Penjual Martabak Diparang Karyawan SPBU – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

KRIMINAL

Penjual Martabak Diparang Karyawan SPBU

Akibat Overdosis Miras dan Minta Martabak

KUPANG, TIMEX– Efek minuman keras (miras) bisa memicu orang yang mengonsumsi miras bertindak brutal. Buktinya, Sabtu (8/4) sekitar pukul 20.30 bertempat di Jalan A. Yani Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, M. Fais Razik, 17, dibacok oknum karyawan SPBU Oeba, Anderson alias Beglen.

Akibat pembacokan yang dialaminya itu, maka korban, M. Fais Razik harus menderita luka dibagian kepala. Tak hanya menderita luka bacokan saja, sebelum membacok penjual martabak itu pakai parang, pelaku Anderson juga sempat melakukan penganiayaan terhadap korban saat minta martabak dengan cara ditampar.

Menurut keterangan Kapolsek Kelapa Lima, AKP Abdul Basith Algadri yang dikofirmasi Timor Express di ruang kerjanya mengaku pembacokan terhadap penjual martabak itu terjadi akibat pelaku dalam kondisi mabuk miras lalu meminta martabak ke korban. Saat korban sementara membuatkan martabak pesanan pelaku, entah setan apa yang terlintas dipikirannya, pelaku lantas menganiaya korban dengan cara ditampar dan dipukul pakai tangan.

“Sebelum terjadi pembacokan, pelaku yang merupakan warga Jalan A. Yani, Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama atau persisinya di belakang Dewa Kunci meneguk miras. Saat mabuk miras, pelaku lalu mendatangi tempat jualan korban untuk minta martabak. Karena takut, korban lalu membuatkan martabak permintaan karyawan SPBU Oeba itu. Ketika korban asyik membuat martabak yang diminta, pelaku justru menampar dan memukul korban,” sebut Abdul Basith.

Diterangkan juga, tanpa sebab tiba-tiba pelaku marah-marah dan memukul korban di bagian kepala. Saat itu, teman korban, M. Sanusi menegur pelaku dengan kata-kata, “Kalau minta na jangan main pukul. Kan sementara dibuatkan,”. Tak terima ditegur teman korban, maka pelaku langsung balik menampar M.Sanusi sebanyak satu kali mengunakan tangan kanan. Saat itu, pelaku berkata, “Basong tunggu e, beta ambil parang,”.

“Setelah memukul korban dan saksi, pelaku kembali ke rumahnya dan mengambil parang. Tak berselang lama sekira pukul 20.30, pelaku kembali ke tempat jualan martabak korban dan temannya dan langsung megayunkan parang tersebut ke kepala korban. Korban lalu lari ke rumah untuk meminta pertolongan ke Aldo,” jelas mantan Kasat Intel Polres TTU ini.

Selaku tuan rumah dimana korban dan M.Sanusi menginap, Aldo lalu mengantarkan korban bersama M. Sanusi ke rumah sakit. “Sesuai keterangan korban dan temannya, pelaku sudah biasa memalak ataumeminta makanan secara paksa ke korban dan M.Sanusi. Kalau datang memalak ke tempat korban, pelaku dalam kondisi mabuk miras,” jelas Abdul Basith.

Parang yang dipakai pelaku untuk membacok korban, diambil pelaku di Rumah Makan Mie Jakarta. Setelah membacok korban, pelaku lalu melarikan diri dan masih dalam pengejaran aparat Polsek Kelapa Lima.(gat)

Click to comment

Most Popular

To Top