Solidaritas Sosial Atasi Persoalan Kemiskinan – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

RAGAM

Solidaritas Sosial Atasi Persoalan Kemiskinan

Benny Harman

Program Anggur Merah

KUPANG, TIMEX-Program Desa Mandiri Anggur Merah dinilai sangat strategis untuk mendorong solidaritas sosial di antara masyarakat NTT untuk mengatasi berbagai persoalan bersama. Terutama masalah kemiskinan.

“Kesetiakawnan itu penting. Karena hanya dalam kebersamaan, masalah-masalah penting bisa diatasi. Kemiskinan dan keterbelakangan harus diatasi bersama,” demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Benny K. Harman (BKH) kepada koran ini, akhir pekan lalu melalui telepon seluler.

BKH yang akan maju dalam Pulgub NTT tahun depan ini ditanya mengenai konsep pemberdayaan masyarakat yang sedang dilaksanakan Pemprov NTT saat ini. Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mencetuskan program Desa Mandiri Anggur Merah yang sudah dilaksanakan beberapa tahun terakhir ini.

Menurut BkH, program Anggur Merah adalah sebuah proklamasi perang semesta rakyat NTT melawan berbagai persoalan yang selama ini melilitnya. “Persoalan human trafficking bisa diatasi jika pemerintah provinsi secara tegas menyatakan perang semesta untuk melawannya. Di sini pentingnya solidaritas sosial terus-menerus dirawat,” ungkap BKH.

Karena itu dirinya mengatakan, harus diakui Anggur Merah adalah sebuah terobosan Gubernur NTT Frans Lebu Raya untuk memberdayakan masyarakat. Ini sebagai ikhtiar untuk membawa keluar rakyat di daerah ini dari derita kemiskinan dan keterbelakangan yang berkepanjangan. Karena itu, menurutnya, semua elemen masyarakat NTT seharusnya ikut membuat program ini sukses ke depannya.

BKH mengatakan, dirinya memberi apresiasi kepada program Anggur Merah tersebut karena esensi dari program tersebut adalah pemberdayaan masyarakat.

“Konsep pembedayaan adalah salah satu pendekatan pembangunan yang berpusat pada manusia (people centred development) yang pada intinya meletakkan manusia sebagai subjek utama dan tujuan utama dari pembangunan,” tegas BKH.

Karena subjek dan menjadi tujuan utama pembangunan, lanjut BKH, maka masalah kemiskinan harus diselesaikan oleh rakyat itu sendiri.

“Mereka (rakyat) sendiri yang merasakan sakitnya menjadi orang miskin dan mereka tahu bagaimana cara mereka keluar dari rasa sakit itu. Karena derita kemiskinan itu hanya mereka yang tahu maka mereka sendiri harus menyusun program aksi untuk mengatasi kemiskinan. Bukan pemerintah atau pihak luar yang memaksakan konsep mereka utk dilaksanalan oleh rakyat,” kata BKH.

Tugas pemerintah, lanjut BKH, adalah membantu atau memfasilitasi rakyat miskin agar mereka berdaya (empowering the people) secara ekonomi dan sosial.

“Secara ekonomi, rakyat lemah dari segi modal. Maka pemerintah siapkan modal untuk mereka. Secara sosial, rakyat lemah dari segi manajemen, skills dan tata kelola, maka pemerintah siapkan balai pelatihan yng sistematis,” tegas BKH.

Dengan kolaborasi dua pendekatan ini, BKH yakin NTT bisa naik peringkat dan sejajar dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Karena itu menurut BKH, program Desa Mandiri Anggur Merah relevan dengan kondisi masyarakat NTT. Yang perlu dilakukan adalah pendampingan serta pengawasan sehingga konsep pemberdayaan masyarakat dapat terwujud. (ito)

1 Comment

Most Popular

To Top