Empat Bulan, 10 Rumah Terbakar – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Empat Bulan, 10 Rumah Terbakar

ILUSTRASI: MARTEN LADO

Kerugian Rp 5 Miliar

KUPANG, TIMEX – Terhitung sejak awal Januari hingga pertengahan April 2017, telah terjadi 10 kasus kebakaran di Kota Kupang. Informasi ini sampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kupang, Mesakh Bailaen kepada wartawan di Kantor Wali Kota Kupang, Selasa (18/4).

Menurut Bailaen, 10 kasus tersebut paling banyak adalah kasus kebakaran rumah tinggal. Beberapa lainnya adalah kasus kebakaran ruko, kendaraan (mobil) dan sekolah. Kendati demikian, kerugian paling besar justru terjadi pada kebakaran ruko. Sebab saat kebakaran, dua unit sepeda motor yang tersimpan di dalam ruko juga ikut terbakar. “Dari sepuluh kasus, total kerugian materialnya di atas lima miliar rupiah. Kebakaran ruko, nilai kerugian materialnya paling besar” sebutnya.

Bailaen menyebutkan, penyebab utama kebakaran umumnya diakibatkan karena hubungan arus pendek listrik atau korsleting. Untuk merespon musibah kebakaran, pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayan terbaik bagi masyarakat Kota Kupang. Dan sesuai standar operasional pelayanan (SOP), petugas damkar tiba di lokasi maksimal 15 menit setelah insiden kebakaran dilaporkan. Tekad pelayanan prima tersebut sesuai dengan Panca Dharma tugas damkar. Yaitu, pencegahan dan pengendalian kebakaran, pemadaman kebakaran, penyelamatan (baik kepada korban manusia maupun harta benda), pemberdayaan masyarakat, serta penanganan kebakaran bahan-bahan berbahaya dan beracun. “Respon time kita maksimal 15 menit petugas harus sudah sampai ke lokasi,” katanya.

Mantan Kepala Disperindag ini menambahkan, pada tahun 2016 lalu, total kasus kebakaran mencapai 91 kasus. Dari jumlah yang ada, kasus paling banyak yakni kebakaran lahan kosong. Dan untuk tahun ini, belum ada satu pun kasus kebakaran lahan. “Mungkin hujan cukup baik di awal tahun sehingga rumput masih hijau. Biasanya kebakaran lahan disebabkan karena puntung rokok yang dibuang ke rumput kering,” katanya.

Bailaen mengaku, ada beberapa kendala yang dihadapi dalam penanganan kebakaran. Diantaranya, kemacetan lalu lintas pada siang hari yang mengakibatkan mobil damkar juga terjebak kemacetan. Selain itu, pemukiman yang padat juga menyebabkan mobil damkar sulit masuk hingga ke gang-gang. Kendala yang paling utama yakni berkaitan dengan kekuatan armada pemadam. Selain karena telah termakan usia (buatan tahun 1976), mobil tangki atau mobil suplai air juga sangat minim. “Kalau kebakaran besar tentu butuh banyak air dari mobil tangki suplai. Selama ini kami terpaksa pakai mobil tangki milik masyarakat di sekitar lokasi kebakaran. Kita sudah usul penambahan mobil suplai, mudah-mudahan dijawab,” katanya.

Bagi masyarakat Kota Kupang, Bailaen tak henti-hentinya meminta untuk selalu waspada. Apabila pergi meninggalkan rumah, harus pastikan kompor dan semua lampu listrik sudah dimatikan. Selain itu, hindari penggunaan kabel serabut serta pemasangan instalasi listrik secara berkala. “Instalasi yang sudah di atas 20 tahun sebaiknya segera diganti,” ungkapnya. (r2/sam)

Click to comment

Most Popular

To Top