Daniel Tegaskan Wein Grup Legal – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

Daniel Tegaskan Wein Grup Legal

DI GRAHA PENA.Dirut PT.Wein Kasih Aslakan, Daniel Bouk Un (kiri) bersama stafnya saat menyambangi Graha Pena Timor Express, Rabu (19/4).

CARLENS BISING/TIMEX

Sebut Dana Lember Lebih dari Rp 32 Miliar

KUPANG, TIMEX-Direktur Utama Wein Kasih Aslakan, Daniel Bouk Un tetap melanjutkan operasional PT.Wein Kasih Aslakan, PT.Wein Sukses dan Koperasi Serba Usaha (KSU) Wein Smart. Pasalnya, perusahaan-perusahaan tersebut memiliki legal standing karena mendapat izin operasional dari Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Koperasi dan UMKM.

Daniel yang menyambangi Graha Pena Timor Express, Rabu (19/4) mengungkapkan, selama ini pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan Wein Grup adalah lembaga keuangan yang ilegal atau bodong. Padahal menurut dia, Wein Grup bukan bank, sehingga tidak harus memiliki izin dari OJK.

“Makanya kalau dikatakan bodong, kami tidak tahu itu. Karena kami bukan bank. Sementara perusahaan kami ini terdaftar di kementerian,” tandas Daniel yang didampingi salah satu stafnya itu.

ia sebutkan, izin operasional untuk PT.Wein Kasih Aslakan, yakni nomor: AHU-0080870.40.80.2012 tertanggal 12 Agustus 2012. Untuk PT.Wein Sukses, nomor: AHU0108069.AH.01.09.TAHUN 2012 tanggal 12 Desember 2012. Sementara KSU Wein Smart dengan nomor: 04/PADBH/XXIX/IV/2015 tanggal 30 April 2015.
Menurut dia, Wein Grup memiliki beberapa program, yakni revolusi mental (training permurnian diri), revolusi ekonomi (usaha bersama) dan revolusi keluarga (menciptakan keluarga besar wein. Dalah satu program ayng sudah dijalankan adalah revolusi mental yang dilakukan dalam bentuk training bagi member sebanyak 12 kali, baik di Kota Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka, Flores Timur, bahkan hingga Timor Leste.

“Member kita mencapai 5.814 orang dengan dana yang terkumpul Rp 40,8 miliar lebih, bukan hanya Rp 32 miliar. Jadi, Rp 27,4 miliar atau 72,05 persen ada di tangan member dalam bentuk training, komisi, bonus, emas batang, bonus handphone, pinjaman, santunan kematian dan pengembalian dana member serta lainnya,” rinci Daniel.
Sisa dari dana tersebut, yakni sebesar Rp 11,4 miliar atau 27,95 persen dikelola managemen untuk membiayai kebutuhan operasional perusahaan, operasional KSU, gaji karyawan, BPJS, pajak dan persediaan barang.

“Nah, member yang sudah mundur itu hanya 1.807 orang dengan total dana Rp 10,3 miliar, dan yang masih tetap 4.007. Jadi proses pengembalian untuk member yang mundur itu sudah dilakukan hingga Maret dengan total realisasi sudah Rp 5 miliar lebih untuk 979 member. Sisanya Rp 5,3 miliar lebih untuk 828 member. Jadi yang belum dikembalikan hanya 828 member,” tandas dia lagi.Dia bahkan merencanakan kegiatan besar bersama 4007 member yangmasih aktif dan melanjutkan aktifitas perusahaan yang selama ini terganggu akibat banyaknya protes dari member yang mundur. Bahkan dia kembali tegaskan, para member yang mundur bisa dibawa ke ranah hukum, karena aturan perusahaan menyebutkan, member yang mundur secara sepihak merugikan usaha persama, yakni perusahaan. “Kami nyatakan dengan tegas kepada pihak-pihak lain yang diduga ikut memprovokasi member, kami siap hadapi melalui jalur hukum apa saja. Ini penegasan kami, dan kami tidak main-main,” tandas Daniel lagi.(cel)

Click to comment

Most Popular

To Top