Berkas Tersangka Jalan Perbatasan Dilimpahkan – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Berkas Tersangka Jalan Perbatasan Dilimpahkan

KELUARGA TERSANGKA. Keluarga tersangka saat bertemu enam tersangka jalan perbatasan di halaman kantor Kejari TTU. Tampak tersangka saat menumpang mobil tahanan menuju Rutan Kefamenanu

YOHANES SIKI/TIMEX

Dua Hari Disidangkan

KEFAMENANU, TIMEX – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) TTU, melimpahkan berkas dugaan kasus korupsi pelaksanaan tiga paket proyek jalan perbatasan pada Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) TTU. Penyerahan berkas dan tersangka berlangsung di ruang Pidsus Kejari TTU, Selasa (18/4).

ementara, pelimpahan tahap II yang dilakukan sebelumnya tidak diterima para tersangka karena alasan proses pelimpahan tidak dihadiri penasehat hukum.
Kepala Kejari TTU, Taufik saat dikonfirmasi melalui Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari TTU, Kundrat Mantolas menuturkan para tersangka dijerat dengan UU Tindak Pidana Korupsi Pasal 2 ayat (1) dengan ancaman hukuman minimal empat tahun dan Pasal 3 dengan ancaman hukuman minimal satu tahun penjara.

Penyerahan tahap II dari penyidik kepada JPU karena dinilai berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21 menurut petunjuk penuntut umum. Sehingga penyidik menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada penuntut umum. Penyerahan berupa berkas perkara, barang bukti dan para tersangka untuk selanjutnya penyidik diberikan kesempatan untuk menentukan waktu untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang.

Ketika ditanya terkait pelimpahan tahap II yang sudah dilakukan sebelumnya Kundrat menjelaskan, pelimpahan yang dilakukan sebelumnya tidak diterima para tersangka karena alasan proses pelimpahan tidak dihadiri penasehat hukum. Pihaknya sudah menjelaskan bahwa penasehat hukum tersangka sudah di undang bahkan dihubungi tapi nomor handphone nonaktif saat pelimpahan berlangsung.

Sebagai tindak lanjut kata Kundrat, pihaknya baru melakukan pelimpahan tahap II saat ini. Sehingga kendati tidak dihadiri penasehat hukum pun proses pelimpahan yang dilakukan sah karena penasehat hukum mendampingi tersangka hanya dalam tahapan pemeriksaan dan saat berlangsungnya sidang.

“Penasehat hukum tersangka hari ini (kemarin, red) juga tidak hadir pelimpahan tahap II. Tapi justru bersurat dan meminta kita untuk tidak dilakukan pelimpahan karena alasan masih menunggu proses sidang praperadilan yang dilayangkan kepada kita,” katanya.

Namun menurut Kundrat, proses gugatan praperadilan yang dilakukan tidak mengganggu jalannya proses penyidikan dan pelimpahan tahap II karena berkas perkara menurut petunjuk JPU sudah rampung atau P21 sehingga wajib dilimpahkan dari penyidik ke JPU.

Proses penanganan perkara yang dilakukan sudah sesuai mekanisme dan petunjuk aturan hokum, sehingga walaupun tidak dihadiri penasehat hukum, proses pelimpahan dinilai sah karena kehadiran tersangka bukan untuk diambil keterangannya tapi untuk dilakukan pelimpahan tahap II dari penyidik ke JPU.

Kundrat menambahkan masa tahanan tersangka ditangan penyidik sudah berakhir, sehingga para tersangka ditahan 20 hari ke depan setelah dilimpahkan ke JPU. Dia optimis berkas perkara ruas jalan perbatasan sudah bisa ajukan untuk disidang di Pengadilan Tipikor Kupang.

“Kita usahakan secepat mungkin dalam waktu waktu 1×24 jam atau 2×24 jam, sudah bisa disidangkan. Biar lebih cepat, sederhana dan biaya ringan,” tandasnya.
Dia menilai sikap penasehat hukum tersangka sejauh ini tidak menunjukkan sikap tidak kooperatif sehingga dijadikan pembelajaran yang buruk dalam persidangan nanti. Bahkan menurut Kundrat upaya gugatan praperadilan yang dilakukan para tersangka hanya sekadar menghabiskan waktu dan energi karena bila berkas perkara sudah dilimpahkan untuk disidangkan dengan sendirinya dinyatakan gugatan praperadilan gugur demi hukum karena semua proses penyidikan perkara akan diuji di hadapan majelis hakim.

Sebelumnya diberitakan jaksa Kejari TTU menahanan enam orang tersangka jalan perbatasan, Kamis (6/4). Tersangka yakni Crisogomus Bifel selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Stefanus Ari Mendes dan Charly Jap sebagai direktur dan kontraktor pelaksana PT Matahari Timur, Wilibrodus Sonbay, kontraktor pelaksana CV Berkat Ilahi, Ahmad Kok Hariyanto dan Fredirikus Lopes sebagai direktur dan kontraktor pelaksana CV Satu Hati.

Penahanan terhadap tersangka dilakukan selama 20 hari ke depan. Penahanan yang dilakukan karena berkas tersangka sudah rampung dan siap untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang untuk disidangkan. (mg24/ays)

Click to comment

Most Popular

To Top