Paskah Multietnis di Kota Kupang – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Paskah Multietnis di Kota Kupang

ATRAKTIF. Reog Ponorogo menjadi salah satu atraksi menarik dalam pawai Paskah Jemaat Benyamin Oebufu, Minggu (16/4)

FENTI ANIN/TIMEX

Semua Suku dan Agama Ikut Ramaikan Pawai Paskah

KUPANG, TIMEX – Kota Kupang yang majemuk dapat dirasakan juga saat perayaan hari kemenangan, yakni Paskah untuk umat Kristen dan Katolik. Kemeriahan Paskah tahun ini kian lengkap karena menyatunya berbagai etnis maupun agama.

Seperti terlihat di acara pawai Paskah yang digelar GMIT Benyamin Oebufu, Minggu (16/4). Pawai Paskah bernuansa etnis ini diawali dari halaman gereja sampai Bundaran PU. Pawai ini diikuti oleh seluruh jemaat dan perwakilan agama Islam, Hindu dan Katolik.

Ketua Sinode GMIT Pdt. Dr. Mery L. Y. Kolimon mengatakan, Sinode GMIT mengapresiasi pawai yang diselenggarakan Jemaat Benyamin Oebufu. Pasalnya, pawai ini merupakan satu-satunya pawai yang melibatkan semua elemen dan semua agama yang berasal dari etnis dan suku yang berbeda.

Benyamin Oebufu membuktikan bahwa keberagaman merupakan suatu kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Tanpa keberagaman, bangsa Indonesia hanya akan terdiri dari satu warna saja.

Pdt. Mery mengatakan, Paskah tahun ini berjalan dengan aman dan damai dengan bantuan semua pihak. Ia berpesan agar Paskah harus menjadi suatu momen agar jemaat dan gereja-gereja GMIT lebih mempedulikan sesama dan alam sekitar.

Ia mengimbau agar Paskah jangan dijadikan sebagai ajang pamer kemegahan gereja, tetapi sebaliknya yaitu sebagai tanda untuk menyatukan semua unsur yang terkait yang multietnis dan multiagama, sehingga dapat hidup damai bersama dalam keberagaman.

Jemaat Benyamin Oebufu juga menggelar kegiatan tanam pohon di lingkungan jemaat dan di area Bundaran PU. Hal ini membuktikan bahwa jemaat tidak hanya peduli dengan kepentingan manusia tetapi juga dengan alam.

Sementara itu, Ketua MUI NTT H. Abdul Kadir Makarim mengatakan, semua unsur masyarakat haruslah tetap menjaga keberagaman dan kedamaian yang sudah terjalin sampai sekarang. Diharapkan keberagaman yang ada dapat direkatkan sampai pada generasi penerus nantinya.

Menurutnya, kegiatan pawai yang digelar Benyamin Oebufu merupakan suatu tanda keberagaman dan saling menghargai atau menghormati, karena bukan hanya umat kristiani yang dilibatkan, namun dari semua agama. “Saya berharap semua agama dapat melakukan hal yang sama dan menjadikan Benyamin Oebufu sebagai contoh,” katanya.

Sekretaris Keuskupan Agung Kupang, Romo Yeremias Siono menjelaskan, keberagaman yang dimiliki NTT, baik suku, etnis, ras maupun agama merupakan kekayaan yang patut dibanggakan. Oleh sebab itu, semua masyarakat haruslah sedapat mungkin menjaga dan mempererat hubungan silatuhrahmi dan kekeluargaan yang ada, karena keberagaman itu indah.

Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) NTT, Dr. I Gusti Made Kusuma sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar jemaat Benyamin Oebufu, yang melibatkan semua etnis dan agama, tetapi juga menunjukkan sikap peduli lingkungan dan alam.

Ia berharap seluruh masyarakat NTT selalu saling menghargai agar suasana damai dan aman dapat tercipta. Salah satunya dengan cara saling menghargai satu sama lain.
Selain itu, kapolres Kupang Kota AKBP Johanes Bangun mengimbau agar masyarakat Kota Kupang selalu menghargai serta menjaga situasi yang aman. Menurutnya, kebhinekaan yang dimiliki Kota Kupang haruslah menjadi kekuatan bagi masyararakat.

Jemaat Benyamin Oebufu telah melaksanakan berbagai program di antaranya program bedah rumah bagi jemaat yang dinilai memiliki rumah yang kurang layak dan diakonia atau pembaharuan ekonomi jemaat dengan memberi dana sebesar Rp 1.000.000 kepada jemaat yang memiliki usaha. Dengan demikian bisa memajukan ekonominya.
Pada kesempatan pawai tersebut, ada penandatanganan Pakta Kebhinekaan yang ditandatangani oleh seluruh perwakilan masyarakat Kota Kupang dan rencananya akan dikirim kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Umat di Gereja Sta. Maria Assumpta Khusuk Beribadah

Berkat kebangkitan Yesus Kristus, kita bersorak sorai karena Dia menjadi penyelamat manusia. Kebangkitan Kristus sebagaimana dilukiskan dalam Injil Lukas, membuka pintu bagi kita untuk menuju pada sebuah kehidupan baru. Peristiwa kebangkitan-Nya mengundang kita untuk memasuki kehidupan baru, setelah sekian lama dicemari oleh dosa-dosa. Demikian kata Romo Deddy Ladjar, Pr di awal kotbahnya pada Misa Sabtu Alleluya, Sabtu (15/4) malam di Gereja Santa Maria Assumpta.

