USBN, NCIPS Berbasis Komputer – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

RAGAM

USBN, NCIPS Berbasis Komputer

Hari Pertama Berjalan Aman

KUPANG, TIMEX– Hari pertama penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SMA/SMK di Kota Kupang berjalan aman dan lancar. NCIPS Kupang menyelenggarakan USBN berbasis komputer yang dirancang sama dengan UNBK (ujian nasional berbasis komputer).

Pantauan Timor Express, Senin (20/3) di beberapa sekolah seperti SMAN 2 Kupang, SMKN 3 Kupang, SMAN 5 Kupang dan SMA NCIPS, terlihat sejumlah peserta mengikuti ujian dalam suasana hening dan penuh kosentrasi. Layaknya pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Beberapa sekolah dalam penyelenggaraan masih menggunakan sistem lembaran kertas. Sedangkan satu sekolah yakni SMA NCIPS menggunakan sistem komputer atau berbasis komputer.

Kepala SMA Nusa Cendana International Plus School (NCIPS) Kupang, Gorgonius P. Adhi mengatakan, hari pertama pelaksanaan USBN pada sekolahnya berjalan aman dan lancar tanpa ada hambatan apapun. Hal tersebut dikarenakan sekolahnya mengunakan sistem/berbasis komputer dalam pelaksanaan USBN.

Gorgonius mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk mendukung program Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), pihak NCIPS bekerja sama dengan Universitas San Pedro Kupang mendesain program aplikasi USBN berbasis komputer yang hampir sama persis dengan Aplikasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pelaksanaan ujian berbasis komputer tersebut telah dilakukan sejak try uut ke-2, try out ke-3 dan ujian Sekolah (US).

“Hal ini dimaksudkan untuk melatih dan membiasakan siswa agar mereka terbiasa dalam mengerjakan soal-soal ujian berbasis komputer,” kata Gorgonius.

Dirinya menjelaskan, jumlah peserta yang ikut dalam USBN sebanyak 11 orang. Semuanya dari Jurusan IPA. Dengan sistem ujian berbasis komputer tersebut, siswa mengaku sangat senang karena waktu yang dibutuhkan dalam mengerjakan soal tidak lama. Penggunaan waktu sangat efektif bila dibandingkan dengan sistem lembaran jawaban menggunakan kertas.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala SMAN 2 Kupang, Max Nggeolima. Dirinya mengatakan, pelaksanaan USBN di sekolahnya berjalan aman dan lancar tanpa ada hambatan meskipun USBN masih menggunakan lembaran kertas. Hal tersebut dikarenakan proses pelaksanaan USBN dilakukan oleh pihak sekolah sendiri.

Dia menjelaskan, jumlah peserta USBN di sekolah yang dipimpinnya sebanyak 506 siswa. USBN akan berakhir pada Rabu (23/3). Tim pengawas ujian berasal dari sekolahnya sendiri. Berkaitan dengan soal ujian, menurut Max, juga tidak ada hambatan karena sekolah menyusun dan mencetak sendiri sehingga dijamin tak ada kekurangan.

“Pengawas ada 56 orang dengan jumlah ruangan sebanyak 28 ruangan masing-masing dua orang pengawas,” jelas Max.

Sementara itu, Kepala SMAN 5 Kupang, Ruben Kalli mengatakan, hari pertama ujian di SMAN 5 Kupang berjalan lancar. Siswa yang mengikuti USBN berjumlah 369 siswa. Ada 10 siswa dari SMA Timpolmas yang dititipkan di sekolah itu.

Sedangkan pengawas adalah guru-guru SMAN 5 atau pengawas internal. Ruben juga sangat menyayangkan dan berduka atas meninggalnya satu siswa peserta Ujian yang meninggal pada Minggu (19/3) atau sehari sebelum pelaksanaan USBN.
Ruben mengaku, siswanya yang mengikuti ujian sebenarnya berjumlah 370 orang. Namun, karena seorang peserta dari Jurusan Bahasa meninggal sehingga jumlahnya menjadi 369 orang.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Livingstone Ratu Kadja mengatakan, sebagai pimpinan komisi, dirinya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Dinas Pendidikan agar mempersiapkan siswa untuk mengikuti UN.

Menurut Livingstone, pelaksanaan USBN merupakan tahapan persiapan menuju UN. Apalagi, pelaksanaan hari pertama USBN sudah berlangsung aman dan lancar, sehingga pelaksanaan UN pun harus demikian. Dan yang terpenting, tambah Livingstone, adalah persiapan siswa.

Dikatakan, Dinas Pendidikan sudah harus menyiapkan sedini mungkin siswa di Kota Kupang agar dalam menghadapi UN mereka lebih siap menghadapi soal yang diberikan. Sehingga membawa hasil yang memuaskan.

Dikatakan, persiapan UN bisa dilakukan melalui try out, bimbingan belajar maupun kegiatan belajar lain bagi siswa. Ini untuk mendukung kesiapan para siswa dalam pelaksanaan UN nanti. “Dengan adanya persiapan yang baik, maka hasil UN juga akan semakin berkualitas. Kota Kupang bisa menjadi kota dengan peringkat nomor satu untuk tingkat provinsi,” katanya. (mg25/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top