Kemenpar Siap Sukseskan Parade 1001 Kuda – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

EKONOMI BISNIS

Kemenpar Siap Sukseskan Parade 1001 Kuda

ILUSTRASI KUDA SUMBA, SUMBER MORIPANET

Juga Festival Tenun Ikat di Sumba

JAKARTA, TIMEX-Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi NTT kian intensif berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI guna menyukseskan kegiatan Parade 1001 Kuda dan Festival Tenun Ikat di Pulau Sumba akhir Mei nanti.

Senin (17/4) malam, Kepala Dinas Parekraf NTT Marius Jelamu melakukan pertemuan dengan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuty di ruang rapat Lt. 17, Gedung Sapta Pesona, Jl.Medan Merdeka Barat No. 17, Gambir, Jakarta.
Esthy pada kesempatan itu mengatakan pihaknya siap mendukung kegiatan tersebut.

“Untuk grand lauching, kami akan bantu promosikan dengan mengundang seluruh media. Materi yang akan ditayangkan harus dari daerah. Sambil tunggu kepastian dari presiden, sudah bisa dibuat materinya, sehingga saat ada kepastian tinggal di-lauching. Kesiapan daerah juga harus sudah matang,” kata perempuan berhijab dan berkacamata itu.
Esthy juga menyarankan Pemprov NTT dan Pemkab di Sumba agar mulai memromosikan tempat-tempat yang nantinya menjadi pusat kegiatan, termasuk ikon wisata dan produk lokal yang bakal dipamerkan.

“Pemda harus bisa memanfaatkan kehadiran presiden nanti. Sehingga bisa menjawab kebutuhan di Sumba seperti infrastruktur jalan, listik, air bersih dan penerbangan yang masih terbatas,” sebut Esthy.

Asisten Deputi, Frans Teguh juga mengharapkan disediakan waktu untuk rapat koordinasi antara presiden bersama para menteri dengan pejabat se-daratan Sumba untuk membahas berbagai problem yang dihadapi pemda dan masyarakat di Sumba.

“Sehingga nanti berbagai problem yang disampaikan bisa didorong untuk di-backup oleh kementerian/lembaga yang dibawa presiden,” kata Frans.
Sementara Kadis Parekraf NTT, Marius Jelamu yang diwawancarai usai pertemuan mengatakan, selain berkoordinasi dengan Kemenpar, koordinasi juga terus dilakukan dengan pemkab di daratan Sumba. “Memang antara kami dan empat pemkab di Sumba harus terus berkoordinasi karena rencananya kegiatan ini akan dihadiri oleh presiden,” kata Marius.

Ia berterimakasih atas respon positif Kemenpar untuk mendukung kegiatan tersebut lewat promosi di berbagai media massa dan media sosial milik Kemenpar. “Kami diarahkan untuk membuat film tentang destinasi wisata di daratan Sumba dengan durasi maksimal tiga menit, supaya nanti di-display saat talk show di televisi,” katanya.
Marius melanjutkan, pihaknya sudah menyurati presiden, dimana dalam surat yang ditandatangani oleh gubernur NTT itu juga disampaikan desain kegiatan, yakni 24-25 Mei dimulai parade kuda di Waingapu (Sumba Timur) kemudian dilanjutkan di Anakalang (Sumba Tengah) pada 26-27 Mei dan 28-29 Mei di Waikabubak (Sumba Barat) serta 30-31 Mei di Tambolaka (Sumba Barat Daya). “Puncaknya di Tambolaka dan di situ presiden akan hadir,” kata Marius.

Orang nomor satu di Dinas Parekraf NTT itu menambahkan, presiden tidak hanya mengikuti penutupan Parade Kuda dan pembukaan Festival Tenun Ikat di Tambolaka, tetapi juga akan mengunjungi para peternak di Sumba.

“Kita sangat harapkan kehadiran presiden dimanfaatkan oleh Pemkab se-daratan Sumba untuk bisa meminta dukungan terhadap pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan bidang lainnya. Tentunya presiden tidak akan hadir sendiri tetapi juga dengan para menteri,” sebut Marius.

Masih menurut Marius, dua kegiatan bertaraf internasional di Sumba itu juga bakal dipadukan dengan peringatan Bulan Soekarno di Ende, sehingga direncanakan presiden bakal hadir memimpin apel peringatan hari lahir Pancasila pada 1 Juni mendatang.

“Kita juga berharap kehadiran presiden di Ende dapat menjawab kebutuhan masyarakat di daratan Flores, khususnya di Ende,” demikian Marius.(joo/fmc/cel)

Click to comment

Most Popular

To Top