Pendamping Medah Tergantung Survei – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

POLITIK

Pendamping Medah Tergantung Survei

PDIP: Koalisi Masih Dinamis

KUPANG, TIMEX–DPD I Partai Golkar NTT sedang menjaring figur untuk menjadi calon Wakil Gubernur NTT mendampingi calon gubernur dari Golkar, Ibrahim A. Medah. Siapa pendampingnya? Tergantung hasil survei.

Ketua Harian DPD I Partai Golkar NTT, Mohammad Ansor kepada Timor Express, Minggu (16/4) mengatakan, Golkar NTT telah menetapkan Ibrahim Medah sebagai calon Gubernur NTT sejak Oktober 2016 lalu. Karena itu, saat ini Golkar sedang fokus menjaring calon wakil gubernur. Selanjutnya, nama-nama yang dijaring akan disurvei. Survei direncanakan berlangsung Mei 2017. Figur yang memiliki elektabilitas tinggi akan dilamar oleh Partai Golkar.

Selain itu, menurut Ansor, saat ini Partai Golkar juga sedang intens menjalin komunikasi dengan parpol-parpol lainnya. Koalisi ini juga akan ikut menentukan siapa figur tepat mendampingi Medah. “Tentunya figur Cawagub ini juga akan dilihat elektabilitasnya dalam survei yang akan dilakukan pada bulan Mei yang akan datang,” kata Ansor.

Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT ini menambahkan, Cawagub pendamping Medah tentu akan dinilai berdasarkan berbagai pertimbangan. Dengan demikian pendamping Medah adalah figur yang selain memiliki kapasitas dan kapabilitas yang memadai, juga bisa saling melengkapi dengan mempertimbangkan kondisi kemajemukan NTT. “Kami masih menginventarisir dan merekam nama-nama Cawagub yang beredar di masyarakat dan berpotensi memiliki peluang untuk maju dalam Pilkada sebagai pendamping Pak Medah,” kata Ansor.

Untuk diketahui, sebelumnya Partai Golkar telah berkomunikasi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memiliki dua kursi di DPRD NTT. Dengan demikian, jika PKS dan Golkar resmi berkoalisi, maka koalisi ini sudah memenuhi syarat untuk mengajukan calon, yakni 13 kursi.

Namun, belakangan Golkar juga disebut-sebut intens berkomunikasi dengan Partai Hanura dan PDIP. Sementara Hanura sendiri sedang menggalang koalisi sendiri yang sudah genap 13 kursi bersama PKB dan PKPI. Demikian juga dengan PDIP yang sedang menyeleksi empat kadernya yang berpeluang diusung di Pilgub 2018.

Ketua DPD Partai Hanura NTT, Jimmi Sianto yang dikonfirmasi Timor Express menegaskan, pimpinan pusat dari ketiga parpol tersebut sudah memberikan sinyal untuk koalisi. Bahkan, koalisi yang dibangun tak hanya di tingkat provinsi, tapi juga di kabupaten.

Dan, saat ini poros baru yang dibangun ini berkomunikasi dengan sejumlah calon gubernur. Selanjutnya, ketiga parpol ini akan membuka pendaftaran di partai masing-masing. “Kita komitmen untuk perkuat koalisi ini dan tidak hanya di provinsi tapi juga sampai ke kabupaten,” tandas Jimmi.

Sebelumnya, Sekretaris DPD PDIP NTT, Nelson Matara kepada wartawan mengatakan, PDIP fleksibel dalam menentukan kandidat. Termasuk soal kawan koalisi.
Menurut Wakil Ketua DPRD NTT ini, PDIP bisa berkoalisi dengan partai manapun. Bahkan, soal calon, PDIP bisa mengajukan calon gubernur, maupun calon wakil gubernur. Termasuk berkoalisi dengan Partai Golkar pun PDIP siap. “Apakah nanti PDIP nomor satu (ajukan cagub, Red) atau Golkar nomor satu, nanti kita lihat,” kata Nelson.

Menurutnya, saat ini peta koalisi masih dinamis. Belum ada koalisi yang mengerucut. Walau begitu, ia mengatakan PDIP terus menjalin komunikasi dengan semua parpol. PDIP sendiri pun akan membuka pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur usai perayaan Paskah.

PDIP tak menutup pintu bagi calon dari partai lain. Di internal PDIP sendiri ada empat calon gubernur, yakni Lusia Adinda Lebu Raya, Kristo Blasin, Daniel Tagu Dedo dan Ray Fernandes. “Calon dari partai lain juga nanti mendaftar. Kan setelah itu kita survei,” kata Nelson. (sam/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top