Poros Baru NTT Berdampak di TTS – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Poros Baru NTT Berdampak di TTS

KOALISI. Jefri Unbanunaek (kiri), Relygius Usfunan (tengah) dan David Boimau (kanan) saat menggelar safari politik membahas koalisi dalam menghadapi pesta politik ke depan.

YOPI TAPENU/TIMEX

Hanura, PKPI dan PKB Samakan Persepsi

SOE, TIMEX – Menghadapi beberapa pesta politik di NTT baik itu pemilihan gubernur dan bupati serta legislatif, partai politik mulai membangun koalisi. PKPI, PKB dan Hanura sepertinya ingin membangun koalisi dalam menghadapi beberapa pesta politik dan menamai koalisi mereka Poros Baru.

Di Kabupaten TTS, kader PKPI, PKB dan Hanura, Senin (17/4) menggelar safari politik untuk menyamakan persepsi guna menyikapi koalisi dalam menghadapi pesta politik. Mereka yang menggelar safari politik adalah Jefri Unbanunaek (PKPI), Relygius Usfunan (PKB) dan David Boimau (Hanura).

Pada pertemuan itu ketiga kader partai politik itu bersepakat untuk mengusung calon bupati dan wakil bupati yang mampu membawa perubahan yang baik untuk Kabupaten TTS. Karena itu, mereka bersepakat untuk menamai koalusi mereka Poros Baru Menuju TTS Baru dan Sejahtera.

Ketiga kader partai itu, bersepakat untuk mencalonkan kader partai mereka yang berpotensi untuk membangun TTS.
“Usung kader partai sendiri supaya menghilangkan stigma kos politik mahal,” tegas Ketua Fraksi PKB DPRD TTS, Relygius Usfunan.

Jefri Unbanunaek pada kesenpatan itu mengatakan, kader partai politik memiliki kemampuan yang mumpuni untuk membangun daerah. Karena itu, kader-kader potensial harus diberikan kesempatan untuk membangun daerah ke arah yag lebih baik. Membangun daerah, tentu harus memiliki konsep yang baik dalam mengembangkan potensi daerah yang ada. Namun memikili konsep yang baik belum tentu dapat mengubah daerah ke arah lebih baik. Karena, harus dibarengi dengan tindak lanjut hingga konsep tersebut berhasil dilaksanakan dan masyarakat merasakan hasilnya.

“Kader PKPI, PBK dan Hanura sangat banyak yang berpotensi pimpin ini TTS. Jadi koalisi yang dibangun oleh Poros Baru akan menghasilkan pemimpin yang memiliki kemampuan untuk bangun TTS,” tutur Jefri yang adalah anggota DPRD NTT dapil TTS.

Sementara, David Boimau mengatakan, selama ini paradigma yang terbangun di masyarakat TTS adalah memilih pemimpin yang mewakili swapraja yakni Mollo, Amanuban dan Amanatun. Pertimbangan tersebut dinilainya sebagai salah satu penghambat pembangunan. Pasalnya, jika faktor pertimbangkan perwakilan swapraja lebih dikedepankan, maka kualitas individu tidak menjadi pertimbangan atau syarat utama. Akibatnya, kader-kader TTS yang memiliki kemampuan untuk membangun TTS tidak memperoleh kesempatan untuk membangun daerah.

“Paradigma ini menjadi PR untuk kita sama-sama mengubahnya. Karena kalau mau TTS maju, harus memilih orang yang menjadi pemimpin berdasarkan kemampuan, bukan faktor mewakili swapraja mana,” tegasnya.

David menilai, koalisi tiga partai politik Poros Baru tidak hanya sekadar dapat mengusung kandidat yang memiliki kemampuan memadai, melainkan akan dapat memenangkan pilkada di TTS. “Kita pasti memenangkan pilkada di TTS ini,” tandas David. (yop/ays)

Click to comment

Most Popular

To Top