PT.Flobamor Mengaku Raup Untung – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

EKONOMI BISNIS

PT.Flobamor Mengaku Raup Untung

MINIATUR KMP PULAU SABU

FOTO REPRO

Kelola Tiga Kapal Penyeberangan

KUPANG, TIMEX-Direktur Utama PT.Flobamor Hironimus Soriwutun mengakui, perusahaan yang dipimpinnya semakin berkembang dan bahkan mulai mendapat kepercayaan dari pihak perbankan.

Hironimus yang diwawancara Timor Express di ruang kerjanya menjelaskan, sejak memimpin PT.Flobamor tahun 2014, banyak perubahan yang dilakukan dan membalikkan keadaan perusahaan yang sebelumnya terus merugi hingga persoalan tertundanya gaji anak buah kapal (ABK).

“Kita pimpin awal itu tanpa dukungan dana dari pemerintah sebagai pemegang saham. Tapi kami langsung dapat keuntungan Rp 300 juta lebih,” kata Hironimus di ruang kerjanya, Senin (20/3).
Mantan anggota DPRD NTT itu tambahkan, meski dengan berbagai hambatan dan tantangan, namun pihaknya terus berupaya memaksimalkan sumber daya yang ada untuk menjalankan roda perusahaan dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

Di tahun kedua, dengan sumber pendapatan dari tiga kapal penyeberangan yang dikelola, masing-masing KMP Sirung, Ile Bolengdan Pulau Sabu, kembali menyumbang keuntungan hingga Rp 1,3 miliar. Tahun ini (2016) kita untung lebih dari Rp 2 miliar,” tambahnya.

Dia katakan, dengan keuntungan yang diraup, dia pun memutuskan untuk menaikkan gaji karyawan, membenahi fisik kantor dan juga memperbaiki operasional perusahaan. Untuk memaksimalkan pelayanan, pihaknya menjawabnya dengan memenuhi target trip yang disepakati dalam kontrak.

Di tahun 2016 misalnya, KMP Pulau Sabu dengan target 40 trip, realisasinya 43 trip. KMP Ile Boleng dengan target 140, bisa direalisasikan 156 trip. Selanjutnya, KMP Sirung yang ditarget 126 trip, naik menjadi 132 trip.

“Jadi kami melampaui target. Target kita sepakati dan saya melampaui. Kalau soal kapal rusak, kementerian tidak mau tahu. Tidak capai target karena kapal rusak, kita didenda,” sambung dia.

Dia tambahkan, untuk KMP Sirung melayani rute Kupang-Lewoleba dan Kupang-Ende. KMP Pulau Sabu dengan basekam di Teluk Gurita, melayani Teluk Gurita-Kisar-Ile Wake dan kembali ke Alor melalui Teluk Gurita lagi.

Hironimus pun tidak menampik ketika ditanya terkait kondisi KMP Ile Boleng yang dikabarkan sedang rusak. Namun menurut dia, KMP Ile Oleng sedang dipersiapkan untuk mengikuti tender pelayaran. Dia kembali tegaskan, seluruh operasional perusahaan dibiayai menggunakan dana perusahaan tersebut. Meski mendapat subsidi dari pemerintah, namun dia tegaskan, untuk mendapatkan subsidi harus melalui proses tender. “Jadi, untuk operasional kapal saya kita butuh sekira Rp 1 milar lebih setiap bulan. Paling banyak itu BBM,” tutup dia.(cel)

Click to comment

Most Popular

To Top