Dianiaya, Cornelis Pecah Dahi – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Dianiaya, Cornelis Pecah Dahi

KORBAN ANIAYA. Korban penganiayaan, Cornelis Kota Dida ketika melapor ke Mapolsek Oebobo pada Rabu (19/4) karena diduga dianiaya Epy Paulus pakai kursi palstik di rumah Marthen Paulus.

IST

Pelaku Tersinggung Ditanya Hilangnya Telepon Genggam

KUPANG, TIMEX– Hanya gara-gara menanyakan telepon genggam miliknya yang hilang, Cornelis Kota Dida, 59, warga Jalan Suka Bhakti Nomor 43, RT 01/RW 01, Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja, menemui apes. Pasalnya, pria setengah abad lebih ini dianiaya oleh Epy Paulus warga BTN Kolhua, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa yang merasa tersinggung ketika ditanyai korban tentang keberadaan telepon genggam yang hilang. Pria yang seharian berprofesi sebagai teknisi listrik itu dilaporkan Cornelis Kota Dida ke Mapolsek Oebobo pada Rabu (19/4) sekitar pukul 06.30.

Kapolsek Oebobo, AKP Fajar Virgantara Safruddin SIk kepada Timor Express melalui telepon genggamnnya mengakui adanya kasus penganiayaan yang dilaporkan korban Cornelis Kota Dida ke Mapolsek Oebobo. Kejadian penganiayaan yang dialami korban bertempat di kediaman Marhen Paulus yang terletak di Jalan Suka Bhakti Nomor 43, RT 01/RW 01, Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja.

Dijelaskan perwira dengan tiga balok dipundak itu, sekira pukul 01.00 korban duduk-duduk di rumah Marthen Paulus bersama keluarga serta tetangga sekitarnya. Kebetulan sekali, lanjut Kapolsek Oebobo, saat itu ada acara pinangan seorang sepupu Marthen Paulus.

Ketika sementara duduk-duduk, tiba-tiba korban sadar kalau telepon genggamnya merk Nokia hilang. Merasa kehilangan telepon genggam, korban kemudian mencari di sekitar tempat duduknya sambil bertanya ke terlapor Epy Paulus, “Beta punya HP dimana?”. Terlapor Epy Paulus langsung merasa tersinggung dengan pertanyaan korban.

“Korban dianiaya oleh Epy Paulus dengan cara dipukul pakai kursi plastik ke arah wajah sehingga mengakibatkan korban menderita luka dibagian dahi. Tak terima dianiaya, korban kemudian melapor ke kita,” jelas Fajar Vitgantara. Laporan korban, tegas Kapolsek Oebobo, sudah diterima dan dibuatkan juga laporan polisi Nomor; LP/B/74/IV/2017, Sektor Oebobo.

Saksi-saksi dalam kasus penganiayaan itu, ungkap dia, sebanyak dua orang masing-masing Epy Lamak, 40, dan Mores Tamonob, 35. “Saat ini, kasus penganiayaan ini dalam proses penyidikan kita. Korban juga sudah kita visum di RS Polisi Bhayangkara Kupang,” pungkas Kapolsek Oebobo ini.(gat)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!