Dukung Semen Indonesia dengan Catatan – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Dukung Semen Indonesia dengan Catatan

REI NTT-HIPMI NTT Inginkan Pemberdayaan Pengusaha Lokal

KUPANG, TIMEX-Para pengusaha NTT yang tergabung dalam DPD Real Estate Indonesia (REI) NTT dan BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTT mendukung penuh rencana investasi PT.Semen Indonesia di Kupang. Meski untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di NTT, namun Pemerintah Daerah (pemda) juga diberikan catatan dan diingatkan untuk tidak melupakan pengusaha lokal.

Ketua DPD REI NTT Bobby Pitoby mengatakan, kehadiran Semen Indonesia di NTT menunjukkan adanya potensi besar yang ingin digali. Investasi seperti ini menurut dia, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan juga perkembangan pembangunan yang lebih cepat. Sayang, sebagai pengusaha lokal, pihaknya masih melihat adanya ketimpangan dalam hal perhatian pemerintah daerah terhadap pengusaha lokal.

“Kalau menurut saya, pemda seharusnya lebih memperhatikan pengusaha lokal, karena bagi pengusaha lokal, keuntungan yang diperoleh akan dipakai untuk berinvestasi lagi di daerah ini. Jadi ini sebenarnya win-win situation. Tapi kalau investor luar, biar bagaimanapun pasti ada keuntungan yang akan dibawah keluar daerah,” kata Bobby Pitoby kepada Timor Express, Senin (17/4).

Meski demikian, dia tetap mengakui, butuh investor luar mendatangkan uang dari luar untuk memajukan daerah ini. Dia katakan, dibutuhkan trade and balance yang harus dilakukan oleh pemda, sehingga pengusaha lokal tidak menjadi penonton. “Kita yang kecil-kecil urus izin susah setengah mati, tetapi pemda bilang selalu cari investor. Ini kan bertentangan,” kritik Bobby Pitoby.

Hal senada juga diungkapkan Ketua BPD HIPMI NTT, Fahmi Abdullah. Kepada koran ini, Fahmi mengakui masih adanya ketimpangan dalam hal pelayanan pemerintah daerah kepada para pengusaha maupun calon pengusaha lokal. Dia katakan, mentalitas birokrasi di daerah ini harus direvolusi, namun semua bergantung pada komitmen dari para kepala daerah. Bagaimana keberpihakannya terhadap pengusaha lokal yang setia membangun daerah.

“Revolusi ekonomi yang dituntut oleh HIPMI sejalan dengan revolusi mental oleh Presiden Joko Widodo. Adanya pemerataan kesempatan berusaha dan menumbuhkembangkan pengusaha baru untuk semakin besar dan berkembang. Jangan itu-itu saja yang diperhatikan,” kata Fahmi.

Padahal menurut dia, harus ada porsi untuk menciptakan pengusaha-pengusaha baru di daerah ini. Pasalnya, kunci kesejahteraan sebuah daerah sangat bergantung pada seberapa banyak pengusaha yang ada di sana. Meski mendukung investor luar, namun dia meminta para kepala daerah untuk menaruh perhatian serius terhadap perilaku oknum aparat di bawah yang berlaku tidak adil terhadap pengusaha. “Para pemimpin daerah harus berani keluarkan regulasi yang melindungi pengusaha lokal, dan selalu mengecek, apakah aparatnya sudah menjalankan atau belum. Toh di pusat, Presiden Jokowi sudah keluarkan payung hukumnya dan daerah tinggal mengikuti saja,” tandasnya lagi.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya sebelumnya kepada koran ini memastikan, PT.Semen Indonesia akan membangun pabrik semen di Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang tahun ini. Rencana investasi triliunan rupiah itu diharapkan mampu memroduksi 1,5 juta ton semen per tahun. Pabrik semen tersebut dinamai PT.Semen Kupang Indonesia (SKI).
Sementara salah satu pengusaha muda NTT, Bobby Lianto yang juga Ketua BPO DPD REI NTT menambahkan, semakin banyak pabrik semen di NTT, tentu harga semen akan lebih bersaing.
Bahkan harga rumah akan lebih murah karena harga bahan bangunan (semen) lebih murah.

Menurut Bobby Lianto, NTT saat ini membutuhkan investasi besar dari luar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Sehingga pemerintah dan masyarakat harus membuka diri. “Tinggal diatur komitmen membangun NTT seperti apa. Saat ini kita harus akui bahwa kapasitas pengusaha lokal kita belum sampai di situ, maka kita bisa kasi Join Operation (JO) atau kerjasama yang akan menghidupkan pengusaha lokal. Sehingga suatu saat pengusaha lokal bisa lakukan juga. Karena kita butuh dukungan teknologi dan pengalaman. Kalau kekurangan dana, kita masih bisa ke bank,” papar mantan Ketua DPD REI NTT itu.(cel)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!