Dihajar Istri, Ketua RT 07 Lasiana Nyonyor – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Dihajar Istri, Ketua RT 07 Lasiana Nyonyor

SEKARAT. Korban KDRT, Hanok Adu sementara digendong salah seorang anggota Pospol Oesapa Timur ketika meminta perlindungan polisi karena menjadi korban penganiayaan istrinya. Diabadikan, Minggu (26/3)

GATRA BANUNAEK/TIMEX

Gara-gara Tersinggung Perkataan Korban

KUPANG, TIMEX– Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi selama ini, para korban didominasi perempuan. Namun, untuk kasus KDRT yang satu ini, korbannya adalah laki-laki yang tidak lain adalah Ketua RT 07, Kelurahan Lasiana, Hanok Adu, 56. Hanya karena mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan pelaku yang juga istrinya, Frederika Adu Modok, 45, korban lalu dianiaya dengan cara dipukul pakai gagang sapu dan hamar pada bagian kaki, dada, kepala termasuk dicakar pakai tangan oleh pelaku. Lantaran dianiaya secara sadis, maka korban dengan tertatih-tatih langsung melarikan diri ke Pospol Oesapa Timur dan mengadukan perlakuan istrinya itu.

Kasus KDRT ini terjadi pada Minggu (26/3) sekira pukul 22.00 bertempat dikediaman mereka di wilayah RT 07/RW 03, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima. Kapolsek Kelapa Lima, AKP Abdul Basith Algadri yang dikonfirmasi Timor Express di ruang kerjanya, Rabu (29/3) membenarkan adanya kejadian KDRT istri aniaya suami itu. Dijelaskan mantan Kasat Intel Polres TTU itu, akibat dianiaya istrinya Frederika Adu Modok, korban Hanok Adu mengalami sejumlah luka memar pada beberapa bagian tubuhnya. “Korban mengalami luka robek pada bagian dada dan bengkak pada kaki kanan. Akibatnya, korban tak bisa berjalan. Namun, korban berhasil selamat dengan cara melarikan diri dari tangan istrinya menggunakan bantuan ojek ke Pospol Oesapa Timur dan mengadukan perbuatan istrinya,” jelas Abdul Basith.

Kronologis kejadian KDRT itu, sebut Kapolsek Kelapa Lima, berawal saat korban Hanok Adu yang menutup kios, melihat pelaku sementara asyik menyaksikan tayangan di TV. “Lu nonton TV terus. Pas orang mau belanja harus batereak dengan lu” kata Kapolsek Kelapa Lima mengulangi kata-kata korban ke pelaku. Karena tersinggung dengan kata-kata korban, maka pelaku naik pitam sehingga terjadi percecokan dengan korban. Lantaran emosinya tak terbendung, pelaku lalu mengambil sapu dan menusuk korban pada kaki sehingga mengakibatkan kaki korban bengkak. Tak puas, pelaku kembali mengambil hamar dan memukul kepala korban. Tak hanya itu saja, penganiayaan terus dilakukan pelaku ke korban dengan cara mencakar tangan dan dada korban. Saat hendak memukul korban dengan sapu lagi, korban berhasil melarikan diri dengan cara merayap dan berhasil menahan sebuah sepeda motor ojek dan lalu mengadukan perbuatan istrinya ke Pospol Oesapa Timur.

“Anggota kita yang menuju ke TKP tak menemukan pelaku karena pelaku sudah melarikan diri. Setelah dilakukan pencarian, pelaku tidak juga ditemukan. Namun akhirnya pelaku ditemukan dan langsung kebawa ke Pospol Oesapa Timur. Setelah dilakukan mediasi, korban dan pelaku akhirnya bersedia untuk menempuh upaya damai dengan membuat surat pernyataan di depan aparat Pospol Oesapa Timur,” jelas Kapolsek Kelapa Lima. Masih menurut Kapolsek, kejadian perkelahian antara pelaku dan korban sudah sering terjadi dan biasanya dimediasi oleh Ketua RW setempat.(gat)

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!