Romo Deddy katakan, saat Yesus mengalami penderitaan dan kematian yang mengenaskan, para murid tercerai berai dan hilang harapan. Namun Yesus datang untuk memberikan semangat supaya mereka boleh menemukan kembali cara hidup yang baru, cara hidup yang penuh dengan optimisme, cara hidup yang di dalamnya Kritus ada dalam setiap helaan nafas. “Terang dan cahaya Kristus telah menuntun manusia untuk keluar dari kegelapan hidupnya dan menuju terang keselematan.,” katanya.

Yesus setelah kebangkitan-Nya, lanjut Romo Deddy, meminta para murid untuk pergi ke Galilea. Galilea adalah tempat dimana murid-murid menemukan kembali secerca harapan akan masa depan yang akan lebih cerah. Harapan akan kejayaan kembali bersama dengan Yesus. Kemenangan atas segala keniscayaan hidup akibat kematian. “Di Galilea, mereka menemukan kedamaian, kekuatan dan semangat untuk menjalani tugas dalam sebuah kehidupan baru,” sebutnya.

Romo Deddy menambahkan, Galilea adalah rumah yang memberikan harapan bahwa hari esok masih ada. Rumah yang menuntun manusia untuk menatap impian hidup, karena Kristus akan berjalan bersama-sama dengan manusia. “Di dalam rumah itu, di dalam keluarga kita, Kritus berdiam dan bersemayam dengan kita,” katanya.

Pergi dan sampaikanlah kepada murid-murid bahwa Kristus telah bangkit, menurut Romo Deddy, merupakan sebuah pesan bagi semua umat untuk bisa keluar mewartakan Kristus bangkit. Serta mampu membawa kembali sesama saudara yang karena kegelapan hidup, mereka tidak bisa menerima kebangkitan Kristus. “Dengan kebangkitan Kristus, kita menjadi pribadi-pribadi baru, menjadi keluarga baru dan siap untuk mewartakan Kristus yang telah bangkit, Alleluya,” ungkapnya.

Pantauan Timor Express, misa Sabtu Alleluya di Gereja Sta. Maria Assumpta dilaksanakan dua kali. Misa pertama dimulai tepat pukul 15.00 wita dan dipimpin oleh Pastor Paroki, Romo Rudy Tjung Lake. Sedangkan misa kedua yang dipimpin oleh Romo Deddy dimulai tepat pukul 20.00 wita.

Misa Sabtu Alleluya berlangsung cukup lama, sebab liturgi dalam Misa Malam Paskah tersebut ada empat bagian. Yakni, upacara cahaya, liturgi sabda, upacara pembatisan dan liturgi ekaristi. Kendati demikian, misa berjalan dengan khusyuk dan aman.

Jalan Santai Berhadiah di Horeb

Jemaat GMIT Horeb Perumnas merayakan Paskah dengan cara yang berbeda. Jemaat ini menggelar jalan santai berhadiah yang diikuti oleh seluruh jemaat dan masyarakat sekitar, termasuk umat dari agama dan gereja lain. Kegiatan ini berlangsung Sabtu (15/4).

Ketua Panitia Jalan Santai, Robinson Makatita menjelaskan, kegiatan jalan santai berhadiah diikuti oleh seluruh jemaat dan masyarakat setempat dengan rute dimulai dari halaman Gereja Horeb Perumnas sampai area depan Pasar Oebobo. selanjutnya, melewati depan Novanto Center dan kembali ke gereja. Pihak panitia juga mengundang SMP Negeri 16, SDI 1, 2, dan 3 Perumnas untuk turut serta dalam kegiatan jalan santai tersebut.

Sedangkan untuk undian, hadiah utama adalah satu unit sepeda motor yang diundi setelah jalan santai selesai. Hadiah lainnya adalah kulkas, mesin cuci, TV, dispenser, handphone, piring dan lain-lain.

Dana untuk membeli semua hadiah diperoleh dari hasil penjualan kupon seharga Rp 10.000. Dan sampai digelarnya undian, panitia mendapatkan sekitar Rp 20.000.000.
Beberapa kegiatan lain di Jemaat Horeb adalah lomba vocal grup antarrayon, yang diikuti semua rayon yang berjumlah enam rayon yang telah dilaksanakan pada (8/4). Yang berhasil menjadi juara 1 adalah rayon 5, rayon 1 juara 2 dan rayon 3 juara 3.

Lomba untuk anak-anak PAR yaitu mewarnai telur paskah, bercerita tentang paskah, lomba mewarnai, dan lomba gigit sendok. Sedangkan untuk Pemuda turut mengambil bagian dalam prosesi jalan salib yang digelar pemuda tingkat Klasis Kota Kupang.

Selain itu, kepada jemaat dan masyarkat dibagikan bingkisan paskah sebagai tanda kemenangan hari kebangkitan Yesus.

Robi mengatakan, semua unsur dan agama dilibatkan dalam kegiatan hari raya Paskah bertujuan untuk menjalin tali persaudaraan yang lebih erat antar umat beragama yang ada di Kota Kupang dengan berlandaskan pada kematian dan kebangkitan Kristus. (mg25/r2/sam)

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!