Korea Tegang, Warga Jepang Order Bunker – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

INTERNASIONAL

Korea Tegang, Warga Jepang Order Bunker

LANGKAH ANTISIPAS I: CEO of Shelter Co, Seiichiro Nishimoto mengenakan masker gas di ruangan contoh bunker yang dibangun perusahaannya di bawah rumahnya di Osaka, Jepang.

NET

TOKYO, TIMEX–Ketegangan di Semenanjung Korea membuat perusahaan asal Jepang, Shelter Co, banjir pesanan. Perusahaan yang berbasis di Prefektur Yamagata, Jepang, itu memproduksi bunker nuklir.

Sebelum ada konflik, Shelter hanya menjual 4–5 bunker per tahun. Belakangan ini, permintaan dua produk utama milik perusahaan tersebut melonjak cukup tajam.
’’Sepanjang April saja kami sudah menjual 8 selter. Telepon kami juga merekam lebih dari 100 panggilan yang menanyakan soal selter. Kami tidak bisa meng-handle mereka semua,’’ ujar CEO Shelter Co Seiichiro Nishimoto kemarin.

Beberapa waktu lalu, perusahaan itu membangun bunker di basement rumah Nishimoto di Osaka. Bunker tersebut dilengkapi pembersih udara untuk menghalau radiasi dan zat berbahaya lainnya, masker, pintu khusus untuk menahan ledakan, serta cadangan makanan.
Harga pembangunan satu bunker yang cukup untuk 13 orang mencapai 25 juta yen (Rp 2,9 miliar). Pembangunan membutuhkan waktu 4 bulan. Dia lantas mengunggah foto-foto bunker tersebut dan membuat banyak orang kian tertarik.

Menurut Nishimoto, dulu yang meminta dibangunkan bunker adalah dokter dan pencinta sains fiksi. Namun, kini hampir semua orang dengan berbagai latar pekerjaan tertarik untuk membangun bunker di rumah masing-masing.

Nishimoto telah berkecimpung dalam bisnis pembuatan bunker selama 55 tahun. Namun, baru kali ini dia melihat begitu banyak orang yang tertarik untuk membangun bunker.
Dia menegaskan, penduduk Jepang mulai bersiap jika hal terburuk terjadi. Jepang dan Korea Selatan (Korsel) selama ini memang menjadi musuh Korea Utara. Dua negara itu berada dalam jangkauan misil maupun senjata nuklir milik Pyongyang.

Bulan lalu tiga misil Korut jatuh di wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang. Karena itulah, saat ketegangan di Semenanjung Korea meningkat, penduduk Jepang mulai waswas.

Selain bunker, penjualan pembersih udara khusus untuk menghalau radiasi juga meningkat tajam. Juru bicara perusahaan Oribe Seiki Seisakusho yang berbasis di Kobe, Shota Hayashi, mengungkapkan, setahun lalu dalam sehari hanya ada lima permintaan pembersih udara. Namun, belakangan ini, dalam sehari bisa ada 30 permintaan. Hampir seluruhnya permintaan untuk dipasang di rumah, bukan kantor.

Sepanjang tahun ini mereka telah menjual 50 pembersih udara buatan Swiss untuk menghalau radiasi dan gas beracun. Harga satu pembersih udara mencapai USD 5 ribu (Rp 66,5 juta). ’’Beberapa orang sangat ketakutan dengan apa yang terjadi saat ini,’’ ungkap Hayashi.
Sejak Donald Trump dilantik menjadi presiden AS, ketegangan di Semenanjung Korea terus meningkat. Tweet-tweet pria 70 tahun itu dinilai Korut sangat provokatif. Pemimpin Kim Jong-un pun bereaksi dengan melakukan uji coba misil balistiknya.

Bukannya mengurangi ketegangan, AS malah unjuk kekuatan. Mulai meluncurkan 59 misil Tomahawk ke Syria hingga menjatuhkan bom raksasa MOAB di Afghanistan. Semua itu disertai pesan agar Korut tidak berulah.

Korut terus mengembangkan program nuklir mereka. Bahkan, mereka kerap sesumbar punya kemampuan meluncurkan nuklir ke arah musuh bebuyutannya, Korsel dan Jepang. Tentu saja hal tersebut membuat kedua negara ketir-ketir dan bersiap akan kemungkinan terburuk yang terjadi. (Daily Sabah/Telegraph/sha/c5/any/jpg/aln)

Click to comment

Most Popular

To Top