukumnya mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan Andi Narogong yang diduga melakukan pencemaran nama baiknya. Pantauan koran ini, anggota DPR Dapil NTT 1 ini bersama kuasa hukumnya, Petrus Salestinus, Alfons Loe Mau, Petrus Bala Pattyona, Servas Manek tiba di Bareskrim sekira pukul 10:45 WIB. Mekeng langsung menuju sentra pelayanan untuk melaporkan Andi Narogong.

Terlihat, Mekeng membawa sejumlah berkas, seperti dokumen dakwaan, kliping tulisan media dan sejumlah dokumen lain, terkait tuduhan Andi Narogong. Pihak Bareskrim yang dipimpin AKP Roberus Sulistiawan langsung memeriksa semua dokumen yang diajukan.

Setelah dinyatakan lengkap, perwira siaga itu langsung membuat tanda bukti lapor. Kemudian ditandatangani pelapor, Melchias Markus Mekeng dan perwira siaga tersebut.

Mekeng melaporkan Andi Narogong atas beberapa hal. Yakni memberikan keteranghan palsu, fitnah atau pencemaran nama baik, sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 317, 318 dan atau pasal 310, Pasal 311 KUHP.

Mantan Ketua Badan Anggaran DPR RI itu kepada wartawan mengemukakan, dirinya melaporkan Andi Narogong karena telah mencemarkan nama baik dan memberi keterangan palsu. Motifnya adalah, demikian Mekeng, cari duit untuk kepentingan dirinya atau orang lain dengan mencatut namanya.

Dengan telah melaporkan kasus itu, Mekeng mengatakan, dirinya siap untuk memberikan keterangan terkait pencemaran nama baik dan pemberian keterangan palsu Andi Narogong. “Saya akan penuhi panggilan, terkait laporan saya ini,” bebernya.

Mekeng mengaku siap juga menghadapai persidangan sebagai saksi kasus e-KTP. Dalam sidang nanti, dia akan membuktikan kalau tidak ada uang sepersen pun dari Andi untuk dirinya. “Jika dipanggil, saya siap untuk mengikuti,” kata dia.

Dia menambahkan, dirinya selama ini tidak mengenal siapa itu Andi Narogong. “Kenal batang hidung, kepala dan muka saja tidak. Bagaimana dia (Narogong) kasi saya uang,” ungkapnya. Dia juga mengaku tidak pernah bertemu, apalagi membahas anggaran proyek yang ada. “Jadi ada yang catut nama saya untuk dapat uang dari proyek e-KTP,” imbuhnya.

Masih menurutnya, bagi setiap pihak yang disebutkan namanya dalam kasus e-KTP, diharapkan bisa melaporkan tuduhan itu. Sebab selain merugikan pribadi, juga merugikan lembaga masing-masing.

Terpisah, Ketua Tim Kuasa Hukum, Petrus Salestinus mengungkapkan, pihaknya telah melaporkan Andi Narogong kepada pihak kepolisian. Pihaknya berharap, kepolisian segera memproses laporan itu dengan memanggil kliennya untuk dimintai keterangan, maupun pihak terlapor, Andi Narogong.

Kasus ini menurutnya, merupakan bentuk fitnah dan merupakan pemberian keterangan palsu oleh Narogong. “Bisa saja uang tersebut diberikan kepada Narogong, tapi tidak sampai ke kliennya. Ini bentuk pencatutan nama,” pungkas dia.

Untuk diketahui, dalam kasus e-KTP, terdapat dua orang yang telah menjadi terdakwa. Mereka adalah mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Sugiharto dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman. (lok/fmc/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top