Jadilah Anak Tuhan yang Solider – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Jadilah Anak Tuhan yang Solider

BASUH KAKI. Romo Deddy Ladjar, Pr membasuh kaki umat yang berperan sebagai murid Yesus dalam perayaan Kamis Putih di Gereja Sta. Maria Assumpta, Kamis (13/4)

IST

Misa Kamis Putih di Gereja Sta. Maria Assumpta

KUPANG, TIMEX – Dalam Liturgi Katolik, Kamis Putih adalah hari pertama dari Tri Hari Suci Paskah. Dalam perayaan Kamis Putih, umat mengenangkan kembali perjamuan malam terakhir yang dilakukan Yesus bersama murid-murid-Nya.

Khususnya di Gereja Sta. Maria Assumpta, Misa Kamis Putih dilaksanakan dua kali. Misa pertama dimulai tepat pukul 17.00 dan dipimpin Romo Rudy Tjung Lake, Pr. Sedangkan misa kedua dimulai pukul 20.00 wita dan dipimpin Romo Deddy Ladjar, Pr. Baik pada misa pertama maupun misa kedua, di dalam perayaan terdapat adegan pembasuhan kaki murid-murid Yesus.

Romo Deddy dalam kotbahnya, mengatakan, perjamuan paskah sudah sejak lama dirayakan oleh bangsa Israel. Mereka merayakan perjamuan paskah sebagai pengenangan akan kebebasan dari perbudakan bangsa Mesir. Yesus dan murid-murid-Nya juga meneruskan tradisi itu dengan melakukan perjamuan. “Sudah pasti perjamuan itu adalah kesempatan makan bersama. Sebuah perayaan yang sungguh menyenangkan,” ujarnya.

Dalam perjamuan yang dibuat Yesus bersama murid-murid-Nya, menurut Romo Deddy, ada beberapa hal yang sungguh luar biasa. Yakni, roti dan anggur kemudian diubah oleh Yesus sendiri menjadi tubuh dan darah-Nya yang kemudian kita kenangkan dalam setiap perayaan Ekaristi. “Inilah tubuh-Ku yang Kuserahkan bagimu. Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Daku. Dengan demikian, menjadi jelas bagi kita bahwa hal yang sungguh luar biasa datang pada diri kita,” katanya.

Romo Deddy menambahkan, di dalam perjamuan malam terakhir, Yesus sendiri memberikan darah dan tubuh-Nya bagi umat manusia. Sebuah pemberian diri yang sungguh luar biasa, yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain, selain Putra Allah. Sebuah pemberian diri yang membuat diri manusia terangkat dari kehinaan menjadi makhluk yang sungguh mulia. “Tubuh dan darah Kristus menjadi sebuah simbol kemenangan akan kedosaan, akan kegelapan yang telah menjerumuskan manusia,” sebutnya.

Dalam perjamuan malam terakhir, lanjut Romo Deddy, Yesus dan murid-murid-Nya menunjukkan sebuah makna hidup yang luar biasa. Tentang bagaimana membangun kehidupan yang penuh solidaritas, bekerja sama, berbagi dengan sukacita. Oleh karena itu, umat harus belajar dalam untuk selalu memberikan diri dan berbagi dengan suka cita. Teristimewa kepada mereka yang berkesusahan, miskin dan telantar, sehingga mereka menemukan kehidupan layak, sebagaimana anak manusia lainnya. “Semoga dengan merayakan perjamuan malam terakhir, kita menjadi anak Tuhan yang senantiasa tergerak hati untuk saling memperhatikan, membantu, saling bekerja sama untuk kehidupan yang lebih bermartabat dan berharga di dunia ini,” ungkapnya.

Pantauan Timor Express, perayaan Kamis Putih di Gereja Sta. Maria Assumpta berjalan khusyuk dan lancar hingga selesai. Penjagaan dari pihak Polres Kupang Kota turut berkontribusi memberikan rasa nyaman bagi umat selama mengikuti Misa Kamis Putih. (r2/sam)

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!