Dipalak dan Dianiaya Preman, Dua Sopir Angkot Babak Belur – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Dipalak dan Dianiaya Preman, Dua Sopir Angkot Babak Belur

KORBAN. Beginilah kondisi korban Alfin Feka karena dianiaya sekelompok preman di kawasan Pantai Nunsui atau persisnya di jalan menuju Cafe Batu Nona Beach pada Selasa (21/3). Tampak luka tusukkan di punggung kanan.

IST

Di Pinggir Jalan Pantai Nunsui 

KUPANG, TIMEX – Apes benar nasib dua orang sopir angkutan kota (angkot), Alfin Feka, 19, dan Jacky Batmaro, 18.

Betapa tidak, ketika sementara duduk santai sambil menikmati kopi di Pantai Nunsui, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima atau persisnya di dekat tempat wisata, Café Batu Nona Beach, dua orang sopir itu tiba-tiba didatangi sekelompok preman berjumlah empat orang dengan mengendarai sepeda sepeda motor.

Kedua sopir itu lalu dipalak oleh para preman dengan cara meminta uang sebesar Rp 10.000. Usai meminta uang, para preman itu lalu meninggalkan kedua korban.

Namun beberapa menit kemudian, para preman itu kembali dan menganiaya kedua korban dengan cara dipukul, ditendang serta ditikam pakai pisau.

Akibat penganiayaan itu, maka kondisi kedua korban babak belur karena mengalami sejumlah luka memar dan luka tusuk.

Kejadian naas yang dialami kedua sopir itu terjadi pada Selasa (21/3) sekira pukul 13.30.

Kapolsek Kelapa Lima, AKP Abdul Basith Algadri yang dikonfirmasi Timor Express, Rabu (22/3) membenarkan kejadian pemalakkan dan penganiayaan yang dialami kedua korban.

Dijelaskan Kapolsek, kejadian pemalakkan dan penganiayaan yang dialami Alfin Feka dan Jacky Batmaro terjadi pada Selasa (21/3) sekira pukul 13.30 bertempat di Cafe Batu Nona Beach, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima.

Akibat dianiaya, jelas Kapolsek, korban Alfin Feka, warga Jalan Pelita atau persisnya di belakang SPBU Km 10, RT 02/RW 01, Kelurahan Oesapa, mengalami luka robek pada bahu sebelah kiri dan kepalan tangan kanan serta luka tikam pada punggung kanan.

Sedangkan korban Jacky Batmaro, mengalami luka tikam pada lengan kiri.

Sebelum dianiaya para preman, lanjut Kapolsek, kedua korban yang berprofesi sebagai sopir angkot itu duduk santai sambil menikmati kopi di Pantai Nunsui bersama saksi Andri Kause, 17.

“Korban Jacky Batmaro mengaku, sebelum kejadian ia dan kedua korban duduk di pinggir jalan menuju Cafe Batu Nona Beach. Saat sementara duduk di kawasan Pantai Nunsui itu bersama saksi Andrian Kause, tiba-tiba mereka didatangi oleh empat orang pemuda yang tak dikenali sambil mengendarai dua unit sepeda motor. Saat itu, para pelaku lalu meminta uang ke kedua korban. Oleh kedua korban, para pelaku diberi uang sebesar Rp 10.000. Setelah mendapatkan uang, para pelaku lalu meninggalkan para korban dan pergi ke arah pantai,” kata mantan Kasat Intel Polres TTU.

Namun sekitar 15 menit kemudian, jelas Kapolksek, para pelaku kembali menghampiri kedua korban serta saksi dan langsung melakukan penganiayaan tanpa sebab.

Tak puas menganiaya kedua korban, para pelaku lalu membawa kedua korban ke depan Cafe Batu Nona Beach. Di depan Cafe Batu Nona Beach, tiba-tiba salah satu pelaku secara tiba-tiba mengeluarkan pisau yang dibawanya lalu menikam kedua korban. Usai menikam kedua korban, para pelaku melarikan diri.

Sementara saksi Andri Kause, mengaku ia dan kedua korban sedang duduk di pinggir jalan menuju Cafe Batu Nona Beach yang berada di pinggir Pantai Batu Nona sambil minum kopi.

Dan sekira pukul 13.30, kedua korban menyuruh saksi untuk membeli rokok. Saat pergi membeli rokok itulah, para pelaku lalu datang menghampiri kedua korban dan melakukan penganiayaan.

“Saat ini, korban Alfin Feka belum bisa memberikan keterangan karena mengalami luka cukup serius. Saksi dan korban tidak mengetahui identitas para pelaku, namun mereka masih mengenali wajah pelaku. Saat ini juga kita sementara melacak keberadaan para pelaku,” pungkas Kapolsek. (gat/joo)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!