NTT Dapat 9 Dokter Spesialis – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

KESEHATAN

NTT Dapat 9 Dokter Spesialis

KUPANG, TIMEX-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberi sembilan dokter spesialis untuk Provinsi NTT. Sembilan dokter ahli yang merupakan jatah Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) itu akan bertugas di enam kabupaten, yakni Sikka, Flotim, Lembata, TTS, Belu dan Rote Ndao.

Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Farid Moeloek dalam sambutannya usai serah terima dan penyerahan SK penempatan sembilan dokter ahli di Hotel Neo Kupang, Selasa (2/5), mengemukakan, Kemenkes akan terus mendorong peningkatan fasilitas pelayanan dasar, rujukan, SDM dan sarana penunjang lainnya termasuk di NTT.

Selain itu, Kemenkes juga terus mensosialisasikan paradigma pendekatan keluarga untuk hidup sehat dan gerakan masyarakat sehat. Dan NTT menjadi salah satu pusat perhatian. “Khusus untuk SDM, tahun ini NTT mendapat jatah Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) sebanyak sembilan orang. Saat ini baru hadir tujuh orang. Dua orang lainnya menyusul,” tuturnya.

Masih menurut Menkes Nila Moeloek, pihaknya akan terus memberi perhatian untuk NTT, agar derajat kesehatan masyarakat meningkat dari waktu ke waktu. Dia berharap kepada sembilan dokter WKDS agar membantu masyarakat NTT agar tetap sehat dan jangan sampai banyak masyarakat berkunjung ke pusat pelayanan kesehatan. Jadi upaya promotif dan preventif harus tetap ada.

Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas perhatian Kemenkes di bidang kesehatan untuk NTT. “Diharapkan pada tahun mendatang dikirim lagi WKDS ke NTT,” pinta Litelnoni.

Pemprov NTT, kata Litelnoni, akan mendorong Pemda Kabupaten/kota untuk meningkatkan APBD bidang kesehatan, sehingga pelayanan dasar dan pelayanan kesehatan lainnya bisa meningkat dari waktu ke waktu. “Pemprov berterima kasih kepada Menkes dan jajarannya yang telah mengirim sembilan dokter ahli ke NTT. Diharapkan bisa meningkat taraf kesehatan masyarakat NTT,” paparnya.

Pada kesempatan itu dia meminta perhatian Kemenkes akan akses Puskesmas dan Puskesmas Pembantu yang masih kurang. Ada intervensi DAK dan DAU namun masih kurang. Ini perlu ditingkatkan dan menjadi tanggung jawab Kemenkes dan Pemprov NTT.

“Alat kesehatan dan pengelolaannya di rumah sakit dan Puskesmas masih kurang, sehingga Kemenkes diharapkan bisa membantu kondisi ini,” imbuhnya. Kemenkes juga diminta mendukung rencana pembangunan RS Pusat di NTT, demi pelayanan kesehatan yang lebih maksimal.

Kadis Kesehatan NTT, Kornelius Kodi Mete dalam laporannya menyebutkan, saat ini rumah sakit di NTT sebanyak 18 unit dan terdapat 308 Puskesmas. “Ini jelas masih jauh dari kebutuhan di NTT sebagai provinsi kepulauan,” katanya.

Untuk tenaga dokter, saat ini terdapat 115 dokter ahli, 334 dokter umum dan 125 dokter gigi. “Kita masih kekurangan 205 ahli,” jelas mantan Bupati Sumba Barat Daya itu.
Dia juga bertekad untuk menekan kematian ibu dan anak lewat revolusi KIA, memberantas malaria di NTT yang merupakan wilayah endemik. (lok/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top