Gereja Fokus pada Kemandirian Ekonomi Jemaat – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

RELIGI

Gereja Fokus pada Kemandirian Ekonomi Jemaat

MENARI.Inilah salah satu tarian daerah yang dipentaskan didepan gedung kebaktian GMIT Bet’el Maulafa,Selasa (11/4).

Fenti Anin/Timex

HUT GMIT Bet’el Maulafa

MAULAFA, TIMEX — GMIT Bet’el Maulafa merayakan hari ulang tahun yang ke-13, Selasa (11/4). Dalam ibadah perayaan HUT, seluruh jemaat mengenakan pakaian bernuansa etnis yang berbeda untuk setiap rayon. Acara ini dimeriahkan dengan pementasan tarian dan drama serta pujian di gedung kebaktian Jemaat GMIT Bet’el Maulafa.

Ketua Majelis Jemaat Bet’el Maulafa, Pdt. Lourine V. L. Foeh menjelaskan perayaan HUT Bet’el Maulafa ini tepat di minggu sengsara Yesus yang terakhir. Oleh karena itu, kiranya dengan kesengsaraan Yesus bisa menjadi tolok ukur dalam membangun jereja dan jemaat menjadi lebih baik dalam iman dan persekutuan. “Apa artinya membangun gereja yang bagus dan megah tetapi persekutuan di dalamnya tidak didasari iman,” kata Pdt. Lourine.

Pdt. Lourine menambahkan, ke depan gereja akan membuat program untuk membangun ekonomi jemaat. Salah satu program yaitu gerakan penyadaran kepada jemaat agar semua jemaat turut aktif dan mengambil bagian dalam semua kegiatan gereja. “Apa artinya gereja yang megah jika jemaatnya tidak merasa memiliki gereja itu sendiri,” jelas Pdt. Lourine.

Selain itu, ke depan, gereja akan memanfaatkan halaman yang dimiliki untuk ditanami bunga, buah-buahan, sayuran dan lain-lain agar halaman gereja menjadi indah dan bermanfaat bagi jemaat. Di rumah-rumah jemaat juga akan dibagikan anakan untuk ditanami di rumahnya masing-masing.

Diharapkan ke depan GMIT Bet’el Maulafa akan menjadi tempat wisata. Bukan hanya tempat orang bergereja namun juga sebagai tempat orang berwisata melihat aneka tanaman yang penuh di sekeliling taman gereja.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Jemaat Bet’el Maulafa, Don Beeh menjelaskan, semua jemaat dihimpun untuk turut mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan gereja. Gereja juga akan membantu memandirikan ekonomi jemaat, karena jemaat tidak bisa menerima firman dengan perut yang lapar.

Gereja akan mendampingi seluruh jemaat dalam usaha menjalankan dapur hidupnya. Seluruh jemaat akan dibagikan aneka sayur, buah dan bumbu-bumbu. Bukan hanya untuk dikonsumsi, namun dapat dikembangkan untuk dijual. Tentunya akan dilakukan pendampingan dan pelatihan tentang cara mengelola dan disesuaikan dengan kondisi tanah dan ketersediaan air.

Selain itu, pada April ini, sudah mulai menjalankan program-program tersebut dan akan dipamerkan pada bulan Oktober atau pada Bulan Keluarga.
Selain di rumah-rumah jemaat, di gereja juga akan ditanami dengan aneka tanaman, baik bunga maupun tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan. (mg25/sam)

Click to comment

Most Popular

To Top